Thursday, January 19, 2017

Kenapa Bisa Namanya KETOPRAK ?

Awalnya makan dipinggir taman sembari ditemani abangnya ngobrol, bentuk gerobaknya mau didorong atau digoes pasti urutannya sama.
Warnanya pun pasti dimana-mana sama.
Tulisannya pun peletakannya rata-rata sama.
Tapi sayang abangnya gak tau darimana nama makanan ini berasal.

Iya, gue lagi ngebahas Ketoprak, bukan yang buat loe ketawa kepingkal-pingkal tapi makanan yang bisa ngenyangin bahkan cukup berdua biar rada mesra dikit (baca hemat).
Gue mikir kok bisa-bisanya namanya Ketoprak.
Gue juga mikir kok bisa-bisanya gerobaknya sama semua bentukannya, kayak ada standar gerobak abang ketoprak gitu.
Gue juga lebih mikir kenapa isinya pasti sama semua dan jarang banget yang namanya gue temuin Ketoprak "ala sendiri" yang isinya jauh dari aslinya,
Terus gue heran kenapa gue bisa mikir..


Ketika gue googling pun hasilnya nihil alias gue gak temuin alasan dibalik penamaan ini.
Rata-rata situs yang menyangkut tentang penamaan ketoprak ini punya lagu yang sama gegara anak lelaki yang mecahin piring, seharunya bunyinya "krompyang" malah jadi "ketuprak.." agak maksa sih tapi yaudahlah, mungkin para pedagang ketoprak juga jengah ditanyain namanya berasal dari mana.

Ketoprak sendiri berasal dari BETAWI, JAKARTA. Kaget kan.. gue aja kaget.
Nah menurut analisa gue yang belum bisa dipercaya, kata Ketoprak sendiri berkaitan dengan bahan makanan yang terkandung didalamnya.
Coba ya gue urutin bahan yang biasanya kita temuin :
Bahan-bahan Ketoprak:
1.    Ketupat atau lontong.
2.    Bihun seduh dengan air panas kemudian tiriskan.
3.     Touge yang telah dipotong akarnya diseduh air panas dan ditiriskan.
4.    Tahu potong dadu rendam dalam campuran air dengan bawang putih dan garam kemudian goreng.
5.    Kecap manis.
6.    Bawang goreng.
7.    Seledri cincang.
8.    Kerupuk kanji yang telah digoreng.
Bahan-bahan bumbu halus (dressing):
1.    Kacang tanah sangria.
2.    Bawang putih.
3.    Cabai rawit merah rebus.
4.    Air asam atau cuka.
5.    Air matang.
6.    Garam secukupnya.
Cara membuat bumbu halus (dressing):
Menggunakan cobek atau alat tumbuk, pertama-tama gerus bawang putih cabai rawit, kacang tanah dan garam hingga halus. Sambil tetap ditumbuk, lalu sedikit demi sedikit tambahkan air matang menjadi saus kental dengan tekstur lembut. Kemudian tambahkan air cuka dan aduk hingga rata. Tingkat kental atau encernya saus bumbu halus tergantung selera, namun umumnya kekentalan sama dengan saus tomat pada umumnya.
Cara penyajian:
Tata berurutan dalam piring ketupat, tahu, bihun, touge. Kemudian siram bumbu halus dan taburi dengan bawang goreng serta seledri. Kemudian yang terakhir tambahkan kerupuk kanji. Ketoprak siap disantap.
Nah kan, malah jadi gue jelasin juga cara masaknya.. udah gak usah pada laper.

KETupat
tOge
keruPuk
Rawit
tAhu
Kecap

Nah inilah analisis gue dalam bermeditasi untuk menemukan asal usul KETOPRAK yang sungguh keberadaannya masih misterius dan belum terpecahkan.

Adakah mungkin yang dapat menemukan penyelesaian ini?
#jengjengjeng

4 comments:

  1. Analisa yang cemerlang, wow sungguh mengesankan! Tapi gua rasa kata "Keto" itu dari cara buat bumbu yang di ulek di piring, yaitu dengan cara di "Ketok" kayak cara ngulek itu sendiri. Nah buat "Prak" nya, yang gua tau sih dari banyak nya Kerupuk, biasanya ketoprak yang asli(?) itu kerupuk nya di ancurin sampe bunyi "Kres, kriuk, Prak" gitu deh pokoknya, dari situ muncul deh nama "KetoPrak" sekian terimakasih.

    Kunjungan balik ya diansaurs.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. gila, gue juga suka banget sama ide lu.. :D

      Delete
  2. Kalo pemikiran gue nih... etapi gue jarang mikir jadi susah kalo mikir, etapi bumi kok namanya bumi ya? Gue jadi ikut mikir.

    Ah yaudah lah yg penting masih bisa makan ketoprak di bumil eh bumi.

    ReplyDelete
  3. Heu. Jadi laper, kan. Pas banget lagi gue belum makan. Kampret lu, Tina! :(

    ReplyDelete

  • Etika Profesi Akuntansi