Monday, February 3, 2014

Untuk Sang Cinta

Halo Cinta, hari ini hujan kembali membasahi bumi, indah sekali rintik air itu tapi juga menghantarkan dingin yang luar biasa. Untung ada ingatan tentang dirimu yang menghangatkan hati ini.
Bagaimana kabarmu Cinta di malam yang dingin ini? baikkah? ceriakah? semangatkah? yang kupastikan dari dirimu adalah dirimu baik-baik saja.
Aku selalu bahagia tiap kali ingat dirimu adalah bagian dari diriku, bagaimana engkau Cinta membantuku melihat dunia menjadi bercahaya, wah itu pengalaman yang luar biasa dan selalu terkenang. Bagaimana engkau menjadikanku pribadi yang sangat baik dan ramah.
Cinta ini adalah surat cinta untukmu, lucu ya surat cinta untuk cinta, ya karena aku yakin kamu gak pernah dapet surat cinta.

Padahal seluruh orang didunia ini (atau mungkin ada beberapa yang tidak beruntung mengenalmu?) yang pasti ketika aku masih menjadi benih aku sudah mengenalmu Cinta, ayah ibuku selalu menebarkan benih cinta didalam hatiku hingga akhirnya besar bersamaku, waaah itu pengalaman yang luar biasa, ketika aku akhirnya mengenal arti cinta kepada sesama, kepada lawan jenis, kepada segala benda bergerak dan tidak bergerak, dan tentunya kepada Tuhan.
Aku ingat bagaimana kenangan-kenangan kita terjalin dengan sangat manis dan harum, ya harum! ya manis! Aku bahkan bisa membauinya dan mengecapnya, dan yang kurasa ya itu manis dan harum, ingin sekali lagi terulang namun ku tahu didepan sana ada petualangan bersamamu yang lebih menarik dan Aku tak akan pernah bosan asalkan ada dirimu disini Cinta.
Orang banyak mengucapkan dirimu, banyak melafalkan namamu dalam hati mereka, banyak memikirkan tentangmu, tapi Aku tahu sesungguhnya hanya hati yang mengerti arti kebahagiaan yang bisa mengenalmu, yang bisa merasakan betapa manisnya Cinta. Waaahh ini sungguh makna yang luar biasa, orang banyak bersenandung tentangmu loh Cinta tapi mereka lupa mengucapkan terima kasih kepada Cinta sendiri, terima kasih atas damainya lingkungan ini karena Cinta, damainya hati ini karena mengenalnya.
Yang sabar ya Cinta, karena Aku disini bukan hanya mau mengucapkan terima kasih tapi juga mengucapkan Betapa Aku Mencintaimu Cinta!
Cinta yang sesungguhnya mengajarkan betapa berharganya hidup, betapa berharganya kalian orang disekitarku, betapa berharganya orang yang baru kutemui hari ini, betapa bahagianya dapat hidup hari ini, mengenang hari kemarin dan menantikan dengan jantung berdebar hari esok, betapa berharganya segala yang kumiliki hingga Aku menjadi yang paling bahagia dengan dunia yang begitu indah.
Cinta bukan saja menebar kebahagiaan tapi Aku juga diajarkan bagaimana rasanya kehilangan, bagaimana sakitnya derita itu, tapi Cinta sekali lagi, ketika derita itu datang dan Engkau hadir, Aku pun kembali tersenyum dan tertawa, memelukmu dengan erat sampai Aku tahu bahwa Cinta selalu ada dihatiku, bernafas bersamaku dan merasuki tiap pori kehidupanku.

Cinta datang dan tak pernah pergi, ketika kamu bilang bahwa Cinta telah pergi kamu salah, karena sesungguhnya bukanlah Cinta yang pergi meninggalkanmu tapi kamulah yang melupakannya, Cinta tak pernah beranjak dari hatimu, kamu hanya perlu mengingat dibagian mana kamu sembunyikan Cinta itu.


No comments:

Post a Comment

  • Etika Profesi Akuntansi