Wednesday, October 7, 2015

Sempurna Mengenang


dok. pribadi (itu muka gue men)
Demi Aditya Regas dan buku “DAM (Diary Anak Magang)”-nya yang sangat laku dipasaran, gue dan sejumput keberanian nekad membeberkan simfoni masa lalu yang selalu membuat gue baper, yakni tantangan menceritakan mengenai One memorable song atau kalau gue terjemahin secara EYD adalah Satu Lagu Kenangan.
Nah indahnya hidup karena lagu ini secara langsung membentuk kepribadian gue menjadi welas asih meski masih kalah sama asih welas, oh maaf itu asri welas tapi tak mengapa maklumkan saja.

Ini adalah lagu pertama yang gue apal dan gue persembahkan khusus untuk si mantan. Haruskah gue tegaskan lagi kayak si Regas biar greget. Oke! ini lagu khusus untuk si MANTAN, sekali lagi deh biar nampol MANTAN.
Kenapa mantan? karena gue yang sejatinya memiliki otak sebesar plankton tidak begitu saja hafal pada lagu-lagu, apalagi panjang gitu. Jadi gue khusus tujuh hari tujuh malam bertapa di gunung merapi untuk menghafal lagu ini demi doi yang baru gue pedekatein selama sebulan dengan harapan ketika jadian inilah lagu pertama yang gue nyanyiin ke dia, Sempurna punya Andra and The Backbone.

dibuat dengan ketulusan hati
Dalam proses menghafal yang terbilang lemot itu, gue mendengarkan lagu ini sampe jamuran. Bahkan ketika versi Gita Gutawa keluar, gue sempet sedih dan down berat, bukan karena gue masih suka lupa liriknya (dijamin kalo lomba hilang lirik, sebelum lagunya mulai gue udah dieliminasi), tapi karena nadanya gak cocok buat gue yang suaranya ababil antara sopran dan alto, sempet kepikir nanti pas jadian gue bakal nyanyiin dia sempurna dengan lipsync Gita Gutawa biar mantep. Tapi sayangnya gak gitu, gak sesuai banget sama hati nurani gue yang masih bersih, jadinya ya gue cuman duduk dipojokan merenungi suara gue yang makin sumbang tiap harinya. 
“Kau adalah darahku.. Kau adalah jantungku.. Kau adalah hidupku, lengkapi diriku.. Oh Sayangku, kau begitu sempurna”
Liriknya kayak lirikan doi yang mantep, dari lagu ini juga gue berhasil merangkai beberapa puisi dan cerita. Puisi bisa diliat dari note gue yang ada di FB ini (Kisahku Denganmu I) ini (qmu dan aku) dan ini (Kisahku Denganmu II) juga ini (Kamu.. Kayak.. :)) lalu ini ("Rasa") dan banyak ini (Kisahku Denganmu III) lainnya. Untuk cerita fiksi yang tercipta berkat lagu Sempurna ada nih di blog ini (Untuk Muel), ah juga beberapa puisi yang gue cantumin ini (Lovely Foreva) ini (dia, dia dia, hanya dia, untuk dia) dan banyak ini. Yap, ini semua adalah hasil dari si Sempurna dikombinasikan dengan rasa ke doi.

Lagu ini ngebuat gue bukan aja terenyuh oleh kata-katanya, tapi gimana akhirnya hati gue meresapinya sebagai pujaan hati yang terdamba dan perasaan yang menghasilkan tulisan-tulisan manis dipersembahkan khusus untuk dia.
Sempurna buat gue macem sihir aja, abrakadabra dan ada wajah dia di bayangan gue, sedikit minjem lagu tetangga “mau makan ingat kamu, mau mandi ingat kamu, mau keluyuran ingat kamu” begitulah lagu ini bukan hanya terangkai lewat kata-kata, tapi lagu ini menjadi sebuah inspirasi bagi hati yang selalu merasa merindu terhadap si doi.

Tapi sekali lagi itulah masa lalu, sampe sekarang gue masih dengerin lagu keramat yang berhasil gue hapalkan dan nyanyikan ketika diminta ataupun gak diminta, pokoknya request lagu apa pun, gue pasti nyanyinya ini (wong, apalnya cuman ini).
Bukan upaya untuk membangunkan memoar masa lalu tapi memang ada kenangan indah lain yang tersimpan di lagu itu, terciptanya karya-karya gue, senyum dan tawa gue semasa itu.

Yaah semoga aja di tahun ini atau tahun besok Tuhan mengijinkan hati gue, loe dan kita semua yang baca tulisan ini, untuk menjadi jomblo sorry maksud gue sedang jomblo dimana kehidupannya sekarang kering meronta sampe rontok untuk bersemi dan terinspirasi kembali dengan lagu Sempurna..

Doa malam ini :
“Tuhan dekatkanlah aku dengan jodohku, bila ternyata masih jauh tolong revisi aja dia jadi jodohku, kalau segan juga jodohkanlah dengan temen-temennya yang lucu dan menggemaskan itu”.
-Amin-

#RegasGA
mau ikutan GA-nya, klik aje gambarnya.

No comments:

Post a Comment

  • Etika Profesi Akuntansi