Sunday, January 11, 2015

"Paulo Coelho" #1day1dream

Gak kenal sama Paulo Coelho? ya gak papa sih meski sayang banget, dia adalah tokoh yang selalu menginspirasi iman gue dari karya-karya tulisannya. Selain itu apa alasan sebenarnya gue menempatkan dia dalam sosok yang gue kagumin.
Oke gue kenalin dulu bagaimana gue bisa jatuh cinta sama karya-karyanya.
Ditahun 2013 tepatnya gue mengenal karya-karyanya, ketika kakak gue ngerekomendasiin buku bagus dan ternyata ada diperpustakaan kampus, gue pinjem dan gue mulai jatuh hati pada setiap frasa dan makna yang terkandung didalam karyanya.
Memulai dengan usaha keras, menjalankan tanpa mudah berpuas diri dan pada akhirnya bisa sampai sesukses sekarang. Bang Paulo mengalami tekanan sana sini bahkan sempat melupakan impiannya menjadi seorang penulis.
Mulai dari masuk rumah sakit jiwa karena orang tuanya menganggap Bang Paulo memiliki obsesi berlebihan terhadap dunia tulis menulis, bayangin dong Lebaiers si abang masuk rumah sakit jiwa sampe tiga kali, lalu sempat juga dipenjara karena dianggap menentang kepemerintahan Brazil saat itu, keluar dan akhirnya memilih mundur dari dunia, siksaan dipenjaralah yang membuatnya mundur dari dunia. Sampai akhirnya dia dipertemukan dengan istrinya yang sekarang yang dengan setianya mendukung Bang Paulo untuk kembali menggeluti impiannya untuk menjadi seorang penulis.

Saat akhirnya Bang Paulo berani menjejakkan jemarinya dimesin tik gak serta merta bukunya jadi dia langsung sukses besar, itu cuman ada didunia artis dadakan men dan gue bersyukur Bang Paulo tidak dikarunia artis dadakan meskipun dia dikaruniai berkat menulis yang sangat luar biasa. Mulai jatuh bangun dikritik, mencari penerbit sampai akhirnya penerbitlah yang kini datang padanya. Sebangga apa coba dia sama kerja kerasnya dahulu, yang mati-matian ditentang orang tuanya dan ternyata didukung penuh oleh sang istri.

Gimana gue gak bangga bisa baca karya-karyanya, karya seorang sastrawan besar Brazil yang gak pernah berpuas diri, mungkin gue bisa bilang dia menghempaskan diri kedasar terdalam dengan mencoba melupakan impiannya namun Tuhan berkenan memberikan seorang wanita yang bersedia menariknya dari dasar terdalam. Tekad kuat dan semangat dalam menulis. Itulah mengapa gue mengidolakannya karena mengejar impian memang tidak pernah semudah membalik telapak tangan, tapi seperti memotong rambut, agar panjang harus sabar menanti dan sepenuh hati merawatnya. Begitulah impian bukan?




Sumber : http://favimages.com/image/204944/

2 comments:

  1. ya beruntunglah mereka yang tetap berjuang untuk mimpinya.
    aku suka sama kata-kata terakhirnya " karena mengejar impian memang tidak pernah semudah membalik telapak tangan, tapi seperti memotong rambut, agar panjang harus sabar menanti dan sepenuh hati merawatnya"

    ReplyDelete
    Replies
    1. melebihi kata beruntung untuk yang berjuang, :)
      terimaa kasih ^^

      Delete

  • Etika Profesi Akuntansi