Tuesday, April 10, 2012

Kasus Aspek Hukum Ekonomi

Nama : Christina Ayu Septiarini
Kelas : 2 EB 18
NPM : 21210583


TEMPO Interaktif, Jakarta – Menteri Koordinator Perekonomian Hata Radjasa mengatakan pemerintah mengkaji kemungkinan dilakukannya revisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2011. Namun, perubahan anggaran tidak akan dilakukan dalam waktu dekat.
“Masih terlalu pagi saya ngomong perubahan. Kalau pun ada perubahan itu dilakukan di semester dua,” kata Hatta seusai memimpin rapat koordinasi privatisasi BUMN di kantor Kementerian BUMN, Jakarta Kamis (3/3).
Revisi anggaran untuk menaikkan anggaran belanja subsidi akibat tertundanya pembatasan bahan bakar minyak bersubsidi akan dibahas lebih lanjut oleh Kementerian Keuangan. Menurut hatta, semua pergeseran asumsi-asumsi makro ekonomi yang mungkin terjadi akan dicatat dan dibahas bersama Dewan Perwakilan Rakyat.
Ditanya wartawan mengenai kemungkinan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi, Hatta menyatakan hal itu bulan keputusan yang mudah diambil pemerintah. “Saya jangan mendahului karena akan dibahas dulu di Dewan,” ujarnya.
Hatta mengatakan terkendalanya pembatasan BBM bukan disebabkan lambatnya pengambilan keputusan. Pemerintah masih terus memperhitungakan waktu yang paling tepat. Seperti diketahui pemerintah menunda rencana pembatasan BBM bersubsidi dari April ke Juli tahun ini.
Persoalan kenaikan harga minyak mentah dunia, inflasi yang terus berubah, dan kesiapan dispenser menjadi bahan pertimbangan utama penundaan pembatasan. “Itu akan terus dibahas bersama komisi VII, situasi dan asumsi yang terus berubah itu akan kita bahas,” tegasnya.
Dijelaskan Hatta selain masalah pembatasan BBM, pemerintah saat ini tengah membahas implementasi kebijakan terkait peningkatan produksi minyak nasional. Pemerintah mengharapkan lifting produksi minyak meningkat. Namun, lambannya proses tender dan lemahnya kebijakan pengadaran rig-rig pengeboran laut dalam. “Kompleksitas inilah yang menyebabakan pemerintah kehilangan momentum untuk menaikkan produski,” tegas Hatta.


Kasus : 
Revisi Anggaran Pendapatan dan Pembelanjaan Negara 2011

Penyelesaian :
apa yang ada dibalik dari kasus inilah yang harus dicerna, dimana alasan pemerintah merevisi dan menaikkan anggaran subsidi, perlu ditambahi lagi selain alasan-alasan diatas, adalah daya beli masyrakat yang tidak sepadan dengan yang terjadi pada keadaan ekonomi diluar negara, 
terlebih subsidi yang berlebihan kepada satu bidang saja, seperti yang dialami pada tahun ini 2012, subsidi untuk BBM sebenarnya sudah melebih ambang batas kebijakan yang ada, karena sektor-sektor lain secara otomatis terbengkalai, bila dirunut kesalahan siapa, jawabannya pun berputar kepada tingkat korupsi yang mencapai garis putusnya urat malu. hal inilah yang diwaspadai, dimana ekonomi bisa dikatakan sebuah sistem yang memiliki efek domino, karena itu pemerintah ataupun masyarakat harus belajar bijak baik untuk menentukan pemimpin ataupun menegakkan hukum yang berlaku.
lalu penyelesaian dari revisi ini sendiri bagaimana?
menurut saya, mau pemerintah merevisi seperti apapun dengan kondisi yang masih stak seperti ini ataupun bila berubah namun dalam keadaan yang tidak stabil maka revisi itu tidak akan berdampak banyak kepada masyrakat.

No comments:

Post a Comment

  • Etika Profesi Akuntansi