Wednesday, July 19, 2017

Surat Untuk Jodoh

Halo Jodoh!
Apa kabarmu!

Lama sekali kukosongkan hati hingga laba-laba membuat kompeni di hati yang kosong ini. Mengenai kabarmu entah sakit atau sehat yang jelas ketika kita bertemu nanti kita dalam keadaan sehat ya!

Mungkin sekarang statusmu adalah milik seorang yang lain dan aku harus berterima kasih kepada seseorang yang sekarang kamu gandeng tangannya, peluk pundaknya dan dengan sayang menghalau dinginnya malam bahwa dia telah menjaga jodoh orang lain, atau bila statusmu sekarang sendiri, ingatlah bahwa diluar sana ada jodohmu yang tertunda.


Meski hati merindu ingin bertemu, meski hati merindu ingin saling sayang namun itu semua harus kita tahan. Bukan karena Tuhan tidak sayang, dia hanya sedang menunggu, menunggu waktu yang tepat sampai kita bisa bertemu di satu momentum, bisa dengan romantisme, dramatis atau sebuah tragedi yang jelas bila dibayangkan maka akan membuat makan pun tidak berselera.

Menantikan bertemu denganmu adalah anugrah maka memilikimu seharusnya menjadi sebuah keberuntungan, sungguh bijak bila menunggu adalah pilihan yang cerdas. Bukan maksud hati untuk menerima segala sesuatunya namun maksud hati adalah tidak memilih secara sembarangan, karena aku takut itu bukan kamu, Sang Jodoh.

Mungkin saat ini kita sedang saling berbenah, Tuhan sedang menambal segala perilaku kita yang kurang. Agar kelak nanti bertemu kita bisa saling melengkapi. Namun Tuhan tidak akan membiarkan hal membosankan itu sayangnya! Tuhan pasti akan menyisakan lubang kecil dibeberapa tempat agar kita berdua bisa menambalnya bersama, entah menambalnya dengan segala rasa atau kita mesti bertengkar dulu. Yang jelas Tuhan akan dengan baiknya mengabarkan bahwa segala apapun, ingatlah penantian itu dan ingatlah betapa berharganya orang yang kita genggam saat ini.

Jodoh memang tidak bisa dipaksakan, namun bila dua insan telah bersatu hati apalah daya takdir yang ternyata tidak berjodoh. Tuhan yang memisahkan pun enggan memutusnya.
Kekuatan cinta adalah hal paling melankolis dalam drama kehidupan.
Kebutuhan untuk memilikinya sama besarnya dengan kebutuhan untuk bertahan hidup.
Wajarlah Tuhan membuat kita menunggu dengan harapan setinggi puncak pohon cemara.

Bersabarlah Jodohku diluar sana yang masih berkelana entah diluasnya padang pasir atau dalamnya laut antartika.
Bersabarlah Jodohku yang mungkin didekatku namun belum ada momentum yang mempertemukan kita.
Seyakinnya pada mawar yang merekah, begitulah cinta kita akan mekar ketika dua insan dipertemukan oleh waktu yang sedang bermain.

10 comments:

  1. Jodohmu pengembara? Atau penyelam? Wkwkwk :P

    Semangat menanti yang terbaik ya sis :D Tuhan mendengar doa dan harapan kita ^.^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin pengembara, mungkin penyelam bahkan mungkin penggembala! Siapa yang tahu kehidupan ini!

      Amin amin, ternyata mengalami hal yang sama ya? Haha

      Delete
    2. Pastinya banyak teman seperjuanganmu :3

      Ngomong-ngomong soal cinta yang mengalahkan takdir, ini cuma berlaku buat dua insan yang mencinta ya? Gak bisa buat seorang pejuang cinta dong? Ihihi

      Delete
    3. para penunggu jodoh atau pejuang jodoh atau menerima jodoh atau apalah,

      bercerita jodoh sama halnya menceritakan ramalan kematian, yang tidak bisa tepat sasaran atas ramalan nya.

      adalah ikhtiar cara islam mengajarkan kita tuk semuanya, tak dinafikan pula dengan jodoh.

      Delete
    4. @Yoana Yesinatali : haha bolehlah nanti kutuliskan buat seorang pejuang cinta diluar sana, untuk dikuatkan :P

      @Mas Hadi : Yap, perbanyaklah ikhtiar agar dipertemukan jodoh seturut kehendakNya, baik cerita mengenai ramalan kematian atau jodoh keduanya haruslah menjadi penantian paling baik dan sebaik-baiknya.

      Delete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Kalo gue penginnya lebih tinggi lagi, pohon cemara masih pendek. Gunung Everest kek haha. Jadi kalau harapannya gak sampai yang setinggi itu, masih dapet yang tetap tinggi. Oke, namanya juga berharap jodoh terbaik~

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha.. boleh jugalah gunung setinggi itu ditempuh, tapi ingatlah jangan mencari kesempurnaan dalam cinta karena mereka saling melengkapi~

      Delete
  4. jodoh......tak usah dikejar-kejar. teeeet. semangat kristin! mwah

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha tak dikejar, namun tak kunjung datang, hanya pada kubangan air aku berharap mendapatkannya #apalahini

      Delete

  • Etika Profesi Akuntansi