Friday, March 13, 2015

Hujan Meteor (1)

Ketika langit sedang dipenuhi hujan meteor berdoalah, ya.. berdoalah untuk meminta sesuatu. Pintalah apa yang kamu inginkan, berdoalah didalam hati. Maka Tuhan akan mengabulkan segala permintaanmu.

Gadis itu percaya pada hujan meteor, bukan tanpa alasan dia percaya tapi karena seseorang, seseorang yang telah berada didalam hatinya semenjak lama hingga dia lupa semenjak kapan seseorang itu hadir dan mengisi harinya yang kosong dengan tawa dalam sunyi.
Lelaki itu, dialah yang menjadi pengisi hati sang gadis. Ijinkanlah aku memakai nama Mikhael untuk sang lelaki dan Sarah untuk sang gadis, kalian tentulah boleh mengganti nama mereka sesuai dengan keinginan kalian, namun jangan lupakan mereka ketika kalian menyematkan nama pada mereka.

Mikhael bisu semenjak kecil, dia mengenal dunia lewat Sarah, sang perawat. Perawat yang begitu setia menemani dan menjaganya, perawat yang bukan saja keluarga, adik, kakak ataupun saudara tapi juga seorang gadis. Sarah tidaklah cantik juga tidak terlalu jelek, namun bukan karena itu Mikhael menyukai Sarah. Karena kebersamaan mereka, karena rasa yang dimiliki Sarah untuk Mikhael, maka dunia Mikhael yang selalu dibalut kesunyian (bahkan ketika dia tertawa) menjadi lebih bernyawa dihiasi tawa renyah Sarah tiap harinya.

“Sukakah kamu pada hujan meteor?” suatu kali Mikhael menuliskan itu di notesnya, membuat Sarah yang sedang mengupas apel disebelahnya tersenyum lalu mengangguk sambil tersenyum

“Aku juga menyukainya, apakah kamu tau kalau kita berdoa dibawah hujan meteor akan dikabulkan?” Mikhael kembali menuliskan dan Sarah nampak berfikir sebentar lalu menggeleng, dia tidak percaya keajaiban instan seperti itu. Hidupnya sudah dipenuhi luka dan pedih, Sarah sudah merasakan bagaimana kerasnya hidup dijalanan dan perjuangan untuk sampai titik dimana kini dia menjadi seorang perawat.

“kenapa?” tanya Mikhael kembali, dia bingung.. Mikhael menyukai keajaiban, meskipun itu tidak pernah hadir dalam dirinya.

“tidak apa-apa, memangnya apa yang mau kamu minta kalo ada hujan meteor?” Meski tak percaya, namun Sarah terusik juga, membuat Mikhael tertawa kecil yang disambut senggolan Sarah menuntut jawab bukan ditertawakan.

“ra-ha-si-a” tulis Mikhael kembali, lalu menjulurkan lidah.

Sepenggal cerita bahkan tak bisa menceritakan banyak hal, ada banyak yang ingin kusampaikan tentang mereka, yang seringkali membuatku tertegun dan bertanya pada diri sendiri. Beginikah cinta?
Mereka memang belum berstatus resmi pasangan, belum ada pernyataan dari kedua pihak dimana hati mereka sesungguhnya sudah bertautan, namun mereka menyalurkan segalanya melalui apa yang mereka lakukan, apa yang mereka bicarakan, melalui pandangan mata yang sama sekali tidak bisa dibohongi. Ya, Mikhael dan Sarah telah menjalin rasa dibalik kesenyapan yang mereka rasakan, lewat kebersamaan lewat kesepahaman dan jaringan-jaringan halus yang membentuk perasaan diantara mereka. Mereka menjalinya dengan sangat halus namun kuat.

“dua hari lagi akan ada hujan meteor, maukah kamu melihatnya bersamaku?” kali ini Mikhael tidak menuliskannya lewat notes, dia memakai bahasa isyarat tangan

“kenapa harus aku?” goda Sarah

“karena kalo bukan bersamamu aku tidak mau” Mikhael sama sekali tidak menjawab godaan Sarah, dia mengatakannya dengan raut muka yang tegas dan menuntut ditemani, membuat Sarah salah tingkah

“Pokoknya kamu harus datang, aku yang akan menemuimu” Mikhael kembali menarikan jemarinya membentuk bahasa isyarat, membuat Sarah sedikit jengkel namun juga penasaran, baru kali ini Mikhael memaksakan sesuatu padanya.

-o-

“Sarah..” panggil seseorang, seorang pemuda dari masa lalu, sahabat dan layaknya saudara

“Ray, sedang apa kamu disini? bagaimana menemukanku?” Sarah tersenyum bahagia lalu memeluk Ray, sang sahabat ketika dijalanan dahulu

“Aku sudah lama mencarimu untuk mengatakan sesuatu” dan Sarah pun mendengarkan dengan seksama, rupanya kabar yang dibawanya adalah kenyataan yang sudah Sarah lupakan dan hampir saja tidak mengingat sama sekali kenangan masa lalu. Ayahnya telah meninggal dan itu tentulah bukan suatu hal yang memberatkan, karena dahulu Sarah diusir dari rumahnya dan melihat kebiasaan buruk sang Ayah, maka tak heran ajal akan sangat bahagia menemuinya dengan cepat.

