Saturday, April 15, 2017

Semangkok Mie dan Hujan Kenangan

Entah kenapa setiap langit membawa pesan dalam hujan, selalu teringat mie rebus dalam mangkok dengan asap yang mengepul.
Mengibarkan panji kemerdekaan pada pribadi yang kalah oleh nafsu. Lapar tidak namun hujan yang turun menggiring pada kehangatan yang dibutuhkan.

Katanya pesan dalam hujan itu sering membuat hati menggalau, katanya setiap denting hujan yang bercengkerama dengan atap, aspal, pohon menghasilkan nada-nada yang membuat kita terhanyut.
tik.. tik.. tik begitu bunyinya..
Katanya pesan dalam hujan yang sering membawa kita kepada kenangan masa lalu itu, akibat dari air dan debu yang membasahi tanah, membangunkan aroma tidak biasa.

Hujan selalu menjadi pesan tersendiri dan langit selalu mengantarkannya dengan baik.
Baik hujannya besar ataupun ringan-ringan saja.
Sajalah hujan itu turun apa adanya.
Adanya besar ya besar, adanya kecil ya kecil.
Kecil kemungkinan semuanya menyukai,
Menyukai hujan yang apa adanya.

Wednesday, April 12, 2017

Setan and The Power Of Tepok

Pasti kalian bertanya-tanya apakah itu TEPOK, karena disandingkan dengan penggunaan bahasa inggris, ditambah ini bukanlah penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Tepok dalam bahasa Bekasi dan Tepuk dalam bahasa Indonesia sejatinya, menurut KBBI adalah :
    “3. Tamparan tidak keras dari belakang dan dari samping”

Jadi, TEPOK adalah penggunaan tangan untuk menampar pundak/bahu/kepala dari belakang atau dari samping, karna kalau depan bukan menepuk tapi mengelus *mau dong dielus*.

Pertama akan gue jelaskan dulu hikayat dari pengambilan judul yang agak misterius ini, awalnya dari perbincangan di grup WhatsApp, yang entah terdampar dipulau mana pada akhirnya salah satu anggota menceritakan bagaimana kejadian mistis ini hinggap.

“Aku emang udah capek banget waktu itu, tapi aku paksa soalnya penutupan kemping. Ini juga aku diceritain sama temen aku, jadi pas udah capek-capeknya tiba-tiba pundak terasa berat banget, aku udah gak tau lagi tuh ada apa. Nah katanya aku jalan ke barisan belakang. Pas jalan gitu aku dihadang sama kakak Pembina, dia bilang “Mau kemana?” terus aku ketawa gitu ditanyain, “mau kemana ya, hehe..”, “mau bawa murid saya kemana?” Tanya kakak pembinanya, nah kakak pembinannya ini emang bisa ‘ngeliat’, “kerumah saya”, waktu ngomong begitu aku sambil nunjuk kali yang ada dibelakang, nah aku langsung ngeloyor pergi, “istigfar de istigfar.. sadar de”, kakak Pembina ngomong begitu sambil nepok pundak aku, dan sisanya aku denger kakak Pembina bacain surat buat aku terus aku pingsan deh 2 hari”

Jadi, karena menepuk akhirnya sadar, bagaimana gue gak bilang bahwa ada kekuatan dalam tepokan itu? Apakah itu tepokan mistis juga?

Semudah itukah setan menyerah pada sebuah tepokan?
Apakah setan adalah tipe sensitif, ditepok dikit baper selangit?
Atau setan adalah orang yang gak suka digangguin?

Sunday, April 9, 2017

Surat di tanggal 10


“Menurutmu gadis mana yang tidak sedih melihat lelakinya menerima surat dari wanita lain?” Anya menatap Widya dengan mata berkaca-kaca, bahkan untuk menangis pun wanita ini tidak sudi, coba kita lihat sampai kapan dia mampu menahan gejolak diri untuk menangis.

