Tuesday, May 27, 2014

Skripsaaaahh Part 1

Yo, Lebaiers..
Akhirnya gue menginjakkan kaki di semester 8, meski terasa lama kuliah tapi jadi kangen lagi balik ke semester satu dan ngerasain gimana enaknya jadi Maha-Siswa yang kerjaannya keluyuran abis kuliah, kangen lagi balik ke semester 4 dimana gue keterima jadi Asisten Laboratorium Lab Manajemen Menengah yang emang masih aktif ampe sekarang, dimana dulu gue polos banget dan sekarang makin polos, :v.
Oke cukup sudah mengenang itu semua, karena gue bakal sediain ruang khusus buat memori-memori gue yang gak nyampe sejuta tera.
Menginjak angka 8 di masa perkuliahan, berarti menantikan Surat Keputusan apakah diriku yang fana ini bisa ke jalur Skripsi, Proposal atau bahkan Kompre.

Pasti kalian bingung apa bedanya, tenang nona Lebai bin Duhai akan menjelaskan kepada kalian..
Skripsi di Kampus gue ada dalam tingkatan IPK 3,25-4,00. Proposal ada dalam tingkatan 3,00-3,24. dan Kompre ada didalam tingkatan kurang dari 3,00. Tapi kembali kepada kebijakan tiap jurusan. Kebetulan di jurusan gue yang adalah Akuntansi berlaku hukum rimba macam ini, dan barangsiapa yang tidak menginginkan skripsi dia harus menunggu NIRM-nya habis atau 7 tahun, dimana ini adalah pangkat Mahasiswa Abadi *tabahkanlah hatimu nak. Bagi yang proposal sih gampang aja kalo mau Kompre, mereka tinggal gak buat Proposal jadi deh Kompre. Dan nyenenginnya adalah buat yang Kompre tapi mau tingkat jadi Proposal, mereka bisa pake Ujian Utama.

Cukuplah basa-basinya, awal kata gue pun diarahkan ke jalur Skripsi berkat Tuhan YME, dengan DP yang bikin hati ketar ketir dan diawali dengan tangis bahagia, karena 'katanya' dosennya enak.
Awal jumpa gue bareng sama temen gue yang satu lab juga, seneng jugalah ketemu temen sependeritaan.
Perjumpaan pertama ini penuh dengan penolakan dan basa basi seputar syarat ketemu di Bapak, halaaahhh bapaaakk..
salah satu syaratnya adalah kudu membawa minum baik untuk diri sendiri ataupun bapaknya, awalnya gue ngakak dalam hati ajaib amat konsultasi sama dia bisa ampe 4 hari kalii.. tapi yaa alasennya sih sebagai kode, dan juga kalo memang gue terbukti benar anak bimbingannya bakal dimasukin ke grup BB (sampe beneran gue download itu BBM di hape gue yang kapasitasnya terbatas kayak badan gue).

Alhasil perjumpaan pertama dengan si Bapak DP adalah penolakan dan saran alat yang akan dipakai. huft~ 

No comments:

Post a Comment

  • Etika Profesi Akuntansi