Sunday, May 21, 2017

ODT : Yuk Wisata Sejarah Ke 3 Pulau Ini!

Maen air sambil belajar sejarah?
Kenapa enggak, itu lah yang gue lakuin di hari minggu (07/05/2017) bulan ini.

Berhubung kali ini gue pun melakukan one day trip pake bumbu spesial, gak solo trip ataupun backpackeran, tapi pake paketan yang tersedia. Ini kali pertamanya gue ke Pulau yang ada di Jakarta tanpa nego harga sama nelayan. Gue make jasa "Seesun Travel" yang gue nemu di IG berkat rekomendasi teman, sebenernya dia pun belum pernah make jasa ini. Bermodal kepercayaan dan lumayan banyak juga yang make jasa dia, akhirnya gue beraniin make jasa ini.

Nah gak kayak biasanya gue berangkat dari Muara Angke atau Pelabuhan Kali Adem, kali ini gue diminta naik dari dermaga Muara Kamal, dimana itu? gue pun juga gak tau... haha.. baru pertama kali denger soalnya.

Gue sendiri memutuskan untuk naik kereta, kalau kalian memutuskan untuk naik kereta, stasiun yang paling dekat adalah Stasiun Rawa Buaya (Jalur arah Tangerang), dari sini sebaiknya naik taksi atau ojek online karena akses masuk yang sulit.
Kalau memang mau naik angkot, naiklah mobil carry tanpa plat. Biasanya dipatok 30rb.


Seperti yang diawal gue bilang bahwa trip kali ini pake bumbu spesial, iyak gue ngajak gerombolan! hoho.. mereka semua adalah teman kerja gue ataupun temennya temen gue. Awalnya gue pikir bakalan open trip, namanya make jasa orang lain. Tapi entah kenapa orang yang tadinya join trip malah gak keliatan batang idungnya, akhirnya ya udah gue berdelapan sama temen-temen gue berasa ngetrip sendiri. Guide yang dijanjikan pun rupanya adalah abang perahunya, setidaknya itulah pendapat gue. Ini sih sama aja gue ngebackpacker nego harga sendiri. haha.. tapi yaudahlah nikmatin aja..

FYI, tiket masuk ke pulau-pulau disini (Pulau Kelor - Onrust - Cipir) dipatok 5rb.

Tujuan Pertama : PULAU KELOR

Sampe akhirnya tiba di tujuan pertama Pulau Kelor atau dalam bahasa londonya KERKHOF, kita disuruh bayar lagi 5ribu, alamaak.. kemana uang yang udah kita transfer??
Akhirnya ya kita bayar dulu, lalu gue mencoba hubungi orang "Seesun Travel"nya, dia minta maaf dan untuk perhentian selanjutnya gak usah bayar, dia udah sms abangnya. Okelah, yasudahlah..

Ngomong-ngomong kalian tau gak nih Pulau Kelor?
Itu loh pulau yang sering banget dipake buat foto prewedding yang amboy tenanan itu, ini adalah pulau terkecil diantara tiga pulau yang ada, merupakan barikade terdepan/benteng pertahanan sebab itu ada Benteng Mortello yang berdiri diujung pulau.
Terdapat meriam-meriam juga yang bersender dengan anggun, sehubung dengan barikade terdepan dan perebutan negara-negara penjajah benteng yang klasik ini pun sudah tidak berbentuk utuh, hal yang paling mempengaruhi bentuk bangunan ini adalah akibat letusan gunung Krakatau tahun 1883.
Oiya! selain dipake sebagai barikade terdepan, tempat ini juga pernah dipakai untuk membuang mayat-mayat hasil eksekusi jadi ingatlah apa yang kalian injak dipulau ini adalah makam bagi orang-orang jaman dulu, hiiiyy! ngerii..

Gak cuman benteng Mortello yang keren, ngebuat gue berasa di Eropa (karena kebanyakan benteng ini bisa kita temui di Eropa sana). Pasir pantai di Pulau ini tergolong membuat tergila-gila, iya.. Pasir putih menawan membuat kita pengen nyebur tapi itu gue urungkan sehubungan masih ada 2 pulau yang harus dijelajahi.
Di Pulau ini hanya ada satu warung yang isinya standar dan dia hanya menawarkan makanan berat berupa pop mie. 

Selesai foto-foto sampe mabok foto kita pun melanjutkan perjalanan ke Pulau selanjutnya, yeaaayy!



Tujuan Kedua : PULAU ONRUST



Nah, ini adalah Pulau terbesar diantara tiga pulau, kalau bahasa londonya UNREST artinya gak pernah istirahat.
Awal mulanya pulau ini terbentuk dijadikan sebagai Sanatorium TBC alias karantina haji, ngomongnya sih karantina haji tapi itu cuman dalih penjajah biar orang yang baru balik haji dan nambah kepinterannya gak mempengaruhi kepemerintahan penjajah.
Kalau itu haji kelihatan membelot sedikit aja langsung disuntik mati dengan seribu macam alasan yang gak masuk akal. Lalu dijadikan penjara bagi tawanan pemberontak kelas kakap sampe orang Jerman pengikut Hitler alias Nazi yang Pro Indonesia (Gila, rupanya jaman dulu orangnya radikal banget) dan akhirnya berakhir sebagai pulau yang menampung penyakit Lepra, gelandangan, pengemis sampai dibuat tempat latihan militer. Saking banyaknya sejarah dan pergantian tempat disini, banyak bangunan yang tidak bersisa.
Kebanyakan malah puing-puing, hal ini disebabkan penjarahan besar-besaran material dipulau ini sampai akhirnya Gubernur Jakarta memutuskan tempat ini sebagai lokasi bersejarah. Ditengah pulau pun kita bisa menemukan makam keramat, gue sendiri kurang tau makam siapa itu yang jelas makam itu dijaga sangat baik sama orang dipulau ini.

