Saturday, October 6, 2012

si #terjajang dan sadarnya gue

weell hari ini sekiranya gue nyari sedikit info tentang si jajang selebnya twitter buat akhir-akhir ini, baca TL-nya sama beberapa info dari masyrakat lewat komunitas blogger dan kaskus (sumpe niat banget nyarinya, wkwk ).
yaah ternyata sesuatu banget, begitu gue baca anggapan mereka kenapa si jajang (atau ngetrendnya sekarang #terjajang) jadi fenomenal adalh karna keluguan dan kepolosannya.
mereka mengibaratkan jajang adalah sosok yang dirindukan oleh banyak orang yang sekarang rata-rata munafik dan jaim, jaga gengsi dan segalanya lah yang buat imej mereka baik dan bagaimanalah..
ini nyadarin gue dimana posisi gue saat ini..
ini juga nyadarin gimana keadaan gue saat ini dimana segala tampilan luar gue terlihat baik adanya 9atau memang aslinya gue kayak gitu?)
gue sendiri masih bingung.. aneh ya untuk saat ini ketika sedewasa ini gue masih bingung sama identitas gue,
terlalu banyak pertimbangan dalam hidup gue, kegalauan hidup gue..
gue maunya itu tapi ketika difikirkan kedepannya (karena gue tau kedepannya bagaimana) gue pun akhirnya mundur..
si jajang yang kehilangan cinta karena dikhianati dan ditinggal pergi si yuni sang mantan istri dan dia numpahin isi hatinya langsung di TL-nya,
gue?
gue putus aja diem gak berani berkutik didunia maya, akibat kekepoan temen-temen gue (yang sebenernya mah niat baik mau ngehibur gue) cuman gue gak mau mereka tau (apakah ini salah satu ketertutupan gue?) apalagi mantan gue tau kalo sebenernya gue belum rela kehilangan dia, well sekali lagi gue menunjukkan ego gue..
sekali lagi gue mau orang lain tau tentang gue bahwa semuanya baik-baik aja dan segalanya baik-baik saja, baik keluarga gue ataupun relasi gue terhadap semua orang, gue mau tau yang orang tau adalah betapa bahagianya hidup gue bahwa ada mereka disini..
tapi kenapa gue gak bisa juga berbagi dan berkata hari ini gue sedih, hari ini gue lagi malang, hari ini gue tertekan..
gue mengibaratkan segalanya baik-baik aja, kenapa coba?
kenapa gue gak bisa kayak si jajang yang seenggaknya dengan kepolosannya dapat mengatakan ini begini ini begtu, taeeeeeeeeeeee..
gue ngomong tae aja berasa kotor banget dan gak bagus -_- astaga..
terkadang iri karena kepolosannya, yaah gue emang begini adanya, tapi bukan berarti gue gak bisa berubah menjadi lebih baik dan menuju kehidupan yang seutuhnya bahagia kan?
gue usaha coy gue berusaha segalanya, dengan ambisi gue tapi juga dengan keterbatasan..
terkadang gue bertanya bagaimana agar kita apa adanya? bagaimana agar kita dapat menjalani hidup dengan baik..
tapi kemudian seiring berjalannya waktu gue menemukan kunci "menurut kehidupan gue" bahwa berkatalah sesuai adanya dan berusahalah..
dan apakah gue udah menjalankan itu semua?
galau lagi deh gue..
gue gak tau atas apa yang gue lakuin, gue gak tau apakah ini sudah benar atau salah..
begitu banyak pertanyaan yang sebenernya gak perlu diungkapkan..
dan begitu pertanyaan yang seharusnya gak terukir dalam benak gue..
bukankah kita harusnya menjalani hidup, merasakan nafas hidup hadir ditengah-tengah kita?
=)
sekali lagi pertanyaan yang sudah terjawab itu kenapa masih membayangi gue?
hidup itu pilihan, tidak ada yang salah tidak ada yang benar tentang bagaimana hasilnya nanti serahkan pada hari esok, setidaknya pada hari ini kita sudah melakukan banyak hal tentang yang baik dan bila tidak maka minta maaflah pada diri sendiri dan pada orang lain..
jangan terlalu menyalahkan diri sendiri (tapi nyatanya gue sering banget nyalahin diri gue atas apa yang terjadi. gue gak bisa seenjoy, dalam hati ni masih ada kekakuan dalam hidup..
=(
sabtu galau nih...

No comments:

Post a Comment

  • Etika Profesi Akuntansi