Friday, July 18, 2014

Kembali Padamu

Aku meninggalkanmu bukan dengan kemantapan hati, tapi dengan sakit dan perih yang kurasa. Perih atas pengkhianatan yang kamu lakukan. Sakit atas keputusan sepihak olehmu. Segalanya diperdebatkan, segalanya menjadi alasan, membuatku sulit untuk bergerak, membuatku sulit untuk memutuskan dan akhirnya membawaku pada kepasrahan.

Bukan hanya wanita yang selalu mengalami dilema cinta bukan? lelaki sepertiku pun juga mengalaminya. Memutuskan sesuatu tidak semudah itu, banyak yang harus difikirkan, banyak yang harus dipertimbangkan. Tapi kamu dengan mudahnya memutuskan tanpa mengerti bagaimana perasaanku, hilang dan kemudian hadir dengan berita bahwa telah memiliki yang lain dihatimu.
Lalu bagaimana diriku?
tersenyum pun tak mampu, sedih pun tak sanggup. Aku hanya bisa memandangmu bahwa segalanya ini adalah tipuan, bahwa ini hanyalah mimpi yang akan berakhir. Bahwa ini hanyalah sebuah ilusi dimana kamu akan kembali kepadaku.

Tapi jawabannya tidak, kamu tidak akan pernah kembali padaku. Semua kontakku kamu hapus dan hanya meninggalkan kabar bahwa kamu telah milik yang lain.

Semenjak dirimu meninggalkan aku, hanya sesak yang tersisa, hanya sedih yang tertinggal. Semua kenangan mengalir deras dalam kepalaku. Apalah arti 4 tahun ini sayang? sebegitu mudahnya kamu memalingkan wajahmu dan pada akhirnya mengorbankan aku yang telah lama berada dihatimu. Apa salahku hingga kamu meninggalkan aku disini dengan kesepianku. Aku telah menyiapkan kado ulang tahunmu sayang, aku telah menyiapkan segalanya untukmu dan dengan enteng kamu meninggalkan ini semua. Aku hanya bisa diam dalam kegelapan ini dan mengatakan bahwa sungguh aku masih sayang kamu, apa sesungguhnya alasan kamu meninggalkan aku. Katakan padaku, datanglah padaku akan kurubah apa yang memang harus kurubah tapi tolong jangan tinggalkan aku.

Segalanya telah kulakukan, ya aku tau kamu telah milik yang lain tapi aku tau kenangan yang sudah dipupuk begitu lama ini tak akan mudah dilupakanmu, segala yang telah terjadi tak akan mudah disingkirkanmu meski kamu sudah ada yang punya.

Kabar kepastian darimu pun datang, untuk melupakanmu, untuk meninggalkanmu, untuk tidak terus mengikuti bayanganmu, dan aku hanya bisa tersenyum lemah. Mungkin doaku kurang? mungkinkah usahaku kurang gigih? dan sekali lagi kamu menegaskan untuk tidak diganggu. Aku pun tertawa, tertawa pada cinta yang telah kutanam sedalam ini. Beginikah selama ini diriku? hanya jadi pengganggu bagi kehidupanmu?
Aku pun bersiap menata hati kembali, menata hati yang telah porak poranda diterjang dengan pahitnya suatu hubungan, oleh cinta yang kuyakini benar adalah milikku.

Aku terus mengingatmu, sebagai gadis yang selalu menyemangatiku, membahagiakanku , membuatku tersenyum kala ku sedih, menungguiku ketika kusakit, membuatku berfikir bahwa hidup adalah sebuah anugrah, membuat hidupku bukan hanya sekedar hidup.

Sedih ini masih kuratapi, hingga sulit tidur, sulit untuk membedakan mana dunia mimpi dan mana kenyataan yang sedang kujalani. Hati ini masih diliputi sebuah kedukaan yang mendalam. Sampai datang dia, seseorang yang sebelumnya telah kukenal mendekat padaku, hatiku yang perih tersiram sebuah kesejukan. Hati yang merindu ini seperti dilempar kegembiraan yang luar biasa, bahwa ada seseorang hadir.
Awalnya kuyakini bahwa ini bukan sekedar pelarian, bahwa aku sedang berusaha melupakan yang dahulu, bahwa yang kini gadis yang ada didekatku adalah seseorang yang kisahnya akan kumulai lagi dari awal.
Aku meyakini itu...

Sebentar kami mengenal satu sama lain, lebih dalam, mengetahui kesukaan masing-masing, membangun kisah dari awal dan berharap bahwa ini adalah kebaikan bagi kita bersama, bagi hati yang sedang merindu.
Aku pun menembaknya dan menjadikannya belahan hatiku yang baru.
Kami menjalaninya penuh dengan sukacita sebagai pasangan baru yang sedang hangat-hangatnya, memulai dengan keromantisan yang bisa kuberikan padanya, meski tak bisa kupungkiri bahwa masih ada kamu diantara hati yang kuberikan padanya, bahwa kamu masih terselip dalam setiap sel otakku, membuatku merana, dan kurasa dialah yang hanya bisa mengobatiku. Aku mengubah intensitas pertemuanku dengannya, aku menjadwalkan untuk sering bertemu dengannya, untuk selalu menyapanya, untuk selalu hadir dalam setiap kehidupannya, setiap detik hidupnya, menyediakan waktu lebih hanya untuknya.

