Sunday, November 6, 2016

Komunitas Eden, Edankah?


Merasa pernah mendengar satu komunitas ini? Kalau tidak pernah mungkin kalian bisa baca ini, berita mengenai Ibu Lia, beliau adalah pemimpin sekaligus pencetus komunitas Eden atau ini deh berita terbaru diakhir tahun 2015.

Lalu kenapa gue tiba-tiba mengungkit kenangan lama macam mantan yang gak bisa move on. Jelas bukan karena gue butuh sandaran hidup tapi karena ketenangan sabtu gue terusik oleh sohib yang minta ditemenin ke komunitas ini.
Apa tujuannya, ya jelas tujuannya bukan buat gabung ke dalam komunitas ini, tapi mengumpulkan bahan untuk tugas multikultural dia. Gue sebagai sohib yang emang udah baik dari sananya ya tentu saja mengiyakan, lebih-lebih gue cukup penasaran sama komunitas yang beritanya bahkan masuk silet, dulu silet itu tenar banget, gue bahkan gak pernah kelewatan setiap episodenya dan seneng banget niru mbak feni rose waktu ngomong 'silet' kayak ada tajem-tajem nya gitu, tapi ya silet udah bubar sekarang semenjak mbak feni rose lebih milih jualan apartamen yang besok senin harganya udah naek.


Fokus lagi,
Akhirnya disabtu itu seusai kerja, gue, dia dan beberapa teman lainnya menyambangi rumah Ibu Lia. Rumahnya ada di daerah Senen dan masuk gang sempit, rumahnya lumayan kalau dibandingin sama rumah gue ya kalah rumah gue, mobilnya ada dua, kesan waktu gue masuk rumah itu adalah waaaahh edan rumahnya Eden minimalis modern.
Ketika kami datang, kami disambut oleh Bpk. Rachman, ramah itulah kesan yang pertama gue dapat dengan sumringah bibirnya menyambut kedatangan kami, gue pikir itulah memang kesan yang harus ditunjukkan sebagai tuan rumah yang kedatangan tamu kepo, gak mungkin juga kan dia bawa-bawa parang lalu nuding ke hidung gue yang pesek?

Obrolan kami pun seputar Komunitas Eden yang tadinya berjumlah ratusan kini tinggal ber-24. Gue sendiri daripada dengerin mending juga terlibat dalam pembicaraan ini.

Komunitas ini sudah ada cukup lama, kurang lebih 20 tahun-an, mengusung bahwa Paduka Bunda Lia (begitu mereka menyebut Ibu Lia) adalah seorang nabi yang mendapatkan wahyu langsung dari Ruhul Kudus (layaknya roh kudus). Disebut sebagai perantara bagi umat manusia yang berdosa, menganggap bahwa agama yang sekarang tidak lebih dari kekangan bagi jiwa-jiwa yang seharusnya bebas.
Sederhananya begini, tidak seharusnya manusia dikotak-kotakkan tapi dipersatukan, cara menyatukannya mula-mula penghapusan segala agama dan menjadikannya satu.

Mungkin yang paling heboh adalah ketika mencuat berita mengenai penghapusan terhadap agama Islam, mungkin gue agak berfikir kenapa mereka mengambil langkah pertama dengan melakukan penghapusan terhadap agama Islam yang notabene adalah agama pertama mereka juga ketika mereka mengedarkan surat-surat kepada para dukun untuk menghentikan praktik musyrik mereka.

Ya, awalnya Komunitas Eden adalah pengajian kecil, lalu tak lama Ibu Lia collapse sampai kejang-kejang, nah dalam proses inilah beliau diberikan mukjizat dapat menyembuhkan hingga akhirnya dari pengajian kepada penyembuhan secara fisik. Tidak berhenti dari sini akhirnya berkembang bagaimana Ibu Lia mendapatkan bisikan-bisikan yang dipercaya dari Ruhul Kudus.
Dari pengajian penyembuhan sampai akhirnya membentuk massa sendiri, inilah cikal bakal lahirnya komunitas Eden, mereka pun bukan hanya hadir lalu ingin melakukan penghapusan agama tapi mereka juga hadir ke tempat-tempat beribadah, salah satunya menyambangi perayaan natal di beberapa gereja yang ada di Jakarta dan sekitarnya.

