Tuesday, July 3, 2012

Surat Cinta 2


Malam..
Kamu yang wajahnya tak pernah berani kutatap,
Yang ketika disebut namanya saja sudah membuat duniaku gonjang ganjing dan porak poranda..
Yang membuat tidur malamku tak pernah nyenyak..
Yang membuat mimpi-mimpiku menjadi paling terbahagia..
Yang membuatku kadang bingung..
Perasaan yang aneh ketika namamu untuk terakhir kalinya tersebut..
Perasaan yang ajaib ketika namamu untuk terakhir kalinya disebut..
Bagaimana mungkin, bagaimana bisa..
Melihatmu saja aku tak sanggup, bagaimana mungkin dengan satu nama itu aku menjadi kacau?
Rasanya sinyal hatiku langsung terpusat pada nama itu, tidur pun aku tak sanggup, rasanya ingin kutulis seribu surat untukmu tentang hatiku yang masih membuatku terlampau bingung..
Aku kalap, kalap akan perasaanku sendiri..
Oh Tuhan aku sendiri tak mengerti apa yang kurasa padamu, bukankah ini aneh? Dan kemudian ketika aku menulis surat ini tepat dititik ini ada suara dalam hatiku yang berkata demikian..
“Aroma indah untuk yang terindah
Dia adalah sekuntum mawar
Berduri namun tak menyakitkan
Memuaskan batin dan menghauskan hati
Cintamu dahaga oleh hangatnya cinta Dia
Pikiranmu hampa tanpa diri Dia
Aroma tubuhnya mengisi setiap desah nafasmu
Cerianya mengisi tiap sudut raga ini dan
Wajahnya menghias tiap mimpimu”
dan tersadarlah aku akan rasa ini.. rasa yang telah lama hilang dan kini kembali…

Aku
Yang tak pernah mati rasa untukmu.

No comments:

Post a Comment

  • Etika Profesi Akuntansi