Tuesday, February 11, 2014

"Tantei Kudo"

Ah, akhirnya kutulis juga surat ini, akhirnya jadi juga surat ini.
Aku sudah lama sekali menantikan saat-saat ini, menantikan tanggal ini, untuk bisa menulis surat untuk Dia, yang meski hatinya milik orang lain, tapi Aku tetap mendambanya dan menantinya.

Semenjak kelas 5 SD Aku mulai diperkenalkan kepadanya, ketika bertemu Aku pun langsung mempunyai rasa, begitu indah begitu sejuk begitu mengagumkan.

Segala tentangnya kupelajari, meski waktu datang itu tak mengikis apapun, pribadinya yang canggung, pribadinya yang kadang begitu menjengkelkan. Namun ada kalanya ketika Dia sedang menghadapi sesuatu yang menjadi kesenangannya, Dia akan terlihat begitu hidup, begitu bersinar.
Sinarnyalah yang membawa kekagumanku kepada yang tertinggi, ketika Dia memberikan solusi kepada sesuatu itu senyumnyalah yang tergores, menampakkan citra seorang detektif yang luar biasa.

Dialah Detektif kesayanganku, Shinichi Kudo atau mungkin disaat ini ketika badannya masih ditubuh kecilnya Dia dipanggil Conan Edogawa, Conan penggalan dari Sir Arthur Conan Doyle, salah seorang penulis yang juga sangat kukagumi dengan tentu saja tokoh Sherlock Holmesnya.

Aku berterima kasih sepenuhnya kepada Tuan Aoyama Gosho yang dengan indahnya menggoreskan penanya dan menciptakan Dia, Shinichi Kudo dengan segala perjalanan yang membuatku tersenyum dan kadang terenyuh.
Yang membuatku mengimajinasikan dengan beruntung menjadi sosok Ran Mouri, ataupun dengan keberuntungan yang lain menjadi saudara Dia, ketika Aku memimpikan terus berada didekatnya, mengalami petualangan bersamanya meski itu berarti tergabung dalam kelompok detektif cilik.
Petualangan dan rasa yang pastinya akan selalu kukenang.

Setiap minggu, setiap bulan, Aku selalu menantikan yang terbaru darinya. Kini pun dengan keberuntungan Aku dapat menemuinya setiap sabtu, meski hanya satu jam saja, tapi Aku rasa itu sudah cukup.

Terkadang Aku merancang sendiri bagaimana akhir kisahmu Shinichi Kudo, dalam perjalananmu meyingkap kawanan jubah hitam yang dengan lancangnya membuatmu tubuhmu kecil, merancang bagaimana Kamu menceritakan kepada Ran apa yang telah terjadi dan juga menceritakan kepadaku melalui khayalku, bahwa Kamu duduk dihadapanku dan dengan senyummu menceritakan segalanya, meski Aku telah tau apa yang terjadi padamu, tak mengapa, Aku ingin Kamu menceritakannya padaku.

Ku kagumimu dari semua deduksimu, yaa begitupun dengan segala deduksi Sherlock Holmes yang juga guru besar dan inspirasimu.
Ku kagumi bagaimana lugunya Kamu ketika menyingkap sebuah tabir manakala tubuhmu masih di sosok Conan.

Yang dapat Kamu pastikan dariku adalah kesetiaanku kepadamu untuk menunggu akhir segalanya, meski pada akhirnya Aku tau, Aku tak akan sanggup merelakan akhir.
Namun demimu yang telah mengalami petualangan dan segalanya, Aku akan menanti kisah akhirmu yang pastinya sungguh luar biasa. ^^




Tantei (Jepang) : Detektif

No comments:

Post a Comment

  • Etika Profesi Akuntansi