Massa itu sendiri percaya pada nubuat yang dititahkan oleh Ibu Lia, ini tidak mengungkiri bahwa ada kepercayaan utuh. Tidak memiliki ritual khusus kecuali menundukkan kepala dan bersujud diteras rumah ketika pamit. Begitulah, katanya itu salam pamit kepada ruhul kudus yang mendiami rumah tersebut dan supaya menjaga dalam perjalanan.
Ketika ada kerabat yang meninggal pun biasanya keluarga yang akan meminta agar jenazah disemayamkan sesuai adat asal dan bukan oleh komunitas ini, komunitas Eden tidak melakukan ritual khusus untuk hal apapun, bahkan untuk janji suci a.k.a pernikahan. Mereka tidak membutuhkan persetujuan agama asal kedua hati saling mencintai itu cukup. Anak-anak pun tidak disekolahkan secara formal, karena ini dapat menganggu pemikiran anak yang rentan. Mereka hanya mengajari anak-anak secara private dan mengandalkan informasi yang begitu beredar luas dimasyrakat dengan berselancar di dunia maya. Mata pelajaran yang diajarkan pun hanya yang pokok pokok saja, seperti matematika dan bahasa inggris, untuk hal lainnya biarkan mereka bebas berkreasi.

Pak Rachman banyak menceritakan tentang dunia yang begitu kecil dan kuasa Tuhan yang begitu besar dicampur dengan segala pengetahuan bimasakti yang dimilikinya. Cerita yang terdengar mungkin terdengar seperti film interstellar, gravity, the martian atau bahkan the day after tomorrow, mungkin kalo gue buat satu buku bisa kali dengan genre sci-fi, begitu hafal kata-katanya pada apa yang akan diucapkan seperti memang sudah biasa berbicara berputar-putar.
Tak lama Mas K*lik bergabung, lebih muda umurnya dan awalnya dia beragama Katolik. Wah menarik pikirku. Dia mengikuti komunitas ini karena istrinya, wah cinta memang gila yaa..

Setelah berbicara banyak hal dengan ilmu yang luar biasa kita pun diajak untuk berkeliling rumah. Edan edan edan emang edan Eden, rumahnya bagus banget bro. Dalamnya ditata dengan cemerlang, ya ya ya seperti motto yang ada didepan rumah, rumahku surgaku, semaksimal mungkin mereka menjadikan rumah itu sebagai surga buat mereka. Segala fasilitas ada, mulai dari tempat fotokopian, koki yang handal memasak, tv kabel, internet kecepatan penuh, tempat rekaman yang mungkin bisa dipake karaokean, tiap kamar sudah pakai AC, kalo lapar tinggal jinjit ke dapur biasanya ada snack. Intinya buat pecinta grepe-grepe keyboard komputer macem gue tempat itu ideal banget deh.
Nah yang buat gue kagum sama rumah itu adalah perancangnya tau persis gimana buat rumah terlihat mewah dan bagus tapi tidak hangat dan bersahabat. Kesan elegan dan kaku menurut gue terpancar dimana-mana dan warna putih terasa begitu menakutkan dengan temaram lampu dibeberapa tempat dan sangat bercahaya dibeberapa tempat lain.
Kamar mandinya meeennn, edan keren. Oke gue emang kagum berat sama rumah ini.

Pertanyaan yang terlintas berikutnya adalah siapa yang membayar semua ini kalau penghuninya fokus kepada tujuan dari komunitas ini?
ternyata ada beberapa orang dibalik kemakmuran ini, yang bekerja dan menyediakan segala kebutuhan para penghuni rumah Eden, dimana mereka dapat menikmati santapan yang nikmat dengan berkah rahmat yang melimpah.

Ketika kita berkunjung sebagaimana tamu umumnya kita disuguhi risol isi rebung dan ice cream buatan rumah sendiri, mereka tidak membiasakan diri menerima makanan dari luar bukan karena apa tapi karena mereka tidak mengerti makanan itu bagaimana cara membuatnya, semuanya dimaksimalkan berasal dari dapur mereka. Meski dalam komunitas ini tidak ada larangan seperti makanan haram, larangan paling keras adalah bagaimana nurani bekerja. Mereka percaya seutuhnya bagaimana Paduka Baginda (begitu mereka menyebut Tuhan) akan mencelakakan orang-orang yang hatinya tidak bersih. Begini contohnya, ketika segala fasilitas ada dan kita menggunakannya untuk menonton film bokep nah Paduka Baginda akan bertindak dengan mencelakakan kita bahwa itu seyogyanya adalah perbuatan yang tidak baik.

