Thursday, January 23, 2014

Bohong

Semua pernah berbohong, hayo jangan ngelak apalagi sesumbar gak pernah bersinggungan dengan satu kata ini, semua orang juga sering menikmati hasil dari bohong ini..
Selama 21 tahun gue hidup pun, gak bener-bener 21 sih, ditambah 9 bulan bunda mengandung lalu 4 bulan 12 hari well jadi segitulah gue hidup didunia ini, udah banyak ngeliat gimana orang berbohong dan gimana gue sendiri dengan lihainya juga berbohong.
Bukan hanya melihat tapi juga menonton, merasakan dan tertawa akan hasil dari kebohongan yang diperoleh.
Kadang bohong menjadi kebahagiaan sendiri meski itu artinya kita nginjek-nginjek orang yang udah menderita biar lebih sedih lagi, tapii ya kadang kita menikmatinya dan uniknya semua orang juga pernah dalam kondisi seperti ini, kondisi dimana dia membohongi ataupun merasakan efek bohong itu.

Lucunya ada suatu pola dimana manusia ditantang harus berbohong dalam kondisi yang wajar ataupun tidak wajar, dalam kondisi segenting apapun ataupun santai dan manusia itu ketika melaluinya memiliki beberapa pilihan, menjadi pembohong ulung, menjadi pembohong mepet mepet atau pembohong banci.

kondisi wajar tidak wajar genting dan santai itu seperti apa sih??

Kondisi wajar atau santai itu sama sebenernya dimana kondisi ini adalah ketika kalian sebenarnya tidak usah berbohong namun berdasarkan iseng belaka ataupun karena dahulunya mempunyai dendam pada yang bersangkutan jadi bohong deh.
Nah kalo kondisi tidak wajar atau seringnya genting ini adalah kondisi dimana Lebaisme benar-benar tidak mengerjakan sesuatu, takut kepadanya dan akhirnya harus menyatakan kebohongan itu kepada yang bersangkutan agar tidak kena dampak-dampak negatif yang dibayangkan.

Lalu bohong itu apa siih?

Bohong itu menurut definisi gue yang udah hidup selama 21 tahun bla bla bla, bohong adalah kondisi dimana kalian gak mengatakan sebenarnya, melebih-lebihi kenyataan yang sebenar-benarnya, mengurangi cerita yang sebenarnya, menyatakan kondisi yang tidak pasti namun mengira-ngira secara berlebihan dan kondisi dimana ketika kalian sudah memulainya maka akan berdampak pada ketagihan dan mempunyai efek yang lebih dahsyat daripada ngerokok kalo berkepanjangan.

Pembohong ulung? mepet mepet? dan banci

Disini gue ngebagi manusia berdasarkan sifat bohongnya menjadi 3 bagian, Pembohong Ulung, Pembohong Mepet-Mepet dan Pembohong Banci.Udah jelas dong di awal paragraf tadi gue mengatakan bahwa ada suatu pola dimana manusia ditantang untuk berbohong dan ketika manusia sudah melewati tantangan itu ada pematangan jiwa didalamnya yang menghantarkannya menjadi pembohong dengan tipe macam apa. 
apakah dia pembohong ulung yang mengabadikan seluruh hidup dan nafasnya hanya untuk berbohong, pembohong mepet-mepet yang selalu menempatkan dirinya dalam situasi kepepet dan menyatakan bahwa berbohong adalah tindakan pembelaan diri (perlu digarisbawahi loh bahwa berbohong dan tindakan pembelaan diri itu berbeda) lalu pembohong banci dimana dalam kondisi ini kita akan menyatakan ah sekali sekali ini bohongnya atau menyatakan bahwa dia jaraang sekaaaliii berbohong.

Bohong Hitam Putih

Apakah itu bohong hitam putih?? meski bohong itu adalah menyatakan ketidakbenaran dari sebuah kenyataan tapi tetep aja menurut gue bohong itu kebagi dua, bohong hitam dan putih, dimana ini bukanlah nama program TV yang sudah dimusnahkan dari muka bumi ini. Bohong putih berarti berbohong demi kebaikan meski gak bisa dibilang tetap saja yang bersangkutan berbohong dan itu tidak baik, tapi pernah gak sih kalian merasakan timbal baliknya menjadi kebaikan? nah disitulah letak penjelasan gue kenapa ada yang namanya bohong putih meski seringnya ketika kenyataan itu terbongkar rasa sedih dan sakit telah dibohongi langsung menerjang. Nah yang berbahaya adalah Bohong Hitam dimana ini termasuk kedalam pembohong ulung dan menjadi tipe yang banget-banget harus dijauhi karena dia menjadikan bohong raja dari hatinya dan bohong adalah bagian dari hidupnya. Jujur gue pernah loh ketemu orang macem ini, dimana dia kenyataan dan bohong yang keluar dari mulutnya udah campur aduk dan dunia khayalan dia juga udah membaur jadi satu dalam kehidupan.

