Friday, March 2, 2012

Andai aku besar nanti

judul diatas terinspirasi dari lagu Sherina cilik, di film Petualang Sherina itu lho sob,
gimana ya, ini ngelempar gue kemasa lalu, yaah kisaran sd, smp laah, soalnya kan tk gue masih ngubek ama maenan, nah pas sd tepatnya kelas 3 dimana emang jamannya ngebual dan berhayal, pernah tuh gue berhayal jadi pengacara, astronot sampean presiden, wajarlah khayalan bocah sob, tapi lucunya gue juga pernah berkhayal jadi tukang sampah sampe sopir bajaj, haha kocak deh. tapi dibalik itu semua, dibalik mimpi-mimpi besar dan ternyata ketika besar untuk menggapainya memerlukan sebuah perjuangan besar ada sesuatu yang penuh dengan makna, yakni ingin membuat bunda dan ayah tersenyum. itu sob yang diimpiin semua anak yang lahir kedunia sekalipun ia cacat sekalipun ayah dan bundanya tak lagi ada disisinya. mulia banget ya? itulah kita ketika masih kecil, sekalipun kita disakiti oleh ayah dan bunda sekalipun kita dibuang ke panti asuhan oleh ayah dan bunda kita. namun ketika berkarya dan mendapatkan sebuah penghargaan, pembuktian eksistensi diri kita ya tok cuman untuk mereka, untuk ayah dan bunda kita.
meski kini kita belum bisa melakukan apa-apa, ya dalam kondisi pelajarlah, atau sedang menyusahkan ayah bunda kita atau lebih lebih dalam keadaan menganggur ada suatu hal yang tersimpan dalam benak hati ini, yakni membuktikan bahwa kita ini dapat dibanggakan dan kita dapat berbuat sesuatu yang membuatmu beruntung telah mempunyai anak seperti kita.
itulah yang kita impikan. gue? gue selalu berusaha maksimal, IP maksimal, belajar maksimal, ketawa maksimal, becanda maksimal, haha pokoknya semuanya maksimal, sebisa mungkin ngejaga bunda gue, ngejaga perasaan gue, ngejaga semua yang gue puna, kecuali yang nyakitin gue sob, bunda pernah berpesan sama gue, diusia gue yang masih dini ini jangan terlalu menyakiti perasaan sendiri nikmatilah hidup ini dan tersenyumlah (semua orang tua memang selalu bahagia ya melihat kita tersenyum), hihi two thumb for bundooo.. hhe..tapi jangan sampai apa yang dilakuin orang lain yang nyakitin kita jangan dibalikin, wah yang ini sih agak susah, hhe.
oke kembali ke topik dimana semakin besar per-andai-an itu berubah menjadi sadar kenyataan. gimana gak sadar, secara otak gak mumpuni secara finansial bisa makan pake ayam udah alhamdulilah, gimana mau ngejar impian? tapi tenang sob Tuhan maha adil dan maha kuasa, lebih berkuasa daripada Gayus Tambunan yang puna uang sekolam renang, sob-sob yang merasa miskin ilmu miskin uang bisa mengadu kepadanya, jadi manusia itu kuncinya satu, mau kerja keras maka si andai itu bisa diwujudkan, emang gue belom nyoba yang begitu tapi gue pastiin gue mau nyoba sob, dari kecil gue pengen banget jadi psikolog, kayaknya keren gitu, orang keren yang ngerti orang lain dengan sekali liat, gila dukun kalah tuh. tapi motivasi gue kurang terlebih bundo nolak mentah-mentah katanya siap masuk bangsal rsj, hhe.. ya kayak gitu beranjaklah gue ke akuntasi, widih jauh deh itu, tapi sob qlo loe pada mau tau, dalam hati terdalam ini gue berniat mau ngelanjutin kuliah gue di bidang psikologi, pake uang gue sendiri dan gue mau nunjukin ke nyokap gue, qlo psikolog itu gak cuman buat orang gila XD
nah dari cerita gue itu bisa sobat-sobat tarik kesimpulan bahwasanya, apapun niat itu (baik lho ya) jangan pernah dikubur dalem-dalem bahkan sampai dilupain, sebisa mungkin kalo ni idung masih kuat buat bernafas dan otak masih mampu untuk ngebedain mana cakep mana jelek, maka gue yakin dengan keteguhan dan niat sarjana di usia senja pun adalah sesuatu yang membanggakan.. aaah gue memimpikan disaat dimana gue make toga dengan gelar S.Psi wedeehhh kebanggaan luar dalam..
dalam hati gue selalu berkata Tuhan, ini niat baik dan aku menggapainya untuk kukembalikan kedalam masyrakat, maka berilah aku kemampuan untuk menggapainya.
nah sob indah ya kalo kita ngomongin ini padahal ekonomi kita carut marut, utang negara numpuk, miskin nambah pendidikan mahal, semua jadi serba salah deh. tapi ini bukan urusan kita, urusan kita cuman memperbaiki diri sendiri menjadi mahkluk ato individu berkualitas dan menularkannya kepada orang lain, make cara kayak gini aje kita bsa ngerubah negara kita menjadi sesuatu daaahhh..
kadang gue mikir apa yang nyebabin sobat berenti melangkah dan menunggu tapi kemudian gue nemu jawabannya, sobat yang kini sedang berhenti melangkah dan menunggu adalah demi mendapatkan sebuah kesempatan yang baik. wetz sob anda adalah pemikir yang matang, tapi inget jangan sampai kematengan, bisa keburu basi,
trik hidup itu cuman satu santai aja, gak puna cowok? santai, jomblo? santai, banyak tugas? santai tapi inget santaimu itu juga disertai persiapan yang matang. nah lho kok udah ngomongin mateng lagi, haha..
okeh gan ni pembicaraan makin ngalor ngidul aje,
balik lagi dah.
gue cuman mau ngingetin kalo sobat udah pada niat bin tekad buat menjadikan andai itu menjadi sebuah kenyataan, maka bersiaplah untuk membuat perencanaan menggapai andai itu dan beranganlah anda menjadi sebuah sesuatu, inget sobat kekuatan yang besar dan tak terkalahkan adalah impian yang tak takluk kepada kata menyerah dan putus asa. SEMANGAT!

No comments:

Post a Comment

  • Etika Profesi Akuntansi