Sunday, August 18, 2013

Terlewatkan

Ini adalah sesuatu yang paling gue sesal se sesal sesal nya..
sampe susah dah tuh ngejanya :/
gimana nggak, begitu banyak hal yang terlewatkan,
karena apaaaa, gue males? IYA, gue terlalu memudahkan? IYA, gue terlalu me-entar-entarkan? IYA, gue terlalu dan terlalu tidak waspada?? IYAAA..
begitu banyak hal yang bisa gue lakuin dan bisa gue perbuat, begitu banyak keinginan yang pada akhirnya hanya berhenti dan hilang di makan waktu, ini menyedihkan :(
begitu banyak ambisi, begitu banyak keinginan, begitu banyak hal terpikirkan, tapi hanya bisa duduk diam tak bergerak dan melihat ke sisi lain dunia, andaikan saja gue punya kemauan, kemauan untuk bergerak, untuk beranjak keluar dari diri sendiri, keluar dari kepompong yang sangat menyesakkan ini, begitu banyak mood yang sulit dikendalikan dan setelah sadar segalanya telah terlewatkan begitu saja..
gue kehilangan semuanya, gue kehilangan segala sesuatunya yang gue ingini, meski yang gue tau, gue gak pernah tau akhirnya, tapi gue mau mencoba dan itu semua dikecewakan oleh pribadi gue yang kurang kuat.
kenapa?
kenapa begitu lemah?
kenapa melawan diri sendiri itu begitu sulitnya?
haruskah gue melewati hal yang benar-benar mengecewakan untuk bertemu dengan sang penegak?
sang penegak yang bisa dengan tegas dan sikap dingin menebasku bila gue mengecewakan diri gue sendiri..
dan ini udah mengecewakan namun gue belum bisa menjalani apa-apanya.. damn..
kenapa gue begitu lemah dan tak berdaya?
hal didunia ini yang paling sulit dilawan adalah diri sendiri, keinginan-keinginan busuk, keinginan-keinginan untuk bermalas-malasan.
oke, kantong gue bokek, dan didepan mata gue ada duid 30rb entah punya siapa, tapi ya gue gak berani ambil, karena itu bukan hak dan milik gue, tapiiiiii kenapa soal kemalasan ini bukan maen sulit hilangnya :(
ini adalah perkara bagaimana gue dan pribadi gue bertengkar tentang kemalasan dan hasil yang sekarang ada di depan mata.
gue melewatkan begitu banyak kesempatan yang gak terjamah, dan ini sangat menyebalkan..
menyebalkan sekali, dan gue pun gak bisa nyalahin diri gue sendiri, gue hanya bisa mengaca dan melihat betapa diri gue yang lain kecewa akan diri gue dengan sisi yang lain..

No comments:

Post a Comment

  • Etika Profesi Akuntansi