Saturday, July 14, 2012

Emotional Blackmail

okey Emotional Blackmail, jujur aja ini kata mengusik gue untuk tau lebih jauh dan lebih dalam, dan pastinya bagaimana tampang si Emotional satu ini, dan menakjubkan gue menemukan karakter yang semua orang punya dan bahkan tak jarang menjadi tokoh utamanya, weh hebat ya.. sebenarnya yang lebih hebat lagi adalah tokoh utamanya, karena yang pasti dia adalah sosok yang archieve dan disukai orang, kebanyakan pelaku dari emotional blackmail adalah seseorang yang mempunyai topeng hidup yang banyak disegani. Loh kenapa seperti itu? itulah yang gue bilang kenapa emotional blackmail adalah sesuatu yang kebanyakan melekat pada orang-orang dengan status menjanjikan.
Lalu sebenernya Emotional Blackmail ini apa sih?
Emotional Blackmail adalah sebentuk komunikatif yang sifatnya manipulatif, nah dari kata manipulasi aja udah tau dong Emotional satu ini bener-bener gak friendly banget, dan barangsiapa yang udah terjerat didalamnya maenannya udah perih gan karena bersangkutan dengan sakitnya hati.
Emotional Blackmail biasanya berdampingan perasaan bersalah, kecewa dan takut untuk para korbannya, untuk pelakunya sendiri sih happy-happy aja malah ini menjadi sarana untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.
terus yang kayak gimana sih Emotional ini?
gue juga gak jarang gan, menjadi seorang pelaku tapi sering juga jadi korbannya, nah lho..
untuk mengungkap lebih jauh kayak gini ini nih yang disebut dengan Emotional Blackmail ::

~dalam berhubungan~

=Perasaan Takut=
jika dalam situasi si cowok bener-bener gak bisa ngejemput ceweknya yang sebelumnya udah janjian karena mendadak nyokapnya minta dianterin ke rumah sakit buat periksa ataupun jenguk temennya,
:ditelfon:
cewek : apa? kamu gak jadi jemput?!
cowok : iya, maaf banget ya sayang, aku gak maksud gitu tapi mama mendadak minta ditemenin buat periksa..
cewek : oh periksa, yaudah deh gak papa..
cowok : bener nih sayang gak papa?
cewek : iyah, gak papa, toh meski udah malem masih banyak bus yang ada meski sepi dan gak tau deh ntar aku kenapa-kenapa, terus kalo gak supirnya ngantuk terus ketabrak. yah gak papa deh demi mama kamu..
cowok : eh gak gitu juga yank
cewek : iyah aku gak papa kok, soal nanti kalo busnya sepi terus ada preman-preman, aku gak papa..
dan jadilah si cowok nganter nyokapnya kerumah sakit langsung cabut ngejemput ceweknya yang mungkin jaraknya dari ujung ke ujung dari Rumah Sakit si ibu cowoknya, atau mungkin yang lebih ekstrem si cowok ogah nganterin nyokapnya. (well meski sedikit lebai ada juga lho yang kayak gini)

=Perasaan Takut (lagi)=
cowok : kamu sayang banget gak sama aku?
cewek : sayang dong, buktinya apapun kalo bisa aku penuhin, ya aku penuhin..
cowok : kalo gitu kamu serahin keperawanan kamu dong..
cewek : loh kok gitu??
cowok : katanya kamu sayang aku??
cewek : tapi kan gak gitu
cowok : tandanya kamu gak sayang aku, atau kamu gak percaya aku dong
cewek : ya gak gituu, tapi kan..
cowok : kalo kamu gak ngasih berati kamu gak sayang dan gak percaya aku, kita mending putus
cewek : iyaa deh, yuukk..
dan terjadilah maksiat, ckck.. percaya gak percaya kejadian ini masih banyak dikalangan anak muda -_-

=Perasaan Bersalah=
bila di suatu kejadian kebetulan ada yang kurang berkenan buat si cowok, kayak janjian selalu digagalin sama ceweknya, atau ceweknya pernah ngelakuin suatu kesalahan yang ngebuat cowoknya bete 7 turunan jadilah seringnya seperti ini :
cewek : jalan yuukk..
cowok : enggak ah..
cewek : kok gitu?
cowok : abis kamu kalo janjian selalu gak ditepati sih
atau ngenesnya cowoknya selalu mengungkit-ungkit hal-hal yang telah lalu (yang mungkin saja kesalahan kecil) dan kemudian membuat resah atau membuat pasangannya merasa bersalah dan harus tetap bersama si cowok buat ngebayar apa yang telah dilakuinnya, ini hampir sama dengan perasaan kecewa.