Sore hampir berganti malam, niat untuk pulang terhalang oleh kehadiran Ibu Lia yang menampakkan diri untuk menerima pamit dari kami atau mungkin beliau ingin tau siapa yang berkunjung dengan tidak tahu diri dari siang hingga menjelang maghrib begini. Foto punya foto, cerita punya cerita, Ibu Lia malah mengajak kami duduk kembali. Katanya hal langka bisa menemui Bu Lia secara eksklusif begini, sehubungan dengan penyakit yang mendiami Bu Lia, katanya terlalu berat menanggung hal-hal yang diwahyukan Ruhul Kudus.
Tak jauh berbeda dengan apa yang dikatakan Pak Rachman, Bu Lia bercerita semenjak komunitas ini dibangun atas wahyu yang diturunkan kepadanya, mengenai reinkarnasi, dan mengenai segala hal lainnya.
Jadi menurut pemahaman gue adalah begini, mereka menelusuri secara mendalam agama-agama pokok, lalu merasakan bahwa hanya ada satu Tuhan, kenapa mesti dibedakan namanya? mereka meyakini reinkarnasi, mereka menkombinasikan satu agama dengan agama yang lain. Mereka percaya dewi kwam im. Bahkan mengatakan bahwa Ibu Lia adalah hasil reinkarnasi Bunda Maria. Sungguh luar biasa mengetahui Bu Lia adalah reinkarnasi Bunda Maria.

Salah satu teman gue ada yang mendapatkan sms usai pertemuan pertama dengan Pak Rachman, dia bertanya siapa yang kira-kira mengiriminya sms dan beginilah jawaban yang gak gue sangka ditambah mendapatkan klarifikasi dari Ibu Lia nya juga...
"Ini sms pasti dari Paduka Baginda, yang punya rumah saja sudah mengijinkan, siapakah kamu ini Nesy* sampai dikirimi sms begini. Ah tapi Ruhul Kudus juga kadang juga lucu, saya saja sampai suka dibuatnya tertawa. Dulu dia menghubungi kami lewat pager (alat komunikasi) lalu pernah dengan kertas dari ketiadaan yang melayang-layang didepan wajah saya sampai sekarang melalui HP, jadi Ruhul Kudus itu tidaklah gaptek. Karena dia yang menciptakan pemikiran kita"
Dan gue terkejut luar biasa memang, Tuhan... punya facebook, path dan instagram juga gak...

Obrolan bahkan sampai ruang makan, disini gue dibuat terkejut lagi. Mahfum gue orang kampung yang jarang banget makan pake garpu, biasanya juga makan didepan tipi bareng anggota keluarga laen nyambi ngegosip. Jadi begitu peralatan makan lengkap dengan tatanan yang indah ya gue jadi takjub sendiri, table mannernya wow banget disini.
Usai makan kita disuguhi penampilan dari anak-anak yang tumbuh dikomunitas ini, mereka memperdengarkan suara mereka.
Berbalutkan kain, kepala cemerlang tanpa rambut dan suara merdunya. Gue pun mencoba menikmati momentum itu dengan baik. Suara anak-anak adalah suara dari surga, begitu yang pernah gue denger dari nyokap gue sendiri.

Dan malam dengan gema rintik hujan pun dimulai, tekad pulang mulai terasah kembali ketika melirik jam di tangan. Waktunya kami menyudahi kunjungan.

