Monday, May 29, 2017

Kenapa Barista Strb*ck suka banget teriak-teriak?

link

"triing.."
Ada notifikasi pesan masuk, gue liat sekilas tulisannya potongan harga. Begitu dibuka, beneran dipotong-potong.

Salah satu brand kopi menawarkan potongan khusus untuk resep baru mereka, berhubung promonya oke banget gue dan Gita langsung meluncur ke brand itu.
Sebenernya gue tergolong orang yang jarang banget ngopi-ngopi cantik macem orang metropolitan tapi demi temen cantik yang doyan promo kopi, rela deh gue haha..

Kebetulan tempat kerja gue gak jauh dari coffee shop yang dituju, begitu masuk meskipun belum kelar jam kantor udah terlihat antrian orang promo, gila orang Indonesia emang peka banget sama promo. Jadi kalau misalnya pasangan kalian gak peka kasih aja promo, misalnya promo cinta, promo kencan atau promo apa gitu mungkin aja dia jadi lebih peka.


Pesan boleh pesan, lalu kasirnya meminta diperlihatkan promo dari medsos yang kami tuju, tanpa tambahan cang cing cong, menuliskan nama di cup yang kita pesan, lalu dia teriak.
Teriakan maut yang lantang banget loh sob!
Kalah teriakan jaman gue masih pake rok abu-abu.
Udah gitu teriakannya gak berakhir dimeja kasir aja, sampe ke dapur-dapur dan akhirnya mendarat di Barista. Kayaknya ngumumin ke semua orang kalau pesanan gue tuh ya begituan, semua orang kayaknya harus tau gitu dan kayaknya gue rada gimana gitu.
Gak cuman menu bahkan sampai nama juga diteriakin, jadi begitu kelar pesanan nama kita diteriakin. Bahagianya sih kalau abis diteriakin terus ada cowok gitu *ehem* "nama kamu anu yaa, aku tertarik loh" #eaaa cuman imaji liar aja tapi, haaaaah..

Akhirnya rasa-rasa yang ada pun berubah menjadi rasa penasaran, kenapa barista di coffee shop ini cakep-cakep cowoknya *plaak, maksud gue kenapa semua pegawai disini doyan banget teriak-teriak. Gak papa sih jadi rame tapi whaayyyy, whaaayyy... why sob?

Setelah gue telusur dengan seksama, ditimbang memakai timbangan gula dan diukur memakai penggaris. Dihari berikutnya gue diajak rekan yang lain ke coffee shop, anom*li lalu dihari berikutnya saud*gar kopi *tiba-tiba gue jadi anak kopi*. Nyatanya yang teriak cuman di gerai dengan logo putri duyung yang udah nyebar diseluruh Indonesia ini.

link
Usut punya usut karena rasa penasaran wah yang muncul dari sanubari dengan kedalaman tak terhingga #apasihini. Gue pun searching dan tidak menemukan alasannya, maka agar tulisan ini berfaedah gue pun mengambil kesimpulan sebagai berikut :

MENINGKATKAN EFISIENSI DAN EFEKTIFITAS DALAM BEKERJA

aenjay, gue jadi kayak bikin judul skripsi.
Nah apa hubungan teriak sama efisiensi ini?
Jadi begini sob, dibanding menggunakan tulisan panjang apalagi pesenan tiap orang kan beda-beda tuh, ada yang minta ditambah, dikurangi, dibagi ataupun dipisahkan (yah, kalau takdir apa boleh buat...)
maka bila menulis tentunya ini akan menguras waktu, lebih mudah meneriakkan pesanan segambreng itu, diulang lagi oleh yang lain sampai akhirnya ke kuping barista, ini seperti pesan berantai bedanya gak bisik-bisik tapi diteriakin agar pelanggan juga bisa memastikan keabsahan dari pesanannya.
Begitu pesanan selesai pun barista akan kembali meneriaki nama yang tertulis di cup, nah ini juga untuk efisiensi waktu. Usai memesan pelanggan yang misalnya tidak kebagian tempat duduk atau memang berniat bergegas akan langsung bisa mengambilnya.
Menghindari antrian panjang pada pesanan.

Gimana terlihat masuk akal kan?
Jelaslah, maka tulisan ini pun akhirnya berfaedah dengan penjelasan yang masuk akal dari gue hoho..

Gue cukup salut sama cara ini dan menurut buku yang gue baca akhir-akhir ini, kebetulan buku yang ditulis orang luar mengenai kopi juga. Nah kedai kopi dalam cerita itu juga meneriakkan pesanan.
Pada akhirnya gue kurang paham apakah diluar sana, meneriakkan pesanan adalah hal yang lumrah atau tidak.

Mungkin ada yang tau jawabannya? hoho..

2 comments:

  1. apalah dayaku yang bukan orang metropolitan dan tidak pernah menjajakan diri di starb*ucks. Jadi pengen tau sensasinya

    Salam yaaa dari tristanshanoor.blogspot.co.id

    ReplyDelete
    Replies
    1. menjajakan diri.. haha, penggunaan kata2mu itu sungguh membuatku.. ah sudahlah..

      kuy lah biar tau gimana rasanya diteriakin namanya, wkwk

      Delete

  • Etika Profesi Akuntansi