“Memangnya sudah dipastikan itu dari wanita idaman lain?” Widya mencoba bersikap bijak, Anya memalingkan wajahnya

“Surat yang terlalu indah untuk dikatakan bukan dari wanita lain”, Anya menjawab mantap, Widya menghela nafas. Sudah sekian kali sahabat karibnya, Anya mengajukan keraguan terhadap suaminya. Suami yang amat dicintainya itu dan entah karena saking cintanya hingga dibutakan keraguan yang bahkan tidak bisa diungkapkan dengan jujur terhadap suaminya itu.

“rasional sedikit bisa? Dijaman serba modern begini, kenapa tidak lewat media sosial saja?” untuk kesekian kalinya Widya menyadarkan Anya untuk lebih mencari lebih detail mengenai surat mencurigakan itu.

“mungkin saja dia mencoba romantis”, Anya mengelak, Widya menghela nafas.

Setiap bulan, tanggal 10. Seperti tagihan uang sekolah anak-anak pada umumnya, namun istri dengan perkawinan seumur jagung yang duduk didepan Widya selalu menghampirinya dan mengeluhkan keraguan yang seperti tidak ada ujungnya itu.
Anya terlalu takut mengutarakan keraguannya kepada Ivan, suami yang amat diidolakannya itu, namun segala keraguan setiap tanggal 10 itu dirasa Widya sudah membuat depresi sahabat karibnya.

Saturday, April 8, 2017

Surat Untukmu Wanita Penginspirasi

Waktu pertama kali melihatnya kupikir wanita gila satu ini seperti kebanyakan wanita lain, gila korea, gila belanja online dan update banget.
Katakanlah begini, wanita ini paling bisa diandalkan kalau urusan belanja online dan informasi terbaru.

Kebetulan kami adalah partner kerja, dia bagian ekstrakurikuler, aku bagian keuangannya.
Jadi, hampir setiap bulan dia menyetorkan absensi dan hitungan honor untuk para pelatih.
Disinilah kami terkoneksi, dari yang tertawa bersama lalu sedih bareng karena hitungan honor ternyata kurang, kami pun diomeli.
Rasa-rasanya pengalaman pahit pun menjadi indah bila mengenangnya sekarang ini.
Iya, setelah beberapa hari aku baru sanggup menulis ini semua, rasanya tidak tahan juga. Rasanya ingin memberitahu semua orang apa yang aku pikirkan tentang Dia, wanita tangguh satu itu.

Ceritanya bermula dari siang itu ketika Aku bilang ada yang berbeda dengan wajahnya, lehernya agak membengkak. Ternyata hal senada juga diungkapkan semua orang dan membuatnya memberanikan diri ke Puskesmas. Beberapa hari terlihat membaik namun tidak selanjutnya, malah semakin parah. Terdapat bercak merah.
Semua pun memaksa agar Dia diperiksa secara serius dirumah sakit.
Dia mengiyakan dan memeriksa.
Kanker..

Friday, March 10, 2017

Perjalanan Sebelas Ribu Rupiah




“Aku mencari..”
“Aku Berjalan..”
“Aku Melangkah..”

Ini sepenggal lagu dari Monita, kalau gak tau coba searching, karena kalau gue ngejabarin takut pamor google kalah..

Jadi siang ini gue berjalan secara random, ngepost di Instagram secara random, ikutin kemana kaki dan hati ini mau melangkah.
Awalnya gue mau menuhin janji sama seorang teman, gue pernah janji sama dia untuk ngajak ke Kota Tua, tapi emang bukan jodoh dia gak bisa akhirnya gue melangkah kemana kaki mengarah.

Beranjak dari kantor, berbekal uang tunai Rp. 11.000, gue sempet mikir gimana caranya bersenang-senang dengan berbekal uang cuman segini di Jakarta..

Thursday, February 2, 2017

Bahasa Esperanto, Bahasa Perdamaian.


Berawal dari pertemuan yang gue hadiri, gue mengenal satu bahasa ini.
Ini bukan bahasa nenek moyang, tanah air, atau kayak Tiongkok yang mengangkat bahasa nasionalnya karena penduduk mayoritas.
Nah bahasa ini uniknya dibuat, loh kok bahasa dibuat.. bisa gitu?? Nah untuk ngejawab masalah itu bacalah terus..

