Monday, January 12, 2015

"Pilot Masakan : Chef Juna" #1day1dream

Hayoo, siapa yang gak kenal sama chef yang pelit mangap ini…
Gak kenal? gak cuman loe doang kok gaes! dulu gue juga gak kenal, hihi tapi semenjak master chef dan dia jadi bahan perbincangan dunia maya karena sok dingin, sok berkelas, koki yang sok hebat padahal gak ada apa-apanya, pokoknya segala sok yang orang-orang tempelkan buat dia deehh..
Nah karena ke-‘sok’-an itulah akhirnya gue mencari-cari bagaimana dia bisa sampe sekarang ini, muncul diberbagai acara bahkan punya acara sendiri, ini orang pelit mangap loooh, ngomong aja mulutnya rapet. Hahaha..
Tapi ternyata dia yang ngebuat gue memutuskan untuk berkata dalam hati, “ketika kita memiliki tekad dan mau belajar demi mencapai tekad itu, maka masa depan pasti akan terlihat. Jangan pernah putus asa terhadap apapun” badai gak sih tuh?
Badai banget kaann, apalagi kalo tahu kehidupan chef Juna yang menurut gue excited banget, dia anak Bengal, slengengan yang memandang hidup demi kesenangan. Dimulai dari diculik, disiksa, hampir ditembak sampe overdosis dan akhirnya menemukan jalan kebenaran untuk berubah dia akhirnya menjual motor gedenya dan memintal impian untuk menjadi pilot terkemuka sampai akhirnya kondisi kritis keluarganya dan sekolah tempatnya mengenyam pendidikan pilot gulung tikar dia harus berupaya menghidupi dirinya dinegeri antah berantah. Pekerjaan menjadi pelayan restoran Perancis-lah yang kemudian menyelamatkannya dan membuatnya mengenal seluk beluk makanan Perancis. Gue pikir Bang Juna bukan cuman kerja, dia juga mikir dan mulai tumbuh benih ketertarikan pada bidang masak memasak, karena pada akhirnya chef kepala disitu mengajarkan Bang Juna untuk mempelajari masakan Perancis. Hasilnya? memuaskan, Bang Juna pun menjadi spesialis dibidang masakan Perancis, gak sampe situ aja. Bang Juna melebarkan sayapnya sampe ke Restoran Jepang dan mulai belajar masakan Jepang sampe akhirnya mendapatkan gelar Sushi Master.

Bang Juna gak cuman make tekad dan gak putus asa, menurut gue Bang Juna juga senantiasa belajar dan akhirnya menikmati bidangnya tersebut, dia bukan cuman mencerna apa yang dikerjakan oleh orang lain karena emang dia kerja dari pencuci piring sampe akhirnya diangkat jadi chef, tapi dia menggunakan hati dan pikirannya untuk dunia memasak. Menggunakannya dengan totalitas dan tanpa ampun, mungkin karena ajaran tempat dia belajar yang keras juga, tapi itu sama sekali gak melunturkan tekadnya. Kalo gue bilang sih “bukaan maeen” Bang Juna mulai dari ngais tempat sampah, pelayan dapur dan akhirnya Chef. Itu bukan hanya butuh tekad dan pantang menyerah tapi juga butuh kesabaran. Kesabaran atas kehendak Tuhan, bayangkan sekolah pilot yang sudah ditekuni, impian menjadi pilot terkemuka kandas ditengah jalan hanya karena dia akhirnya bisa merubah dirinya menjadi lebih baik. Tapi, justru jalan lain yang datang padanya membawanya kesebuah pencapaian yang tak akan pernah dilupakan.
Dari memasak Bang Juna belajar untuk menghargai hidup dan pada akhirnya dia belajar bahwa memasak bisa menciptakan keharmonisan keluarga ini bercermin ketika dia dulu memasak ataupun makan bersama keluarga.
Ohiya satu lagi pesan Bang Juna.

“Dunia memasak bukanlah tentang pendidikan tinggi tapi tentang bagaimana berkreasi tanpa batas dan tekad, komitmen dan kedisiplinan”    


Sumber : 
http://www.kaskus.co.id/thread/50ca9a13e474b44205000072/junalicious--fans-fanatik-chef-juna
http://profil.merdeka.com/indonesia/c/chef-juna/
http://sp.beritasatu.com/home/chef-juna-rorimpandey-kecelakaan-yang-berbuah-kesuksesan/38173

No comments:

Post a Comment

  • Etika Profesi Akuntansi