Wednesday, February 5, 2014

Kepada Tuan Hujan

Halo Tuan Hujan.. \(^o^)/
Sebelumnya Aku mau mengucapkan rasa terima kasih yang teramat dalam atas setiap titik hujan yang Kamu tumpahkan ke bumi ini, indaaah sekali, apalagi kalo ditambah mentari ketika hujan telah usai, tapi sayang Kamu lebih suka bertahan daripada menyingkir, dan itu kadang membuatku makin penasaran sama Kamu.
Kenapa Kamu betah sekali menumpahkan titik-titik air itu ke bumi ini, ke negaraku, ke wilayahku, ke depan pintu rumahku.

Hingga titik-titik air itu berkumpul menjadi satu dan membanjiri rumahku, Aku menyukainya sebenarnya, Aku tidak perlu lagi memakai kipas atau meminta dingin pada Tuhan karena keberadaan titik air itu membuat rumahku sangat dingin, membuat udara yang menyelimutiku menjadi sangat menyejukkan.

Tapi meski rumahku kebanjiran, begitu pun dengan rumah tetangga-tetanggaku Aku malah tidak membencimu, Aku ingin lebih kenal dekat denganmu, ingin menjawab semua tanya dalam hati.

Apakah Tuan Hujan betah di dunia?
Apakah Tuan Hujan akan terus menumpahkan titik-titik air berkah itu?
Apakah Tuan Hujan tak pernah lelah?
Mengapa Tuan Hujan tak pernah lelah?
dan yang terakhir...
Apakah Tuan Hujan sudah punya pacar?
^^

Tuan Hujan.. Ada begitu banyak orang yang menghujatmu, mengataimu, menyumpahimu jangan pernah kembali ketika banjir belum surut, jangan pernah datang dengan pasukan yang besar, jangan pernah datang karena nantinya mereka akan repot mengurusi banjir itu. Tapi lucu sekali ketika Tuan Panas datang mereka meminta Tuan Hujan untuk memberikan belas kasihan kepada Mereka, memberikan Cinta kepada ladang Mereka.

Aku ingin tertawa namun Tuan Hujan tak pernah menertawakan Mereka, Tuan Hujan selalu berbaik hati tetap menumpahkan titik air manakala dihujat habis-habisan, Tuan Hujan tetap datang meski tak ada satupun yang menginginkannya, namun juga kembali dengan sukacita ketika semua orang mengelu-elukan Tuan Hujan.

Waah sungguh besar kebaikanmu Tuan Hujan..

Dengan cinta Kamu berikan anugerah dan berkah terbaik, dengan cinta Kamu berikan Kami kuasa untuk mengelola setiap titik air yang Kamu berikan kepada Kami, susah payah Kamu memindahkan air laut tuk basahi tanah, agar tanah dapat merasakan kekuatan Tuan Besar, Tuhan yang Maha.

Salam Cinta untuk Tuan Hujan yang sekarang masih sibuk basahi bumi dan tak pernah lelah menampakkan dirinya dikala manusia sibuk mengomentari tentang banjir. 

2 comments:

  1. Assik, antimainstream banget nih postingannya :D, semoga yang terkena banjir membaca postingan ini agar nggak ngeluh terus

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiin :D well apapun dalam kehidupan pada dasarnya harus disyukuri kan? karena yang berpulang kepada kita adalah yang telah kita berikan kepada yang lain..

      Delete

  • Etika Profesi Akuntansi