Thursday, May 12, 2016

Surat Balasan #2 #Yoana

Balasan untuk Jawaban terbuka untuk tantangan terbuka

Halo Sahabat!
Wah senang campur sedih, karena pada akhirnya ketika diputar-putar angin dan dililit kegelisahan, akhirnya angin mengantarkan surat ini untuk sampai pada pandang matamu.

Sungguh maafkan atas waktu yang kurang memanjakanku hingga kini saatnya untuk membalas segala kata-katamu.

Senang mendengar kamu berusaha untuk terus bangkit sahabat, segalanya memang tidak mudah namun bukan berarti sangat sulit. Kita memiliki kesulitan masing-masing, tapi sampai sekarang kita hidup dan mampu tersenyum adalah bukti bahwa segalanya akan berujung baik-baik saja.
Aku juga senang kamu telah membiarkan tangan berirama dengan ketikan keyboard menyulam kata demi kata, menjadi sedemikian indah meski rapuh.


Kurasakan setiap katamu rapuh, berdesir hebat dalam jiwa yang masih melara. Masih mengharapkan kenangan lama kembali, masih mengharapkan pengertian demi pengertian, mengharapkan alasan demi alasan untuk tidak bersama namun masih ingin bersatu.

Bingung?
Begitulah hatimu sekarang, kamu menggoreskan tulisan tidak sebanyak luka yang kamu rasakan, teruslah menulis itu baik untuk aliran darahmu dan rambut pendekmu. Apa hubungannya? entahlah karena tidak selamanya kata demi kata berkorelasi untuk membuatmu pusing setengah mati. Haha..

Bingung? tertawakan saja, ya tertawalah sahabat, karena tawamu melebihi apapun itu. Karena tawamu merupakan keberuntungan besar bagi orang tuamu, orang tua yang mendidikmu bukan hanya untuk berdesah ragu pada asa yang hilang ditelan cinta.

Sahabat, aku tau kini kamu merasakan lelah dan jenuh, arti yang sempat kamu rasakan mulai meluntur, mungkin kamu juga merasakan bahwa ini bukan hidupmu seutuhnya. Tidak apa, biarkan bimbangmu merasuk dalam dirimu, nikmati dan rasakan goncangan selayaknya kamu naik Halilintar di Dufan. Begitulah, jiwamu sampai mau lepas dari ragamu, menyenangkan memang tapi tidak bagus untuk jantung yang lemah, hehe..

Sahabat, coba hitung berapa kali aku mengatakan sahabat sampai aku ingin menggantinya dengan semua namamu, haha.. yang jelas meski aku tidak selalu berada disampingmu, meski aku selalu tidak membalas pesanmu, aku akan selalu ada disini dengan doa yang kudendangkan pada Tuhan untukmu, mungkin juga beberapa hari ini kamu rasakan aku sudah tidak berbincang lama lagi denganmu, tenanglah sahabat.
Segalanya untukku baik-baik saja, meski tidak sebaik ketika kamu mengomentari mantanmu, haha..

Oke sudah terlalu banyak tawa yang kuperdengarkan untukmu.
Semoga moodku baik untuk naik kereta dan kita bisa menghabiskan jalan dengan mengobral canda tawa yaa.. :)

sumber

No comments:

Post a Comment

  • Etika Profesi Akuntansi