Bahasa Esperanto dibuat oleh Dr. Ludwig Lazarus Zamenhof (1815-1917 - Warsawa, Polandia) berhubung namanya rada susah berikutnya akan kita panggil dia mas Zam, pemikiran untuk membentuk bahasa ini seiring dengan lingkungan mas Zam, dimana orang sekitarnya waktu itu memiliki lebih dari satu bahasa, membuat pertengkaran akibat salah tafsir.
Nah, muak sama itu semua akhirnya dia membuat bahasa terencana dan terstruktur tanpa perkembangan kayak bahasa ibu di tahun 1887.

Thursday, January 26, 2017

Tentang Ketakutan

Gue pikir semua punya ketakutan, gue pikir semua juga punya phobia.
Dulu gue gak takut apa-apa, dulu banget waktu gue masih dikandungan.
Karena gelap gue sendiri gak ngerti apa yang perlu ditakuti.
Pas kecil, megang apa-apa, makan apa-apa main santap aja gak perlu mikir kayak sekarang.
Setelah beranjak dewasa gue pikir punya sesuatu yang ditakuti itu perlu dan keren banget. Akhirnya dengan meditasi beberapa hari dan melakukan studi banding ke beberapa kawan sejawat gue menemukan hal keren yang kudu ditakuti tapi gak norak-norak banget.

Iya, semisal orang takut karena mengalami trauma yang menyakitkan, gue takut karena gak mau dianggap cewek super strong yang gak punya ketakutan, menurut gue waktu itu punya ketakutan adalah manis, cewek banget gitu.
Gue bertekad bahwa gue takut kecoak, apapun bentuknya, megang pun males.
Tapi lucunya ketika gue LDK dan ada kecoak merayap semua teriak, gue coba teriak tapi ya namanya kecoak gak punya otak diteriakin, kita yang makin histeris bukan kecoaknya. Gue akhirnya tendang kecoak jauh-jauh sambil mencoba teriak kiyut, hasilnya emang agak menjijikkan tapi gue berhasil dapat sorakan kegembiraan dari temen-temen lain. Di lain waktu kecoaknya terbang dan gue bener-bener jadi histeris. Saat itu gue bertekad, gue takutnya sama kecoak terbang bukan merayap. Gue udah bertekad bulat gue takut kecoak terbang.

Thursday, January 19, 2017

Kenapa Bisa Namanya KETOPRAK ?

Awalnya makan dipinggir taman sembari ditemani abangnya ngobrol, bentuk gerobaknya mau didorong atau digoes pasti urutannya sama.
Warnanya pun pasti dimana-mana sama.
Tulisannya pun peletakannya rata-rata sama.
Tapi sayang abangnya gak tau darimana nama makanan ini berasal.

Iya, gue lagi ngebahas Ketoprak, bukan yang buat loe ketawa kepingkal-pingkal tapi makanan yang bisa ngenyangin bahkan cukup berdua biar rada mesra dikit (baca hemat).
Gue mikir kok bisa-bisanya namanya Ketoprak.
Gue juga mikir kok bisa-bisanya gerobaknya sama semua bentukannya, kayak ada standar gerobak abang ketoprak gitu.
Gue juga lebih mikir kenapa isinya pasti sama semua dan jarang banget yang namanya gue temuin Ketoprak "ala sendiri" yang isinya jauh dari aslinya,
Terus gue heran kenapa gue bisa mikir..

Thursday, January 12, 2017

Profesi Proofreader, apakah itu?


Gegara nonton pretty proofreader, akhirnya gue pun penasaran sama profesi satu ini. Profesi yang paling jarang diketahui orang kalo dia bukan berasal dari dunia literasi.
Gue pikir apakah benar profesi ini 'seekslusif' itu, sampai jarang sekali orang mendengarnya.

Menurut mr. wikipedia
"Proofreading is the reading of a galley proof or an electronic copy of a publication to detect and correct production errors of text or art.[1] Proofreaders are expected to be consistently accurate by default because they occupy the last stage of typographic production before publication."
Jadi bisa dikatakan Proofreading ini adalah kegiatan tahap akhir penyuntingan baik buku, naskah, dan dokumen. Biasanya buku, naskah atau dokumen yang telah sampai ditangan proofreader (orang yang melakukan proofreading) adalah naskah final dari seorang Editor.