Thursday, May 26, 2016

Tanda tangan oh Tanda tangan..

Membaca tanda tangan?
Apalagi tuh atau malah udah biasa?
Yang jelas ini gak biasa buat gue, buat tanda tangan artis gue yang sekarang ini kebanyakan dipublish diatas kuitansi ataupun hal-hal bau duit.

Yang jelas ini semua berawal dari kedatangan guru BP ke ruangan gue, duduk manis dibelakang gue sambil bersenandung ria.

"Bu, ibu bisa baca tanda tangan saya?" tanya rekan kerja gue,
"coba tanda tangan disini" jawab guru BP yang berlatar belakang Psikologi ini,

Usai temen gue tanda tangan, lalu dicoba dibaca sama guru BP satu ini. Gak lama dia senyum senyum sendiri dan menuliskan beberapa hal salah satunya adalah sifat temen gue yang ribet tapi mudah beradaptasi dimanapun dia berada. Wah meski ada minusnya tapi plusnya bermanfaat banget.

Ngiri, gue dengan mupeng sambil mata berbinar minta tolong buat dibacakan tanda tangan gue yang gak seberapa ini.

"Kenapa kamu selalu memandang masa lalu?" jleebb dan gue mandang dia sambil ketawa, kayaknya beneran bakat gagal move on nih


"Gimana nih maksudnya bu?" tanya gue pake muka mesem kecut meminta kepastian

"Iya jadi kamu selalu memandang masa lalu, ketika ingat takut bergerak, takut berbuat. Yang jelas kayak apa yaa, trauma juga bukan cuman takut aja. Istilahnya ya gagal move on"

Ibarat kata gue adalah pribadi yang selalu memandang masa lalu dan bertindak sangat hati-hati untuk masa depan agar kejadian dibelakang tidak terulang kembali, tapi permasalahannya adalah ketika bertindak hati-hati itu gue malah terjerumus dalam kurungan yang tidak terlihat, membelit segala gerak hingga tidak bebas mengekspresikan apa yang dimau. Gue rasa ini semua tepat guna dan gue yakin guru BP ini bukan guru biasa, kayaknya dia cenayang. Hahaha..

Gak berhenti sampai disitu, dia melanjutkan.

"Apa yang kamu tutupi, kenapa tertutup?" Gue tersenyum rasanya pengen jawab apa yang Vermouth (dalam komik Detective Conan) katakan ketika ibunya meninggal
"a secret makes woman woman"
Keren banget gak sih kata-katanya? rahasia membuat wanita menjadi wanita. Gue rasa ketika membaca part ini, hal itu merasuk betul dalam jiwa gue yang saat itu gak kenal namanya tertutup, cuman ngerti gue dalam kondisi gak semua orang harus tau kondisi sesungguhnya yang gue rasakan, dulu gue lebih skeptis menyatakan bahwa apa yang gue rasakan dan simpati orang-orang hanya sebatas itu tidak membantu apapun, maka gue harus bangun sendiri, bangkit sendiri dan memulai segalanya sendiri. Hingga akhirnya gue memilah mana yang harus dishare, mana yang lebih baik ditutup saja dan gue akhirnya lupa hal hal yang perlu dishare.

Waktu jaman SMP jelas terngiang bahwa setiap pembagian raport gue selalu punya catatan
"Tolong interaksinya dengan teman sekelas"
Begitu catatan gue sampe kelas 2 SMK, dengan catatan yang sama, masalah yang sama dan omelan yang sama untuk lebih berinteraksi dengan orang sekitar. Oke, apa masalahnya kalo diem saat jam pelajaran? emangnya salah. Yang salah itu kalo ngobrol terus. Huh. Gue gak se introvert itu kali atau anti sosial, gue cuman lagi asik baca komik bokep dibangku paling belakang aja. Hahaha.

Balik ke masa sekarang,
Kalo gak guru BP yang ngomong begitu gue hampir aja ketawa ketika rekan kerja gue dengan pedenya bilang

"Kalo elu mah yu, bisa langsung terbuka sama siapa aja" dan gue ketawa sambil nangis kayak di emoticon emoticon kunyuk itu
Jelas rekan kerja gue satu ini gak pandai menilai orang.

Balik ke topik,
Katanya tanda tangan kita mau sekeren apapun, mau dibentuk kayak gimanapun, mau diakalin macem apa tetep aja pribadi kita kebaca.
Untuk melihat sekilas mungkin bisa, tapi kalau mau dirinciin mesti diperhatikan betul titik tekan saat tanda tangan, begitulah yang Ibu BP tercinta bicarakan.

Bagaimana pada dasarnya setiap manusia punya karakter dan kepribadian sendiri atau yang disebut pribadi murni (asal), dimana ini sama sekali belum tercemar dan merupakan cerminan dan diri atas kehidupan yang diberikan. Nah bergerak menuju pendewasaan dengan kontrol komunikasi orang sekitar maka karakter bawaan atau asal yang kita miliki berubah, beradaptasi dengan lingkungan sekitar.
Tergantung pada siapa kita berteman, pada siapa kita bergaul dan pada siapa kita berbicara, tergantung bagaimana kita mengungkapkan pendapat dan pendapat kita ditanggapi begitulah akhirnya karakter kita yang sekarang ini terbentuk.

Yang jelas bukan asal tempa aja, kalau hari ini dia jadi penjahat bukan berarti ada yang salah dengan pergaulannya, kita harus tau bagaimana kondisi lingkungan kehidupannya. Apakah sebenarnya mendukung dia melakukan hal itu atau malah kebalikannya, kalau dia jadi penjahat yang menyamar jadi penjahat juga bukan salah dia, kebanyakan gaul sama tikus mungkin.

Tanda tangan disebut salah satu cara ampuh untuk menunjukkan identitas seseorang selain gaya tulisannya. Lalu bagaimana bisa apa yang kita tulis mencerminkan diri kita sendiri, nah disinilah gue mulai mencari kebenaran hati itu #hasek.

Dan ternyata bener aja yang Ibu BP tercinta bahwa tulisan ataupun tanda tangan adalah penciptaan dari alam bawah sadar pribadi yang banyak dipengaruhi oleh lingkungan. Gaya penekanan, pemilihan tanda tangan ataupun simbol artistik sampai yang melingkar-lingkar aja ada artinya, sampe yang ada bintang bintangnya di tanda tangan juga ada artinya. Tapi ya kalo menilai orang dari tanda tangan kurang valid.
Yang valid dan afdol adalah menilai bagaimana tulisannya.




https://santai2008.wordpress.com/2010/05/12/membaca-kepribadian-lewat-tanda-tangan/
weekepedia.blogspot.com
www.gaptekupdate.com 


6 comments:

  1. Hebat euy guru BPnya.
    Ngomongin ttg kepribadian yg kurang bergaul, gue rasa ga salah. Bergaul kan harus pilih-pilih ya?

    ReplyDelete
  2. sayang banget guru gue ga ada yg sesakti itu):

    ReplyDelete
    Replies
    1. ngelmu ke banten dulu bil, biar sakti haha

      Delete

  • Etika Profesi Akuntansi