Bohong Kecil Besar

Tadi udah bahas Warna dari Bohong nah sekarang kita bahas Bohong dari ukuran nih, loh emang bohong bisa diukurr?? abstrak gitu?? dan yang namanya bohong itu mau kecil apa besar ya pasti yang kecil jadi besar yang besar tambah besar.. Ya mungkin kalian berfikir begitu namun ketika gue memperhatikan orang-orang disekitar gue benar ada bohong kecil dan besar ini. Bohong kecil itu ketika kita berbohong namun dalam skala kecil seperti membohongi anak kecil kalo uang gopenya jatuh ke got padahal sebenernya ditilep sama kalian dan bohong besar itu masuknya kedalam korupsi atau yang besar-besar, ngebohongin orang tua juga termasuk bohong besar.

Siapakah Pembohong?

Kita semua pembohong tapi yang membedakan kita dengan yang lain adalah kita pembohong seperti apa? apakah pembohong ulung, mepet-mepet atau banci? Bagaimanakah kita melalui proses peningkatan diri dalam fase berbohong. Nah proses dalam fase inilah yang akan merubah pribadi kita dalam hal berbohong antara satu dengan yang lain. Pembohong Ulung misalnya, umumnya adalah mereka yang sama sekali tidak mau menerima kenyataan, menganggap kenyataan terlalu pahit, sulit menerima situasi kehidupan karena tidak sesuai dengan harapan mereka dan yang menganggap berlindung dari tameng kebohongan akan memperbaiki kehidupan mereka, adalagi yang sudah menjadi bagian dari bohong itu sendiri dan mengikrarkan bahwa kebohongan yang mereka lakukan adalah kebahagiaan yang tidak ada tandingannya, simpelnya Para Pembohong Ulung ini adalah yang sudah meng-umpan-kan hati mereka untuk digerogoti gelapnya dunia. 

Bohong termasuk kedalam 7 sins dan merupakan bagian dari kehidupan, gue sendiri gak bisa menyatakan itu dosa dan dilarang oleh Tuhan, tapi bukan berarti kita mengumbar jiwa kita untuk hanyut dalam permainan Si Bohong. Kita selalu dituntut untuk melawan pribadi (melawan pribadi itu semacam game dimana kita sedang mengalahkan bosnya, dan lucunya kita akan selalu mengalahkan diri sendiri, tidak akan pernah berhenti dalam satu titik karena itu artinya tidak akan ada peningkatan kualitas diri).

Dampak?

Selalu ada dampak atas apa yang dilakukan atas apa yang dipilih, jujur saja dapat berdampak kepada rasa sakit yang luar biasa apalagi bila diawali dengan berbohong tentunya sakitnya akan berkali-kali lipat.
Pernah ada suatu cerita dimana ketika seorang Ibu menakut-nakuti anak bahwa permen dapat membuat giginya minggat dari gusinya dan pada akhirnya si anak gak bakal punya gigi lagi, mungkin bisa dikatakan ini bohong putih tapi bila si ibu akhirnya mengatakan ini secara konsisten dan akhirnya larangan itu mendarah daging kedalam dirinya, bisa jadi 2 hal ketika besar anak itu menyadari bahwa permen tidak akan langsung membuat giginya kabur dari gusinya tapi ada larangan dibaliknya yakni jangan memakan permen terlalu banyak dan satu lagi adalah traumatis anak itu tidak akan pernah mau memakan permen karena nanti giginya kabur semua. Yaaa.. selalu ada pilihan, selalu ada dampak dan selalu ada hasil untuk segala perbuatan.
Sebelum kita menyikapi secara dewasa kita pun akan dihadapkan kepada pilihan lagi ingin menjadi dewasa seperti apa?
Bohong tidak pernah salah, jujur pun sangat dianjurkan, tapi menurut nurani kita mampukah kita meletakkan kedua hal yang bertolak belakang itu menjadi baik dan menjadi pantas dalam waktunya?

2 comments:

  1. Walaupun ada temen yang bilang "Berbohong itu perbuatan yang tidak benar, tapi tidak selalu tidak baik."
    Tapi pegangan gue hadist Nabi aja deh:
    "Katakan jujur meskipun pahit."

    ReplyDelete
    Replies
    1. well, gue juga gak bisa nyanggah kalo itu hadist tapi disini gue berbicara sebagai manusia dimana bohong adalah salah satu kepingan dalam hidup :)

      Delete

  • Etika Profesi Akuntansi