Saturday, March 17, 2012

BBM naik? santai aja..

loh?? orang bbm naik kok dibilang santai aja, apa kata perut nantii?? yang uangnya ampe bertruk-truk sih santai laah ini yang wong miskin gimana ceritanya? bbm gak naik aja gak makan, apalagi bbm naik??
apa anda ini salah ketik?? hellow mahasiswa satu ini udah gak puna hati dan daya intelek-nya udah merosot sampe batas bawah ya?

ups, hhe jangan sampai anda-anda sekalian mikir kayak gitu dong sama saya..
saya ngomong kayak gini karena pertama saya cinta banget ama lingkungan hidup yang bebas polusi, otomatis semakin tinggi harga bbm maka orang akan semakin berfikir dua kali untuk membeli motor, yang sekarang saja membludak jumlahnya. istilahnya pengurangan angkutan-angkutan transportasi pribadi atau yang memang penggunannnya diutamakan untuk ego -meskipun dipakai untuk bekerja- ingat yang saya katakan diawal ini adalah konteks penggunaan transportasi pribadi,
namun alasan saya itu bukanlah yang utama, karena memang selain prihatin dengan bumi yang semakin rentan karena tergerus dengan virus-virus jahat, tapi juga karena penggunaan dana untuk menekan harga bbm ini yang mengambil dana untuk sektor-sektor lainnya, saya sendiri mengharapkan dengan naiknya harga bbm ini pemerintah dapat dengan sigap mengalihkan dana-dananya untuk sektor yang lebih menghasilkan, dan dengan sigap menghadang isu-isu yang biasanya efek dari kenaikan bbm ini, lihat saja belum bbm naik sudah terjadi penimbunan bbm dan kenaikan harga-harga yang sebetulnya tidak usah dipraktekkan.
lalu bagaimana dengan kenaikan kebutuhan yang akan naik nanti seiring dengan naiknya bbm??
okey, disini pemerintah harus dengan teliti dan menjadikan kedisiplinan sebagai harga mati untuk menegaskan selain mobil berplat kuning baik mengangkut kebutuhan pokok ataupun kebutuhan yang memang fungsinya untuk kebutuhan dan angkutan umum harga dikenakan semurah-murahnya dan untuk yang menggunakan transportasi pribadi harga dikenakan semahal-mahalnya, cara seperti ini berarti pemerintah harus menjalin relasi dengan baik kepada para pemeran utama dalam hal ini.
sebetulnya saya mengharapkan pula bahwa sedikit saja pemerintah menunjukkan kepeduliannya kepada masyrakat dengan bukti nyata, seperti naik sepeda juga ataupun melakukan suatu tindakan yang lebih real dengan terjun ke masyrakat langsung, sehingga sebenarnya dapat menjangkau masalah utama yang dihadapi masyrakat saat ini.
lalu bagaimana dengan para pejabat korup yang saking korupnya sampai harus beli baju yang ukurannya lebih besar daripada ukuran sebelumnya?
okey, inilah peran mahasiswa terutama, mahasiswa sendiri yang sering banget berkoar-koar dan merupakan penerus sekaligus pengarah bangsa ini mau dibawa kemana harus menyadari posisinya dalam hal ini, mahasiswa harus secara aktif mengerti dan mau tau tentang bagaimana latar belakang calon-calon yang akan memimpin dan secara cerdas menganalisa bagaimana cara kerjanya juga menerjemahkan bagaimana keputusan-keputusan kedepannya. mahasiswa juga harus dapat mensosialisasikan para calon dengan lebih spesifik kepada masyrakat yang merdeka dan makmur ketika berhadapan dengan pemilu, ingatkah saya tentang ini semua yang diawali dengan baik akan berakhir dengan baik, begitu pula dengan para partai saat ini tak usahlah pake iming-iming pembagian sembako atau tetek bengeknya namun dalam tindakan kedepannya adalah nol.
yang kita perlukan dinegara ini bukanlah orang yang pandai berbicara dan pandai berfikir namun yang kita perlukan adalah pemimpin yang berkejujuran, berkedisiplinan dan menghargai apa yang disebut dengan keuletan dan kerja keras, ini berarti pemimpin yang diharapkan adalah cerdas dan bertanggung jawab, bukan sebuah robot yang digerakkan oleh partai-partai dibelakangnya, namun seorang calon yang mencintai rakyat dan yang mengerti tentang keadaan rakyatnya, ibaratnya kayak orang pacaran rakyat adalah wanitanya presiden adalah lelaki yang sangat mencintai wanitanya yang jumlahnya ribuan.
dan saya puna pemikiran tentang alternatif lain, bukankah kita cinta indonesia? ada banyak lho bahan bakar alternatif yang ada dinegeri ini, dan berita gembiranya tinggal dipatenkan lalu siap dipakai namun berita sedihnya belum ada pemerintah yang bergerak untuk menyumbang dananya agar bahan bakar alterntif yang lebih manusiawi ini menjadi maju.

 yuk bergerak yuk.. selamatkan Indonesia yang kita cintai ini.. =)

No comments:

Post a Comment

  • Etika Profesi Akuntansi