Wednesday, December 3, 2014

BERPURA-PURA BUTA

Aku tidak pernah mengerti bagaimana bisa manusia sehat mencuri dari yang berkekurangan. Seperti saat ini tanteku telah kecopetan, tas dan segala isinya telah hilang.

Aku menemui tanteku yang berniat naik kereta setelah pulang dari mengajar dikantor kepala stasiun Manggarai. Tanteku sadar kehilangan tasnya ketika dia hendak menelfon memintaku untuk menjemput.

Ohya, tanteku itu orang yang kuat, dia tidak pernah mau tunduk pada kekurangannya dan selalu menganggap dirinya normal. Bahkan dia beraktivitas seperti orang normal lainnya, bedanya sesekali dia minta bantuan petugas untuk membantunya.

“Bagaimana bisa kehilangan?” tanyaku, duduk disebelahnya. Masih dengan wajah tersenyum dia hanya menaikkan bahunya. Kini kami menunggu siapa tahu copetnya membuang tasnya dikereta dan hanya berniat mengambil uangnya saja.

“apa tidak aneh, mencuri dari orang buta?” sahutku lagi agak kesal, membuat petugas yang ada disana melirikku lalu melirik tante yang duduk tepat disebelahku

“karena aku buta makanya tidak aneh kalau dicuri. Justru lebih aneh mencuri dari orang yang bisa melihat” dan masih sempat saja tanteku berkata bijak disaat seperti ini

“tapi tante, emang segitu butanya orang-orang itu sampe gak bisa lihat orang buta?” tawa tanteku meledak setelah mendengar gerutuanku, heran entah kenapa kehilangan tak pernah membuat tanteku merasa kesulitan

“hahaha, kamu ini. Kamu tau, orang yang bisa melihat seringkali pura-pura buta terhadap apa yang ada disekitar mereka, justru sebaliknya orang buta seringkali berpura-pura melihat apa yang ada disekitar mereka. Lucu ya” dan aku mulai menunduk begitupun dengan petugas disana yang curi dengar pembicaraan kami.

“Bu, tasnya sudah ketemu. Penjaga yang ada di St. Bekasi yang menemukannya. Ini bu tolong diperiksa” seorang satpam membelah percakapan kami, aku pun mengambil tas tanteku dan mulai memeriksa isinya. Takut-takut barang penting hilang.

“ini jatuh atau bagaimana pak?” tanya tanteku

“ini justru ada di rak atas bu, karena udah gak ada penumpang lagi kita cek. Lalu ada laporan dari St. Manggarai kalau ada barang yang hilang. Untung saja ada satpam yang memang mau kesini maka dia mengantarkannya bu” jawab pak satpam itu

“kok bisa di rak atas ya tan?” tanyaku setengah bingung juga bernafas lega karena benar hanya uangnya dan handphonenya saja yang hilang sisanya tidak hilang.

“mungkin dia butuh uangnya saja. KTP juga untuk apa dia” ucap tanteku tersenyum lalu menyuruhku merapikan isi tasnya kemudian pamit terhadap petugas yang menemukan.

Kita seringkali berpura-pura buta terhadap apa yang terlihat jelas. Seakan kita bisa berlindung dibaliknya dan tidak akan pernah merasakan salah.

6 comments:

  1. benar sekali, kadang seperti itu lah kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kita selalu butuh sebuah perlindungan meskipun dari kesalahan orang sekalipun

      Delete
  2. Tante kamu "wise" sekali, Sampaikan kekagumanku padanya yah :)

    ReplyDelete
  3. Motivasi nih postingannya! Semangat terus utk berkarya yaaaa:D

    ReplyDelete
    Replies
    1. pastinya! terimakasih supportnya kakak :D

      Delete

  • Etika Profesi Akuntansi