Di pulau ini juga tersimpan romantisme mistis loh, ssttt.. Hantu penampakan Maria yang sering berjalan-jalan diareal pemakaman Belanda. Kabarnya dia meninggal sambil memakai baju pengantin, jadi ketika hari pernikahannya tiba, calon suaminya tidak kunjung menampakkan diri, tidak diketahui juga apakah calon suaminya meninggal atau melarikan diri. Yang jelas Hantu Maria menunggunya dengan setia sampai mati ditangan penyakit yang memang sedang mewabah diareal itu.
Jelas ini bukan cinta yang telah selesai, Maria pun bergentayangan karena masih menunggu calon suaminya, kalian ada yang mau menggenapi cinta Hantu Maria? hihihihihi....

Denah P. Onrust jaman Belanda
Tempat Karantina Haji

Lokasi penampakan hantu Maria
Ruangan penyekapan tawanan

Usai puas jalan puas foto, kami memutuskan untuk rehat sejenak dengan makan Mie Instan dan minum es kelapa. Kebetulan paket ini tidak termasuk makan, jadi kalau mau setidaknya hemat bawalah bekal sendiri kayak gue #bangga.

Setelah makan kita pun langsung melanjutkan ke pulau selanjutnya, pulau terakhir~

Tujuan Ketiga :  
PULAU CIPIR atau PULAU KAHYANGAN

Sebenernya ini adalah salah satu pulau yang gue sendiri gatau kenapa dinamain begitu juga gatau nama belandanya, karena terbatasnya informasi yang ada dipulau ini dan ketika gue berselancar pun nihil. Yang ada malah keangkeran Pulau Cipir. Padahal tanpa baca pun gue tau pulau ini angker, ckck..

Kalau pulau sebelumnya dipakai sebagai karantina sesudah pelaksanaan haji maka pulau ini dipakai sebelum keberangkatan haji. Dipulau inilah indikasi-indikasi mengenai pemberontak yang mau mengembangkan ilmu ke Arab langsung di seret ke dunia kematian lewat suntikan mati.
Selain itu mengikuti fungsi pulau Onrust sebagai tempat pengasingan bagi penyakit Lepra, pengemis dan gelandangan. Pulau ini lebih lama terbengkalai. Namun bangunan-bangunan yang ada disini cenderung lebih lengkap dibandingkan dengan pulau Onrust.

mblo.. mblo..
kalau bawa pasangan sih posenya begini aja

Dan perjalanan pun berakhir!

Dengan melakukan perjalanan ini setidaknya selain bersenang-senang kita juga menjadi paham akan keberadaan 3 pulau ini, pulau yang menjadi basis pertama penjajahan terhadap Indonesia dan bagaimana jaman dulu nyawa diperlakukan secara sewenang-wenang. Setidaknya disaat ini kejadian serupa memang terjadi juga namun dalam bentuk yang lain, yang lebih halus namun sadis.



Mengenai biaya, sebenarnya biaya ini cukup banyak, ini setara dengan gue pergi ke Pulau Pramuka tanpa snorkling.
Biaya ini berat di perjalanan dari stasiun, sangat disarankan memang turun ataupun naik dari stasiun Rawa Buaya dan menggunakan ojek online untuk menghindari nego yang lebih mahal. Angkot kearah dermaga ini tergolong langka jadi kalau memang sedang beruntung cukup membayar 5rb-10rb saja kalian bisa beranjak dari stasiun ke dermaga Muara Kamal.
Jangan naik yang mobil carry pastinya.

Oke meskipun keluar harga segitu tapi pengalaman yang disuguhkan bersama dengan gerombolan teman memang tidak tergantikan. Lebih-lebih memang jelas sekali berbeda ketika melakukan solo trip dan gerombolan begitu, jadi ada hikmahnya juga. Ohya meskipun sempat kecewa diawal namun ketidaksengajaan dari open trip jadi ngetrip sendiri merupakan berkah tersendiri. Jadwal yang terpampang pun bisa dilaksanakan dengan sangat tepat waktu dan kekhawatiran beberapa teman untuk kembali dari Pulau sore hari terwujud. Yaaaah karena selalu ada hikmah dibalik kekecewaan yang berlimpah berkah~~


Ini petanya menuju Dermaga Muara Kamal, biar pada kagak nyasar..


4 comments:

  1. Bener nih, trip bareng-bareng emang paling seru, cuma kalo gua kan suka foto-foto ya, jadi kalo trip bareng suka jadi tukang foto :( hahah tapi ini bercanda kok.

    Kok gua baca ini jadi pengen solo trip ya, kira-kira kemana yang enak?

    mampir juga ya! diansaurs.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah, berhubung gue kalo moto itu jelek jadi gue gak pernah dipasrahin jadi kang moto haha (kok gue jadi bersyukur ya).
      Solo trip ke Gunung Galunggung oke juga tuh~

      siap kapten!

      Delete
  2. Jadwal yang terpampang pun bisa dilaksanakan dengan sangat tepat waktu dan kekhawatiran beberapa teman untuk kembali dari Pulau sore hari terwujud..

    Tak pernah kusadari hal ini terjadi. Wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha, loh ini terjadi loh..
      sama kita juga :P

      Delete

  • Etika Profesi Akuntansi