Tuesday, July 3, 2012

Surat Cinta 4


Sang surya beranjak pergi datanglah sang malam, begitupun dengan dirimu..
Bagaikan sinar rembulan yang mengintip dari kaca jendela, sinar keindahanmu merasuk kedalam benak hatiku, mengusik hatiku membayangi pikiranku..
Duhai dirimu, sang pecipta kekuatan hati luar biasa, membuat diriku tak berdaya, dengan tatapanmu, dengan wajahmu, dengan ketegasan ucapanmu..
Duhai kau, sang pejantan yang membuatku selalu menantikan mentari terbenam dan hari ini tiba, kaulah penghias hari dan hatiku..
Ucapanmu yang seringkali terbalik-balik seperti membuat hatiku terbalik-balik padamu,
Bukan saja rasa rindu yang bergejolak namun juga sengsara karena hanya dapat menemuimu sekali seminggu..
Tak mengertikah kau perasaan ini?
Mungkin aku hanyalah selingan yang lewat dalam hidupmu,
Mungkin aku hanyalah segenggam debu dalam ruangan yang sempit,
Yang terjebak karena kewajiban..
Tapi sesungguhnya dirimu, ya karena dirimulah aku selalu setia menanti datangnya ini semua, ya karena dirimulah aku selalu dengan tulus dan gembira menjalaninya.
Dirimu adalah pesona tanpa batas, keindahan tak bertepi.
Engkau mungkin tak akan pernah anggap ku ada, namun dirimu yang mengisi kekosongan hatiku akan menjadi memoar terindah dalam sejarah hidupku..

No comments:

Post a Comment

  • Etika Profesi Akuntansi