Tapi, cinta adalah sesuatu yang sakral, sebagaimana pun aku berusaha untuk menyangkal kehadiranmu hanya kebuntuan yang kurasa. Aku baru menjalani hubungan ini beberapa hari dengannya dan kehadiranmu dalam bayangku malah semakin kuat.
Aku tak bisa melupakan kamu..
Aku menjadikan gadis yang kini sedang kugandeng tangannya sebagai tempat pelarian, sebagai tempat untuk menumpahkan kekesalan karena kamu sudah punya yang lain, sebagai tempat bahwa aku pun bisa begitu, sebagai tempat aku menumpahkan rinduku pada kamu.. dan jelas kamu berbeda dengannya, dengan gadis yang tiap malamnya berusaha kurindukan, yang tiap malamnya berusaha kucintai, yang tiap malamnya kuusahakan untuk hadir dalam mimpiku, yang tiap harinya kuusahakan mengisi tempat kosong dalam hati ini.
"Ini semua percuma, kenyataannya adalah cintaku hanya untuk kamu, dan sekeras apapun aku berusaha untuk melupakanmu hanya kenyataan pahit bahwa sekarang ini aku menjadikan lukaku sebagai luka gadis yang tidak tahu apa-apa ini"
 Akhirnya dengan keberanian sebagai lelaki pengecut yang menjadikan pelarian bagi gadis yang dengan berani kugandeng, aku mengatakan ingin berpisah. Dia menangis, menangis dalam senyapnya hari.
Dan dirinya adalah pelajaran berharga bagiku, bahwa apa yang dilakukan oleh kamu telah kulakukan padanya.
"kenapa kamu membiarkanku seperti ini? apa maumu.. aku telah mencintaimu, kamu telah mendobrak hatiku yang tertutup, aku mencintaimu. Kenapa kamu lakukan hal ini? kini aku sama sakitnya denganmu yang ditinggalkan oleh mantanmu! kenapa kamu membiarkan hal ini terjadi lagi. Kamu brengsek! kamu lelaki bodoh! kenapa kamu membawaku terbang tinggi kalau kamu hanya melemparku kedalam samudra! kenapa kamu membuatku jatuh cinta padamu kalau hanya kamu sakiti nantinya!"
 Dan aku terpuruk kembali atas kesalahan yang kubuat, terpuruk karena aku melukai gadis yang tidak tahu menahu, melukainya sedalam yang sebelumnya tak kuketahui.
Aku hanya bisa berkata maaf.. maaf atas segala yang telah kuperbuat. Aku hanya bisa mengucapkan bahwa lelaki brengsek ini tidak bermaksud seperti itu. Mohon mengertilah karena aku tak mau membuatmu terluka lebih jauh lagi. Bahwa apa yang kulakukan selama ini adalah salah.

Aku menyalahkan diriku kembali, terpuruk jauh lebih dalam dari yang sebelumnya kurasakan, merasakan sakit yang luar biasa dan tak mengira bahwa kejadian yang tak pernah kuinginkan terjadi malah terjadi dan kini aku dalam posisi yang menyakiti.
Aku menyedihkan ya?

Selang beberapa minggu kemudian, kamu, mantanku malah datang kembali, membawa kabar yang entah harus membuatku gembira atau tidak, karena kamu bukan milik siapa-siapa, bahwa hatimu masihlah milikku, bahwa cintamu masih milikku seseorang.
Entah apa yang harus kulakukan gembira, bersedih atau berteriak kencang.
Kamu pergi meninggalkanku karena seseorang yang lain yang kamu bilang tidak benar
Aku telah menyakiti gadis yang mulai mencintaiku
Gadis yang telah menyatakan kebrengsekanku
Kamu yang datang, meminta kembali
Dan aku yang bimbang bahwa hati ini seutuhnya masih milikmu, tapi..... aku bimbang....

Aku pun memutuskan untuk melakukan pendekatan padamu, dan kini hingga akhirnya kita bersatu kembali.
Cinta yang kuyakini milikku telah kembali, dan aku kembali menata hatiku hanya untukmu.

Untuk gadis yang pernah kusakiti.  
Sungguh aku minta maaf, karena itu bukan maksudku, karena itu bukan tujuanku. Aku memang lelaki bodoh yang terlena pada sakitnya hati, terlalu gamang dalam mengambil keputusan, sampai pada keputusan untuk memacarimu aku pun minta maaf. Mungkin ini adalah hal yang paling membekas dalam hidupmu, siap menyumpahiku, yang akan kamu ceritakan pada sahabat-sahabatmu yang juga sahabat-sahabatku. Ini pun akan selalu kuingat, dirimu dan cintamu akan selalu kukenang dalam hatiku, meski bukan itu yang kamu butuhkan. Tapi maaf, ini adalah pelajaran paling berharga dalam hidupku, kamu dan cintamu, aku dan kebodohanku. Maafkan aku, hanya ini yang bisa kuucapkan untukmu dan hatimu yang terluka. 
Semoga kamu menemukan cintamu lebih tulus, lebih ikhlas yang mencintaimu apa adanya. Maaf aku tak bisa menepati janjiku untuk terus bersamamu, untuk terus menjagamu dan untuk terus ada untukmu. Maaf.


4 comments:

  1. ini bener bener dalam sekali. dan galau banget. haha. gua kirain ini make sudut pandang cewek. ternyata cowok. keren

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe, agak susah tapi yaaa make sudut pandang cowok XD

      Delete
  2. waduh, dalem juga ini -,-
    hahaha, btw salam kenal ya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. sedalem samudrakah? #hasek, haha yo salam kenal, betah2 mampir yak! :D

      Delete

  • Etika Profesi Akuntansi