Friday, August 19, 2016

Hujan Semakin Besar Kawan!

Sumber
Hujan semakin besar kawan!
Rintik kemayu itu tidak lagi ramah, dia berubah menjadi bulir besar yang menyakitkan.
Kita sudah tidak bisa bersantai lagi kawan!
Rintik telah hilang tertelan kenangan pahit
Tertelan dan tak mungkin akan kembali.

Hujan semakin membesar kawan!
Sudah tidak ada lagi ampun,
Hujan telah mendendangkan jendela yang longgar,
Menggebrak keras jendela yang terbuka,
Meratap pada atap-atap rumah yang tidak mengerti.

Tuesday, August 16, 2016

Apa Pentingnya Memaki?

  "Anjing lu"

Mendadak gue langsung nengok ke arah orang yang berteriak, bukan karena merasa diri dimaki tapi lebih kepada rasa kaget.
Jakarta jam sibuk memang sungguh cobaan luar biasa dan barangsiapa yang bisa menghadapinya tentulah orang yang sungguh bertabah hati atau mungkin dipaksakan bertabah ria hingga sesampainya dirumah, melampiaskan kepada tembok putih yang tidak tahu menahu tentang kerasnya aspal kota Jakarta.

Mungkin buat kebanyakan kaum urban yang ngegawe di Jakarta, penatnya pekerjaan dengan gaji yang sok pas-pasan ditambah rumitnya hubungan antar jalanan ibukota menjadi campuran yang lebih nikmat dari es doger Menteng.

Begitu mudah orang terpancing emosi untuk mengatai jalanan dan kemacetan yang luar biasa, belum ditambah dengan bauran bau ketek baju sendiri karena keringnya jalanan ibukota, begitu mentok dan tak sengaja menyenggol keluar kata-kata.
Kata kata yang mulai mengatai atau
kata kata yang dikatai?

Monday, August 1, 2016

Ayo Semangat

Karena Tuhan selalu tau bagaimana membuat gue semangat dan bagaimana menyentuh hati gue. 

Semata-mata tulisan ini bukan hanya untuk pamer, betapa gue beruntung punya Tuhan, bukan juga buat menunjukkan kefanatikan gue terhadap agama gue.
Gue gak pernah bilang agama kalian salah dan agama gue adalah pembawa kebenaran.
Gue berbicara mengenai Tuhan secara hakiki, dan gue ingin bercerita kenapa gue akhirnya buat tulisan ini.

Gue cuman kurang pandai menunjukkan perasaan gue kepada orang lain, kadang gue perlu waktu berhari-hari hanya untuk meyakini bahwa kejujuran adalah hal paling membuat diri beruntung tapi juga harus siap terhadap hasil yang didapatkan.