Wednesday, July 11, 2012

Sebotol Abothyl

Lucu itu adalah ketika hidup mengajarkan kita sesuatu dari kesederhanaannya.
Lucu itu adalah ketika hidup mengajarkan sesuatu dari yang ternyata bukan sesuatu.
Lucu adalah ketika sebenarnya menyadari bagaimana sesuatu itu namun tetap mempertanyakannya.

Pertanyaannya sekarang adalah, bolehkah sekarang kita tertawa?

Terkadang gue ketawa lho inget betapa lucunya hidup ini, gue yang seharusnya menyadari hal itu karena jelas terpampang malah membiarkannya menjadi seonggok hal yang gak ada artinya.
Benar-benar bukan seorang yang peka hidup ye, dan lucunya kita semua seperti itu,
kita seringkali mengabaikan hal-hal yang kecil dan menjadikan hal yang besar menjadi sangat besar, bukankah bila kita menjadikan hal kecil menjadi besar itu seperti sesuatu?
Tentunya yang gue maksud disini adalah hal-hal yang berkaitan dengan positive bukan perkara-perkara dalam hal berpacaran.

Oke balik ke topik awal gimana sebuah hidup menjadikan sesuatunya berarti, ini gue alamin ketika gue lagi ngobatin sariawan yang udah betah ngedon di mulut gue selama 4 hari, dan ajaibnya saat orang-orang mengeluh susah makan atau apapun yang gue lakuin malah sebaliknya, semakin banyak makan.
Luar Biasa!
Akhirnya dengan lumayan bĂȘte gue obatin sariawan gue pake abothyl sebuah obat yang katanya luar biasa ngefeknya, nyobalah gue, dan kebetulan nyokap gue merhatiin gue dengan seksama dan tak lama kemudian berkomentar
“jangan obatin dari luar aja, dari dalem juga. Percuma kalo diobatin dari luar tapi dalemnya enggak” and guess what.. it’s ngejleb banget mommy..
Gue merasakan sesuatu, mengobati itu jangan dari luar aja tapi dari dalem juga, itu tuh kayak bilang jangan outer doang diperhatiin tapi inner juga.
Yaah ini memang hal lumrah kan dan diterima oleh semua masyrakat mesti pengaplikasannya gan susah sekali.

Tapi perlu diberitahu, manusia yang berhasil adalah manusia yang dapat menaklukan dirinya sendiri, dan membuat lingkungan sekitarnya mengikuti perubahannya. Plis jangan biarkan diri loe terkukung dalam sebuah kandang yang membatasi kreatifitas lu meski emang kandang itu berati seseorang yang sangat berpengaruh dalam hidup kita, tapi setidaknya jangan stuck sampai sini yakinlah ada saatnya kamu untuk berkarya.

Memperbaiki diri dari dalam adalah yang disebut dengan mengobati dari dalam.

Butuh perjuangan yang sangat keras untuk mengobati dari dalam, perjuangan yang melebihi mempengaruhi dunia luar.
Itulah bagaimana akhirnya penaklukan diri sendiri akan sangat berpengaruh kedepannya daripada elo nutup diri dan berharap lingkungan akan berubah sesuai dengan keinginan elu.


  1. niat, menjadi niatlah untuk berubah kearah yang lebih baik. Gunakan standar kebaikan yang sangat dasar dan jadikanlah modal.
  2. tujukan niat, gue berbuat baik, gue menjadi baik, gue berubah, dan ini semua buat siapa? Ya tentunya buat elu.. inilah yang mesti ditanami. Ingatlah bahwa semua yang lu lakuin selalu kembali kepada diri lu sendiri
  3. pertahankan identitas diri. Menjadi sesuatu ke arah yang lebih baik bukan berarti kehilangan identitas diri, tetaplah menjadi diri lu yang apa adanya hanya dengan jiwa yang lebih gresh. Dan gue yakin lingkungan lu akan menjadi lebih fresh.
  4. tidak terjebak dalam lembah kekelaman. Hidup dengan penuh kekelaman itu bukanlah diri lu tapi sebuah jiwa yang telah kehilangan nafsu hidup
  5. karakter, karakter adalah sebuah medan yang harus dimiliki bila mau menaklukan diri sendiri. Tentukan karaktermu dan taklukan dunia! Widih cadas dan gampang ya ngomongnya tapi ingatlah ini gak ada sesuatu yang gak mungkin bila kita niat.

Dulu gue hampir ngelupain semua sampe ada sahabat gue yang menegur gue dan mengatakannya sama kayak gitu (persis kayak gitu!).

Hidup dilingkupi nilai positif memang membuat hidup sangat ringan dan menyenangkan. Dan ingat gak ada sesuatu yang gak mungkin untuk digapai semustahil apapun itu. Bila ternyata engkau tak sanggup meraih bintang itu jadikan awan sebagai pijakanmu untuk meraih bintang yang lain. =)

No comments:

Post a Comment

  • Etika Profesi Akuntansi