Wednesday, February 25, 2015

Peduli Sesama, Sesama Peduli

                                                      Yakinlah bahwa setiap masalah akan berlalu,
                                            Yakinlah bahwa dalam setiap masalah, kita punya Tuhan,
                                     Serahkan padanya dan lakukan apa yang terbaik dengan usaha kita.

Secara beruntung gue dan anak-anak muda dari wilayah Yohanes Pemandi mengunjungi Yayasan Galuh, apakah itu sejenis panti asuhan atau panti cacat fisik atau panti jompo? kalo gue bilang ini adalah kombinasi dari ketiga hal itu, beberapa dari mereka tidak punya keluarga, rumah atau siapapun yang dikenal, mereka cacat secara mental; ketidakstabilan dalam kehidupan, beberapa dari mereka juga termasuk golongan jompo dan yang paling muda adalah 12 tahun.

Ya, kita mengunjungi sebuah panti yang menampung orang gila, dimana mereka sama sekali gak terlihat gila dan gue merasa menjadi gila ditengah orang waras.
Tepatnya minggu tanggal 22 Februari 2015 kita kesini dan Semesta seperti mendukung, neraka bocor terjadi di Bekasi. Pukul 10.30 kita tiba di lokasi, lokasinya berada di Jl HM Hasibuan Margahayu Bekasi Timur Bekasi Jawa Barat, Indonesia (+62 21 88342480)

Tujuan kita tentunya bukan dateng lalu update status, instagram, path atau apapun itu di social media persis kayak anak muda galau yang bertebaran dipinggir jembatan summarecon saban fajar menyingsing. Kita mau menguak betapa Tuhan menciptakan kita dengan sangat seimbang, menciptakan kita dengan kesempurnaan juga kekurangan, dengan stress yang melimpah tapi kebahagiaan yang tak tertandingi.



Datang lalu bertegur sapa dengan penjaga yayasan kami pun kemudian mengeluarkan sembako yang telah disiapkan sebelumnya, berharap dapat membantu mereka meski hanya seadanya. Selanjutnya kami membawa kue dan susu yang setidaknya cukup untuk kurang lebih 300 penghuni panti, lebih berharap bahwa mereka merasa masih ada yang memperhatikan. Pertama kali gue dateng kesini, hal pertama yang gue rasakan adalah shock.
Tempat mereka berteduh lebih menyerupai lapas, dengan jeruji tinggi yang menghadang, dan terbagi menjadi 7 sel, dimana 3 sel untuk perempuan dan 4 sel untuk laki-laki dengan catatan bahwa setiap bulan pasti akan ada penghuni baru. Setiap lapas memiliki saluran yang menjadi satu sampai keluar dengan tujuan bagi penghuni yang ingin buang air kecil dan air besar di saluran (menyerupai selokan) hingga para penjaga mudah membersihkannya, jadi kebayang dong baunya bercampur aduk macem apa. (berhubung gue shock, jadi gue gak sempet mengabadikan foto tempatnya secara full).
Setiap sel berisi dari 25 sampai 33 orang, beberapa tidak terlihat seperti orang gila namun yang terlihat mencolok adalah pandangan mereka kosong, pandangan harapan untuk kembali terasa sangat tipis dan atmosfer yang ada sempet buat gue jempalitan.

Begitu masuk kedalam panti kita segera membagi-bagikan roti dan susu yang disambut sangat antusias oleh mereka (entah karena mereka lapar atau bagaimana, ke-antusias-an mereka membuat kita setengah bahagia setengah takut juga), tapi sebelumnya para penjaga masuk kedalam sel dan menyuruh mereka (gue bilang suruh karena para penjaga berteriak) untuk berbaris dan tidak boleh meminta lebih dari satu kali, tapi ya namanya juga orang gila, secepat mereka mendapatkan secepat itu juga mereka menghabiskan dan kembali meminta yang ditanggapi dengan hardikan para penjaga. Awalnya mungkin gue yang udah shock jadi tambah kaget denger teriakan-teriakan dan sikap (yang gue bilang) agak kasar dari penjaga tapi ternyata mereka gak seterusnya begitu, mereka begitu karena ada saatnya berbicara pelan tapi ada saatnya berteriak terlebih ketika para pasien menunjukkan keantusiasan mereka.
Kegiatan di panti sendiri berputar kepada senam dan para penghuni yang sudah gak labil banget bantu-bantu para penjaga yang totalnya 20 orang dengan 3 shift perhari-nya (lalu dihadapkan dengan 300 orang yang kadang susah diatur apalagi dibilangin).

