Sunday, October 23, 2016

Masyarakat Cerdas Informasi





Heyho, ada baiknya kalian menonton video singkat diatas sebelum beralih ketulisan yang bakalan buat kalian berfikir dua kali.

Gerakan #SayaSehati ini beranjak dari gerahnya segelintir para pemuda akan media massa yang dinilai tidak terlalu bijak dan terjepit kondisi atasan-bawahan untuk menyebarkan segala informasi, ini semua didukung pula dengan kondisi masyrakat yang tidak mumpuni terhadap info dan kebanyakan pasrah pada ketidakberdayaan untuk menelaah segala informasi.


Wah kata-kata saya dihari minggu ini memang agak berat, seberat Koh Ah*k yang lagi kena masalah atau kasus sianida yang masih terus diperpanjang guna memeloroti harta Jess yang kayaknya gak abis-abis buat nyewa pengacara. Bahkan beberapa waktu lalu, tersiar kabar KPI melakukan teguran keras terhadap beberapa tayangan publik yang terlalu vulgar dan dianggap menggiring publik (Link).

Sederet kata yang saya ucapkan diatas dan opini kalian mulai terbentuk.
Beginilah media kini bekerja, bukan bersikap skeptis pada media, kita butuh media terutama media sosial sekarang ini. Kita butuh mengerti apa yang terjadi diluar sana dan apa yang akan terjadi nantinya hingga segala hal-hal negatif itu bisa diatasi lebih dini.

Tapi,
Apa jadinya bila kita nyata nyata menerima informasi yang salah?
Apa jadinya bila menelan mentah segala informasi yang ternyata salah?
Apa jadinya bila kita malah meragukan informasi yang ternyata benar?

Kapabilitas media tentu menjadi tolak ukur seberapa kuat negara yang dipelopori oleh kecerdasan masyrakat.
Apa jadinya kalau media yang sudah cerdas ternyata harus digiring oleh para elite politik atau yang memiliki maksud-maksud tertentu?
Kita pun akhirnya mengatasnamakan masyrakat yang menjadi korban, korban kebodohan akibat mengonsumsi informasi yang jelas-jelas beracun.

Opini kita tergiring dengan mudah, sudut pandang kita dibentuk oleh apa yang kita lihat (dan memang sengaja diperlihatkan).
Mulut kita dibungkam jelas didepan mata kita atas pendapat-pendapat yang sebenarnya bisa kita kemukakan.
Hak-hak berpendapat tidak lagi terdengar jelas, yang ada hanyalah pendapat yang memang sudah dibentuk dan terpaksa terbentuk akibat perubahan yang tidak kita rasakan.

Aku kamu kita semua adalah bagian dari masyrakat yang harus mulai berubah.
Pikirkan bagaimana media pemberitaan kini terbagi menjadi pembicaraan mengenai fakta dan mengenai opini lalu terbaur menjadi satu, sulit membedakan media yang independen dan tidak.
Pikirkan bagaimana satu sumber saja sekarang tidak cukup, kita harus lebih cerdas membandingkan berita. Bukan untuk membanding-bandingkan tapi untuk mengetahui sejauh mana kebenaran itu dapat diuji.

Persis seperti masa kuliah ketika skripsi, kita tidak mengatakan bahwa hal yang kita uji memiliki kebenaran mutlak. Kebenaran mutlak hanya ada pada rumus dan matematika yang artinya kebenaran itu ada ketika benar-benar dilaksanakan.
Media banyak menggunakan pemanis dan masyrakat terlalu senang pada buaian.
Tidak saling menyalahkan, tapi kita semua harus berbenah.

Sehat. Cermati. Informasi.

Saya pikir ini hashtag yang membuat kita bukan hanya harus berfikir, tapi juga bagaimana sebagai masyrakat kita tidak bisa terus merongrong pada perubahan media yang jelas telah dikuasai pihak-pihak berkepentingan. Kitalah sebagai masyrakat harus cerdas nyata untuk berpendapat dan berbuat guna memberikan infornasi yang informatif.

Hentikan menyebarkan informasi yang belum dinyatakan kebenarannya,
Hentikan semudah itu terbuai oleh judul tanpa membacanya
Jadilah masyrakat cerdas informasi.

Mungkin langkah awalnya dengan menguji kebenaran tulisan ini, apakah ini hanya sekedar opini atau menggiring pendapat kalian menjadi sama dengan saya?

FB : Saya SEHATi

*Ane muat juga dikaskus http://www.kaskus.co.id/thread/58030d625a51631c0b8b456b/masyrakat-cerdas-informasi *  

8 comments:

  1. Ga cuma di TV, di sosial media juga banyak banget yang ngirimin info ga cek dulu. ada yang ngasih info pake anceman harus sebar ke beberapa orang lah. Kadang ga ngerti lagi deh orang begitu mudah percaya sama informasi BCan begitu :"

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah iya tuh, ada yang bahkan bilang kalo mau beruntung kirim pesan ini 20 ke orang disekitarmu. ah gila

      Delete
  2. Salah satu kekurangan orang Indonesia itu adalah mudah terpengaruh. Udah, percaya sama gue. Banyak yang pada ga cross-check dulu. Sampai pada lahirnya HOAX dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. percaya deh sama kamu, haha..
      yang jelas semakin mudahnya kita berkomunikasi dan mendapatkan informasi semakin rentan kita terhadap informasi yg salah.

      Delete
  3. wah komennya bener-bener rule of three kalo di stand up. bener- bener ketiganya ngaco. kita emang hidup di zaman informasi. akan tetapi gue merasa kita ga bisa ngubah karena gue cuma merasa kalo orang tahu satu hal setiap orang punya beberapa sikap yang berbeda dalam mengangapi hal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Akan selalu ada orang-orang rese yang menyebarkan informasi2 baik berguna ataupun tidak. Yang jelas bagaimana "beberapa sikap" yang mengarah kepada orang awam menjadi benar.
      Ya sikap, tapi gak semena-mena menjadi pelaku penyebar informasi yang jelas2 gak valid.

      Delete
  4. orang Indonesia terkadang tidak tahu membedakan mana berita yang benar dan menyesatkan akibatnya masalah yang tidak terlalu rumit dibikin jadi membingungkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. yap semuanya karna salah kaprah, pengertian yang sesungguhnya tidak dimengerti

      Delete

  • Etika Profesi Akuntansi