Thursday, February 20, 2014

Buat Tuhan

Haloo Tuhan yang selalu ada dimana-mana, yang selalu berdiam dihati orang baik dan jahat, yang selalu membimbing yang baik dan buruk, yang selalu tersenyum kepada siapapun yang mengingini dan tidak mengingini....

Tuhan, lelahkah engkau pada hari terik ini?
Tuhan, lelahkah engkau pada hari yang basah ini?
Ketika ku tidur turutkah engkau terlelap?
Ketika ku memejamkan mata turutkah engkau memejamkan mata, menghantarkan cahaya pada kegelapan, yang tak pekat dengan bintang yang bersinar bersamanya.

Tuhan sungguh baik, kupelajari bahwa engkau menciptakan dunia ini hanya 7 hari lamanya, ketika engkau menciptkan langit dan bumi, ketika engkau menciptkan cakrawala, binatang, cahaya dan gelap, yang kemudian semua berbaur menjadi satu dan kutahu Tuhan pada hari ketujuh engkau beristirahat dan membiarkan bumi terkuasai oleh segala ciptamu.

Aku juga tahu bahwa engkau menciptakan manusia menurut rupamu, namun aku masih tidak mengerti mengapa kalo menurutmu rupamu tapi kita dan manusia yang lain berbeda? ini adalah rahasia ilahi.
Tuhan, begitu banyak rahasia ilahi, dan itu malah membuatku berteriak kegirangan, melonjak gembira. bagaimana tidak? misteri ataupun rahasia itu menjadi sebuah kejutan terbaik sepanjang hidup, meski tidak semua kejutan itu menjadi manis, tapi kutahu bahwa kejutan darimulah yang akan menjadi indah selamanya.

Ketika Adam dan Hawa muncul yang menjadi nenek moyang dari segala bangsa, dunia tidak lagi tentram. Tuhan, kini masih banyak perang, masih banyak yang mereka sebut zinah hadir ditengah dunia, tapi tak mengapa, dirimu Tuhan masih dihati orang-orang ini, membiarkan kami menghancurkan diri kami sendirikah? Tuhan beberapa rahasiamu adalah yang paling berkuasa dan paling menakjubkan, ketika manusia meragukan dirimu aku pun hanya dapat tersenyum dan mengatakan banyak orang tak percaya namun tetap berpegang, baik itu memegang dirinya sendiri ataupun pada sesuatu yang dia anggap baik. dan itu pun masih tidak mengapa bagimu Tuhan. Sungguh luar biasa.

Kini dengan surat cinta yang kulapisi dengan kebahagiaan dan sarat syukur, yang pasti sudah Tuhan baca dahulu sebelum aku sempat selesai menuliskannya. Aku harap dunia tidak berhenti berperang, bukan karena aku menginginkannya tapi karena aku tahu Tuhan mau menyadarkan orang-orang itu bahwa pada akhirnya tidak akan ada yang menang dan yang kalah, Aku harap dunia ini tidak hanya berisi orang-orang yang kuat dan percaya, tapi tetap terisi orang yang atheis, agar menyadarkan kita bahwa sebagaimanapun atheisnya mereka, mereka tetap butuh pegangan meski itu adalah diri mereka sendiri, dan kita bersyukur bahwa kita punya pegangan yakni Tuhan, punya sesuatu yang ditangisi dan kadang dipersalahkan. :)

No comments:

Post a Comment

  • Etika Profesi Akuntansi