Sarah dan Ray lama berbincang sampai mereka pada satu titik dimana Ray bertanya tentang perasaannya sekarang dan disanalah Mikhael berada, mendengarkan dengan seksama dan memperhatikan mereka berdua. Merasakan jengah akan keadaannya sekarang dan ketidakberdayaan yang ada padanya.
“Mikhael..” panggil Sarah, membuat Mikhael menatapnya lalu segera berlari keluar. Mikhael merasa kecil, merasa tersisih, tiada arti. Dia merasa bahwa ini semua adalah rekayasa, bahwa dia memang tidak pantas pada keajaiban-keajaiban, bahwa dia merasa dia tidak pernahlah pantas bersanding dengan cinta.

“kenapa kamu lari?” seru Sarah, membuat Mikhael berhenti mendadak, lalu menatapnya, mendekati Sarah dan mengacak-acak rambut Sarah

“katakan” teriak Sarah, teriakan itu makin menyayat Mikhael, dia ingin berteriak namun yang terdengar hanyalah angin kosong, dia ingin menggerutu namun yang terdengar hanyalah senyap, dia benci pada dirinya sendiri, yang tidak bisa berbicara bahkan ketika dia ingin sekali mengucapkan I love you, apakah dia harus tetap menuliskannya pada selembar kertas?

“kalau kamu cemburu sama dia, dia cuman sahabatku Ray” jelas Sarah yang membuat Mikhael malah mengisyaratkan agar Sarah kembali kepada Ray.

Mereka mulai keluar dari pekarangan dan sampai pada jalan raya, tempat dimana apapun bisa terjadi, tempat dimana tidak baik untuk bertengkar, karena begitulah yang terjadi. Mikhael tertabrak karena menyelamatkan Sarah, dia mendorong Sarah dan akhirnya malah terserempet truk. Pemandangan yang ngilu membuat diri bergidik. Tidak ada erangan hanya bunyi tulang remuk dan sekejap jeritan seorang wanita yang membelah malam sepi. Sarah langsung menghampiri Mikhael, Mikhael membuka matanya, tersenyum menatapnya lalu menyerahkan surat yang telah dia pegang dengan erat. Pada akhirnya dia tersenyum lalu menunjuk ke atas dan menutup mata. Sarah langsung melihat ke atas dan dia melihat hujan meteor, inilah alasan kenapa Mikhael ada dihadapannya tadi, dia ingin memberitahu bahwa hari ini pun ada hujan meteor. Mikhael ingin berdoa bersamanya, meminta sesuatu yang mereka inginkan berdua.

Sarah menangis sejadi-jadinya. Menangis dalam gelapnya malam, dalam keberisikan orang-orang yang berdatangan dan mulai berusaha menolong sementara Sarah memeluk dengan erat tubuh Mikhael membiarkan dirinya bermandikan darah segar yang keluar dari tubuh Mikhael.


“Telah lama kita bersama, tanpa saling menuntut, hanya memberi dan menerima. Kita saling menerima kekurangan, saling mempercayakan diri, tertawa bersama meski dalam senyap. Kamu bersuara aku memakai isyarat namun tak mengapa, kamu tidak pernah keberatan. Manakala aku menghabiskan waktumu lebih banyak dari yang seharusnya, kamu tidak keberatan. Kamu dan waktumu yang tidak pernah mengenal lelah, selalu ada disisiku bahkan ketika aku terpuruk sekalipun.
Mungkin aku hanya bisa memberikanmu senyap, mungkin yang aku berikan adalah yang dapat diberikan oleh orang lain, aku selalu meminta Tuhan membawakan dirimu seorang yang lebih baik namun dalam hati aku selalu berharap orang itu adalah aku. Dengan segala kekuranganku mungkin aku egois, namun aku tidak akan pernah rela air mata menetes dari wajahmu yang bersinar bila tersenyum. Aku selalu menantikan hujan meteor untuk minta satu hal pada Tuhan, agar aku selalu bisa bersamamu, baik dalam keadaan memiliki ataupun tidak, aku ingin selalu berada disisimu, berada bersamamu, selalu bisa melihatmu, mengawasimu. Aku ingin kamu tau, betapa aku mencintaimu. betapa hatiku telah sepenuhnya milikmu. Dibawah hujan meteor aku juga berdoa semoga surat ini tidak membuatmu jauh dariku meski mungkin jawabannya tidak seindah kenangan kita berdua namun aku tidak akan pernah menyesal mengenalmu. –Mikhael, malaikat bisumu-”

-Bersambung

4 comments:

  1. Ah, Mikhael.. You deserves to get a heaven :'

    ReplyDelete
  2. Nama tokohnya keren "Mikhael" karakternya juga suka banget. Itu kalau dibaca jadi Mikail yah? Nama Malaikat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. yap, seorang malaikat bisu yang menyukai keajaiban :)

      Delete

  • Etika Profesi Akuntansi