Mungkin sedikit tanggapan untuk tidak memvonis dibalik benar tidaknya, dibalik baik salahnya. Gue cuman bisa komen Tuhan punya rencana atas apa yang mereka lakukan seperti Tuhan punya rencana pada kita. Mungkin agama hanyalah sekedar nama bila tidak dilaksanakan sebagaimana kodratnya manusia. Dulu pernah ada pertanyaan ke gue mengenai agama yang gue anut,
"apa alasanmu tinggal di agamamu sekarang kalau kamu bisa memilih yang lain?", 
tentu kita tidak bisa menentukan mau lahir dimana, kita tidak bisa meminta orang tua dengan agama apa, tentu apa yang melekat pada kita bukan lain adalah warisan dari orang tua, tapi akhirnya jawaban gue adalah,
"gue menemukan damai dalam agama ini".
Ya, karena akhirnya manusia membutuhkan kedamaian hatinya melalui apapun yang dipercayainya dan gue sudah terlanjur mencintai apa yang gue yakini sekarang :)
Akhirnya ya dikembalikan kepada refleksi bersama~~

21 comments:

  1. wah ini cerita lama ya, dan keingintahuan membawa ke sana sekedar ingin tahu apa yang terjadi di sana

    ReplyDelete
    Replies
    1. ceritanya baru, awal Oktober kemarin. Namun memang tragedinya sudah lama sekali..
      Yap rasa penasaran asal dari segalanya mungkin haha

      Delete
  2. pasti pengalaman yang luar biasa bisa ketemu sama komunitas itu ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kupikir selalu ada kesepakatan dengan pengalaman untuk hal-hal baru :))

      Delete
  3. Gak takut dibrainwash? Aku sendiri menghindari untuk tahu lebih dalam mengenai mereka. Takut akhirnya kepo terus terjerumus karena melenceng dari agamaku. ._.

    ReplyDelete
    Replies
    1. unungnya sih enggak, yang jelas memang ketika sudah niatan kesini, sudah membentengi diri dan minta restu sama Tuhan :D

      Delete
  4. Hmm.. pro dan kontra kalo masalah ini. Kita ga tau mana yang bener dan yang salah. Ah, ga usah dipikiran lah ya, ambil yang positif aja :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap betul, kita memang harus selalu ambil positif, apalagi kalo memang dia mengajarkan kebaikan.

      Delete
  5. Salam kenal, sy andreyas :)
    Sangat menarik membaca kisah di atas. Di web komunitas eden jg memposting ttg kalian, terkhusus ttg sms dari ruhul kudus itu :) bisa dicek di webnya, kisah kalian malah jd postingan terbarunya, td siang sy buka :D

    Ini bukan ttg benar dan salah. Biarlah mereka mengklaim kebenarannya sendiri. Kalo kita pny iman, sy yakin tdk akan terpengaruh. Selamat malam, God bless us :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hola bang Andreas, ya saya pun terkejut wekekekek..
      mungkin itu adalah salah satu pembuktian bagi mereka.

      yap benar, pada akhirnya memang yang menentukan pilihan adalah kita dan seberapa jauh iman kita

      Delete
  6. Yang lebih tahu mengenai rincian tentang sepak terjang Komunitas Eden ini adalah Bpk. Marzani Anwar, Peneliti Utama di Balitbang Agama Jakarta sekaligus Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang memiliki pengalaman mengenai putra suling beliau yaitu Elfa Diasmara yang tidak berpikir panjang langsung bergabung begitu saja dengan Komunitas Eden ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah menarik!
      terimakasih atas informasi diatas, tentunya ini akan membantu mengembangkan sumber..

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete
    3. Sama sama mbak, tapi saya mengerti masalah yang dialami Keluarga Pak Marzani Anwar dan Keluarga Ibu Chairijah Ali yang pada awalnya mencari sensasi mengenai kedatangan UFO di Monas yang pada akhirnya menjadi masalah keluarga mereka karena Elfa Diasmara bukannya pulang dari kantor malah masuk Komunitas Eden ini, namun saya tidak ikut campur urusan mereka

      Delete
  7. Mbak ini beberapa artikel dari Pak Marzani Anwar, selamat membaca (copy link di bawah ini satu demi enam link yang tersedia
    1.https://marzanianwar.wordpress.com/2016/02/09/pasal-reinkarnasi-di-komunitas-eden/
    2.https://marzanianwar.wordpress.com/2016/03/05/mui-diminta-anulir-fatwa-sesat-eden/
    3.https://marzanianwar.wordpress.com/2015/09/28/cuci-otak-ala-eden/
    4.https://marzanianwar.wordpress.com/2015/11/03/eden-masih-menegaskan-penghapusan-islam/
    5.https://marzanianwar.wordpress.com/2016/02/03/untuk-yang-terhormat-ibu-lia-eden/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf, maksud daya satu dari lima artikel dari bulog pribadi Pak Marzani Anwar yang berkaitan dengan artikel mengenai pengalaman mbak dengan beberapa teman mbak di Rumah Komunitas Eden ini. Terima kasih