Usai membagi-bagikan susu dan roti kita mengajak mereka ngobrol dan bercanda, salah seorang temen gue bahkan akrab banget kayak gak mau pergi dari situ, luar biasa betapa nyambungnya dia.. haha..
Tapi untuk beberapa penghuni (yang bisa diajak ngobrol) mereka terlihat nyambung saat berbicara, yang ngebuat gue terharu adalah salah seorang penghuni cewek yang mengatakan ingin pulang dengan mata berkaca-kacanya, dia udah 8 bulan dan sangat merindukan rumah (siapa sih yang gak rindu rumah? gue aja rela PP demi sampe rumah meski nyampenya malem). Lalu ada juga yang masuk karena dipaksa anaknya, karena dia suka bengong-bengong, anaknya yang udah kerja akhirnya masukin dia ke yayasan ini (yah yang waras jadi gila dah begini caranya), beberapa penghuni ada juga yang berasal dari jalanan, kena razia dan akhirnya dibawa ke yayasan ini, ada juga pengusaha bangkrut, dan lebih banyak yang masuk karena putus cinta (lihat betapa gilanya cinta sampai membuat kita menjadi tergila-gila dengan ketidakwarasan).

Namun banyak juga kejadian lucu yang terjadi disini, mulai dari cipika cipiki sama penghuni, dimintain rokok duit sampe ada penghuni yang mau nyembunyiin sandal ditas salah satu temen gue, tapi temen gue yang sama shocknya kayak gue kaget digituin dan akhirnya malah jadi nangis (semoga aja dia gak kapok, XD).
Oh iya seluruh penghuni disini ngerokok loh! jadi bukan pemandangan aneh lagi kalo mereka ngerokok, dan rokok yang dijual disini gue bilang murah banget cuman goceng namanya rokok boro (entah ini rokok udah ada obatnya kali ya).
Yayasan yang berdiri semenjak 1982 ini, pertama hadir di poncol dan akhirnya pindah kedaerah Bekasi kini dalam proses pembangunan, baik mess untuk perawat ataupun fasilitas yang menunjang untuk kesehatan penghuni, disini juga sudah disediakan 2 pengobatan dengan cara tradisional dan medis, lalu dokter yang rutin berkunjung untuk memeriksa pasien dan juga memberikan arahan-arahan bagi para penjaga (yang juga perawat) mess untuk perawat dan pasien berbanding terbalik loooh jadi gak bakal ketuker antara mess dan jeruji pasien, yang buat loe pada ketuker adalah membedakan yang mana yang waras dan yang mana yang gila karena pada dasarnya hanya pintu utama yang ditutup sedangkan pintu antar sel (yang tidak labil) dapat dibuka bebas. Oh iya tepat disamping pintu utama atau pintu akses masuk kedalam sel pasien ada 5 kamar mandi dimana deket kamar mandi itu ada 2 pasien yang berada dipojokan tidak memakai baju, mereka ditempatkan disitu karena mereka jorok, tidak pernah mau kenal waktu dan tempat buang air besar dan buang air kecil.

Kita memang terbilang singkat berkunjung keyayasan ini, dengan keterbatasan waktu dan hal yang dapat dibagi, dengan perasaan yang tulus tapi juga takut kadang kita melupakan bahwa mereka yang kita sebut tidak waras dahulu adalah bagian dari kewarasan, bahwa kita dan mereka sama.
Hanya perjalanan kehidupan yang akhirnya membawa kita dan mereka kedalam pusaran yang berbeda, salah satu teman berkata sepulangnya dari yayasan itu

"mereka emang butuh pakaian layak, makanan dan segala bantuan yang seadanya kita kasih. tapi dibalik itu semua mereka lebih membutuhkan bentuk perhatian yang tulus, mereka butuh orang menganggap mereka ada dan sehat"
 
Kita semua belajar dalam diam, masing-masing memperoleh cerita dan makna dari kehidupan yang lebih dalam dan lengkap, bahwa kehidupan yang sederhana ini bisa menjadi benang kusut yang harus sabar diuraikan.


PS : gak usah mikir keras yang mana yang sehat yang mana yang enggak, toh sama aja :v








6 comments:

  1. Itu temen...yang udah akrab banget, ujung-ujungnya gak disuruh tinggal di situ aja? gue agak serem kalo ke yayasan tempat ponampungan razia kayak gitu, paling banter gue ke panti asuhan yang kebanyakan anak kecilnya doang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha, maunya sih ditinggalin aja pada :v tapi kasian ntar orang gila lainnya, bisa makin gila..
      nah! justru karena itu orang-orang yang kayak gini malah makin tersisih.. ._.

      Delete
  2. Semua manusia sama ya.. Mereka jugak punya perasaan.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. yap, bahkan orang yang tidak waras sekalipun..

      Delete
  3. Kita semua harus saling berbagi... Pasti indah...

    ReplyDelete
  4. indahnya berbagi, indahnya kehidupan :D

    ReplyDelete

  • Etika Profesi Akuntansi