Monday, April 30, 2012

Sepekan tanpa Cinta

aku terperangkap dalam sedih yang tak kulihat ujungnya, awalnya kuberfikir aku tak akan bangkit dari area ini dan aku akan terpuruk, sepekan aku menunggui kegalauan yang kurasakan harus kutanggung..
sepekan kurasakan siksa dari hati yang merana, merasa akulah yang paling sedih dan terpuruk, melupakan segala kemungkinan dan peluang yang ada, merasa aku tak akan pernah bisa bangkit dari hati yang terluka dan hati yang pedih menanggung segala sakit yang ada..
Add caption
merasakan ingin kembalinya setengah hati yang hilang dan semakin waktu berjalan semakin besar dan semakin kuat keinginan itu, ini kenapa? sedih yang kurasa, tetesan air mata hiasi hari ini, begitu besar rasa kehilanganku hingga sayap-sayap yang akan menghantarkanku kepada gerbang kekekalan abadi menungguiku. Hati ini rasanya tercabik oleh gundah gulana, dalam hati bergulat rasa yang tak biasa.
mencoba merenungi apa yang salah dan apa yang telah kuperbuat sehingga berbuah seperti ini.
dan kudapati aku menyalahkan diriku seutuhnya, membuatku jalanku semakin tertatih, jatuh bangun kurasakan dan hati ini semakin tidak ikhlas untuk menerima kepergiannya. siapa yang ikhlas menerima kepergian disaat dua hati masih saling terkait erat dipisahkan karena sebuah ego yang tak masuk akal, atau inikah pertimbangan?
kisah cinta yang dilalui memang hanya dua hati yang tau, bagaimana langkah selanjutnya memang hanya mereka yang tau, yang lain hanya memandang dan menonton menantikan apa yang akan terjadi selanjutnya. dan kini terdamparlah aku disini tepi hati yang kelam, menonton keputusan yang akan kuambil selanjutnya.
menonton? tidak aku harus melakukan action, ini hidupku. meski hati dibuat perih namun inilah jalan yang harus kulalui. luka cinta bukan membuat kita membenci cinta itu tapi membuat semakin mencintai cinta, luka sekarang mungkin adalah bentuk penyadaran dari cinta untuk memperlakukannya lebih baik.
sahabatku Jesus mengatakan kepadaku lewat mimpiku aku terlihat sangat jelek bila muram dan sedih, sahabatku tak rela melihatku seperti itu, maka kubulatkan tekad, seberat apapun masalahnya mulai kini aku harus berdiri tegar dan tegap menghadap langit. semua yang ditakdirkan Tuhan adalah baik adanya, mengapa aku harus bersungut. sulit untuk yang pertama namun jngan takut Tuhan akan membantuku atau membantu kamu yang sedang sedih hatinya dan menghadapi kegalauan tentang masalah hidup. dan untuk selanjutnya adalah menjadi biasa.
sepekan aku terjatuh namun itu menyadarkanku untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.
=)
hidup untuk memberikan pelajaran bukan untuk tenggelam dalam kekelaman terlalu lama.. ^^

No comments:

Post a Comment

  • Etika Profesi Akuntansi