~di kantor~

bila ada seorang karyawan yang on time dan tidak memberikan loyalitas yang tinggi kepada perusahaan, mungkin saja bosnya akan berkata
bos : pulang sore terus ya?
karyawn : iya pak
bos : ooh, eh si irwan itu pulang malem terus lho, memang benar dia itu karyawan yang patuh dan berkinerja bagus..
endingnya karyawan merasa tersindir secara halus, (well kalo menjunjung tinggi loyalitas sih bagus tapi kalo manfaatnya hanya sebatas pengembangan dan tak berefek banyak pada si pelaku, maka loyalitas itu bukannya patut dipertanyakan??)

seorang bos yang melecehkan sekretarisnya dan berkata bila sekretarisnya melapori hal ini maka sang sekretaris tidak akan pernah mendapatkan pekerjaan yang lebih bagus dimanapun karena sebenarnya tidak kompeten (hellow, padahal kan yang melakukan penyeleksian itu HRD dan bila ia sudah menjabati posisi itu seharusnya itu berarti dia kompeten doong)

~lewat dunia maya~

bila kamu tidak menyebarkan sms ini ke 70 orang maka kamu akan mendapatkan kesialan 7 turunan, tidak akan dapat jodoh dan nyawamu tidak akan selamat, akan ditabrak oleh tronton dan organ tubuhnya kemana-mana (okey ini mulai menyeramkan isi smsnya)
tapi ya kurang lebih seperti ini, kita seringkali menerima sms seperti ini ataupun email spam seperti ini dan entah karena apa banyak saja yang percaya dan menyebarkannya.

yaah itu sedikitnya tentang bagaimana contoh dari Emotional Blackmail, dimana pelakunya menggunakan kekuatan Emosi untuk membuat korbannya merasa bersalah dan menyesal dan tragisnya bila si korban melakukan apa yang disuruh oleh pelakunya maka korban pun akan sangat menyesal.. sungguh ironi bagaimana kekuatan Emosi dapat menjadi senjata ampuh yang lebih pakem daripada pisau sekalipun.

okey lalu bagaimana mengobati ini semua??
1. Kenalilah para pengemar Emotional Blackmail serta kalimat-kalimat yang biasa mereka ucapkan, cobalah untuk peka terhadap setiap kalimatnya, dan jika mereka meminta anda melakukan sesuatu demi mendapatkan penghargaan dan tidak wajar maka jangan lakukan.

2. Miliki prinsip, ketahui, sadari dan tanyakan pada diri anda apakah hal yang diminta masih wajar atau tidak, bila tidak ya jangan pernah ikuti, pegang prinsip anda kuat-kuat

3. Ketahuilah bahwa anda tidak perlu harus selalu mengikuti aturan mereka, terkadang para penggemar Emotional Blackmail adalah orang-orang yang egois (ditambah mereka harus selalu mendapatkan apa yang mereka inginkan bagaimanapun caranya), biasanya para pelaku menyukai ketakutan yang anda rasakan dan menjadi kesenangan tersendiri bagi mereka..

ibarat kata ini sering kita liat di film-film atau sinetron Indonesia yang perannya jahat, si ibu tiri yang jahat ataupun tokoh-tokoh antagonis lainnya dan mempunyai karakteristik yang kuat untuk disiplin dalam memanipulasi emosi seseorang (lebai termasuk salah satu sifatnya juga gak ya?) hihi.

so, jangan sampe deehhhh terjebak dalam situasi dimana elu harus berperan berdampingan dengan para pelaku Emotional Blackmail ini, bisa jatuh dan tak berkembang nantinya.. ckck


sumber : http://roelworks.multiply.com/journal/item/226


1 comment:

  • Etika Profesi Akuntansi