Saturday, February 8, 2014

Bersahabat Dengan Cinta

Halo sahabat,
Bagaimana kabarnya harimu hari ini?
Baikkah? menyenangkankah?
Baru saja ya kita saling bersua, mengobrol, dan sesekali menampakkan senyum di wajah kita.
Hari ini Kamu bersiap menemui orang tua dari seseorang yang Kamu sayang, dan tak lupa kuucapkan selamat dan semangat, semoga saja pertemuanmu dengan mereka berjalan dengan lancar ya.

Sahabat, pasti kamu berfikir kenapa Aku harus menulis surat ini, padahal kita bisa saja bertemu, tinggal sms dan Kita akan bertemu.
Namun Sahabat tak semua bisa kuungkapkan dengan kata-kata, tak semua bisa kucurahkan sebagaimana perasaanku merasakannya, Sahabatku ada kalanya segala rasa yang sebenarnya ingin kuucapkan kepadamu terkunci didalam hati dan berharap ini hanya akan menjadi rasaku dan Engkau akan tau sebagaimana Aku memperlakukanmu, sebagaimana Aku mencurahkan rasa sayangku padamu.

Sahabat 3 tahun 2 bulan 3 minggu kita bersahabat, bertemu di bangku kuliah semester satu kita berkenalan dan teman menjadi kata yang paling menarik di antara Kita.
Duduk sebaris, Kamu berada disampingku.
Ingat tidak ketika kita saling bercanda pada saat dosen menerangkan, Kita mengobrol manakala Kita bosan dengan kuliah yang diajarkan, Kita sama-sama menunduk, pura-pura tak tahu ketika dosen bertanya kepada Kita, ingat tidak pada dosen bahasa inggris yang super killer itu, Kita sama-sama diam tak berani menatapnya tak berani berbicara, tak berani bergerak, bahkan bernafas pun sulit dan kemudian Kita membicarakannya saling melemparkan keluh kesah Kita.

Ketika pada tingkat 2 Kita akhirnya dipisahkan, Kamu tetap duduk di kelas itu dan Aku harus mundur satu kelas, namun sungguh beruntung karena seringnya kelas kita berdempetan dan mempunyai jadwal yang sama.
Sahabat, ingatkah Kamu ketika hari-hari berlalu dan Kita bukan hanya bergaul bersama, tapi turut belajar bersama, Kamu mengajariku dan Aku patuh seperti murid, Ingatkah Kamu pada semua kenangan itu?
Ah, Sahabat Kita pun kerja bersama sebagai Asisten Laboratorium Manajemen Menengah, ketika tes masuk Kamulah satu-satunya yang Aku kenal diantara mereka yang telah mengenalmu, Aku senang sekali ada Kamu yang kukenal berada ditempat yang sama denganku, dan dengan tulus Aku bukan hanya berharap Kamu bisa lulus tapi Kita bersama menjadi partner, pasti akan seru sekali. Dan memang akhirnya kita berdua menjadi partner. Sahabat ingatkah Kamu, ketika Kita berlibur bersama dan kepalamu terantuk batu, ah waktu itu Kamu sungguh sungguh deh, sampai kepalamu puyeng dan benjol selama 2 hari.

Kini 2 tahun sebagai partner dan 3 tahun lebih kita menjalin persahabatan ini, 3 tahun sudah kita menjalin rasa sayang dalam diri Kita.
Sahabat, dengan kecanggunganmu, dengan kekeraskepalaanmu, dengan kekhawatiranmu yang kadang berlebihan, dengan tawa dan gaya bicaramu yang unik, dengan kesederhanaanmu, dengan respect yang sangat kepadaku, dengan keteledoranmu, telah menempati ruang tersendiri didalam hati ini, ruang yang berisi kotak kenangan, dimana kenangan yang terajut antara kita berdua kuletakkan disana. Selalu mengingatkanku bahwa ada Sahabat yang selalu peduli padaku, bahwa ada Sahabat yang menyayangiku dan bahwa Aku menyayangi sahabatku dengan sepenuh hati.

Findi Yuningsih. Aku menemukanmu Aku bersahabat dengan Cinta.
Ya, sahabat itulah makna namamu.
Findi yang berasal dari Finding yang artinya menemukan dan Yuningsih dalam bahasa Indonesia berarti Bersahabat dengan Cinta, Ningsih pun mempunyai arti sebagai bening asih atau kasih yang suci.
Bukankah Aku beruntung sahabat?
Aku bukan saja menemukanmu tapi dengan begitu Aku juga bersahabat dengan Cinta.
Kalau menurutmu sendiri bagaimana Sahabat?
Mana yang lebih beruntung? Aku atau Kamu?
Kalau Aku yang menjawab tentulah Aku akan mengatakan bahwa diriku lebih dari kata beruntung.
:)
Kamu bukan saja mengajari bagaimana kepercayaan itu tumbuh, bagaimana kepercayaan itu datang, bukan hanya hadir dalam sosok kesederhanaanmu, tapi Aku juga belajar bagaimana Kamu memandang hidup ini dengan harapan-harapanmu, dengan cita-citamu, dengan sikap pantang menyerahmu.

Sahabat, Aku akan selalu mendoakan yang terbaik untumu. Selalu. Kemarin Kini Esok.
Tetaplah tersenyum dan hadapi dunia ini dengan caramu, dengan begitu Aku akan selalu tau bahwa Kamu bangga menjadi sahabatku dan Aku telah baik menjadi Sahabatmu.


No comments:

Post a Comment

  • Etika Profesi Akuntansi