      Delete
  8. Kutipan Komentar dari Bpk. Marzani Anwar
    Memang ajaran Eden ada bagian yang seakan-akan extraordinary, misalnya bicara tentang alam ruh, reinkarnasi dan nasib semesta. Bagi orang yang belum cukup pengetahuan agamanya, bisa terpesona, seakan-akan itulah jebenaran, dan itulah agama. Ketika daya pesona sudah tertanam, dan apalagi orang mau datang ke pusat eden, di situlah mulai dirayu lebih jauh, dan sampai pada tawaran pensucian. Orang tidak sadar, bahwa ritual pensucian itu adalah Pembaiatan, yang menjadi titik balik keberagamaan atau kebeimananybs. Di sanalah cuci otak dalam arti yang sebenar-benarnya terjadi. Sehingga dengan lenggangnya mau meninggalkan agama yang dianutnya selama ini.
    Lia eden memang berhasil mencuci otak para anggota baru. Dengan dalih pensucian anggota baru dibaiat percaya dengan dibuatkan wahyu2 gombalnya. Dengan pensucian ini anggota baru bisa tinggal di eden. Disinilah prosesi pencician otak mulai dilakukan, ini kejadian dari salah seorang kel. saya, saat setelah pensucian itu dia sudah tidak pulang kerumahnya ( menurut saya itu disekap dgn doktrin dan perintah2nya lia) , klo pulang hrs ijin lia yang dengan perintah2nya dianggap sbg perintah tuhannya. Anggota baru dari kel. saya itu dibuatkan wahyu gombal lagi shg sekarang dia telah dibuatkan wahyu dianggkat jadi rasul bahkan telah dinobatkan sbg " malaikat penjaga surga eden jln mahoni 30 Senen Jakpus: ???? anehkan ???. Mulailah keluarga klimpungan marah sedih dan bingung . . . . luar biasa kejadiannya mengerikan skl dari kel. yang utuh dan harmonis tiba2 suami meninggalkan tanpa ada tanggung jawab, sudah mati rasa sayang dan cintanya terhadap anak2 yang masih kecil2 dan istrinya dan sejak itu pula tidak dinafkahi, semua gajinya diminta lia untuk kepentingan tuhannya , aneeh skl ada ibu yang mengaku tuhan meminta agar anggotanya tidak menafkahi anak dan istrinya ???? ngeri sekali, ajaran apa itu ???? ) anggota baru tsb betul2 diatur oleh lia supaya meninggalkan keluarga. Hampir semua anggota setelah di eden keluarganya jadi brantakan . . . . dan berakhir dgn perceraian. Hati2lah dan waspada agar jangan mudah percaya klo perlu nggak usah atau hindari baca2 risalah eden yang sesat itu. Mudah2an anggota dr kel. kami ini adalah korban terakhir jangan ada korban2 lagi jangan seperti kel. saya jadi brantakan diobrak abrik eden. Salam dari kel. kami yang sampai saat ini masih fokus perhatian pada salah satu kel. saya terjerumus di aliran sesat eden tsb. . . . . .

    Sumber:
    Http://www.kompasiana.com/marzani/ekstreemitas-pasca-liminal-pensucian-komunitas-eden_55fb810e4223bdc90923bbb4

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini cerita dari Pak Marzani Anwar yang sedih melihat salah seorang anggota keluarganya yang notabene menjadi pengikut Komunitas Eden yang pernah kalian kunjungi itu lho, Mending harus berhati hati

      Delete
    2. Tanpa memihak siapapun, saya hanya bisa mengatakan bahwa mulailah bertekun pada agama yang telah dianut dan meneguhkannya, namun bukan berarti buta jalankan logika juga. Jika disusuri memang selibat dengan komunitas ini memiliki keahliannya masing2, dan bisa dibilang keahliannya tidak main2

      Delete
    3. This comment has been removed by the author.

      Delete

  • Etika Profesi Akuntansi