Monday, February 27, 2012

anti MNI versus MNI

so ente ente sudah pernah dengar kan 2 hal ini, anti MNI en MNI itu sendiri, sebuah MLM yang entah kenapa berorientasi kepada pelajar atau golongan terdidik, kerja nyambil kuliah sebenernya gada masalah, terus apa sih yang diributin. nah ini dia mari kite telaahh, cernati tapi jangan telen bulet bulet..
pertama kita akan bahas dulu MNI itu apaan siih, MNI itu melia nature indonesia bos, tapi disini bukan berarti ane nge-judge atas perilaku mereka ataupun nge-judge bahwa MLM ini gak baik adanya, gue cuman mau nelaah aje, sukur-sukur di comment-nin, wkwk

oke MNI melia nature indonesia, sebuah MLM yang beberapa tahun terakhir gencar banget buat nge-prospekin golongan terdidik, yang notabene ketika para prospek ini terjun mereka jadi berubah sikap gitu, mereka berubah perilaku dan berorientasi kepada keuntungan, sebenernya ini gak salah sih gan, tapi cara mereka nge-prospekin mereka ini yang salah.
mungkin ketika leader mereka ngejelasin cara prospek dimana ketika itu akarnya bener, ehh kebawah bawahnya berhubung setiap nalar orang beda-beda jadilah itu nge-prospekin jadi gayanya aneh bin ajaib kayak sekarang, dimana mereka maksa banget tapi caranya alus.. didempet terus dah tuh orang yang mau diprospekin ditambah dengan kata kata yang klo dalam bahasa psikolognya mempengaruhi tapi cara yang ini juga mereka salah penerapannya, nah lho jadi salah semua.. haha..
jadi yang bener harusnya gimanaa??? yang bener bla mau berusaha adalah bersikap jujur, emang sales itu multnya manis kayak biang gula tapi bukan berarti juga harus dibubuhi kepalsuan, dan para sales -sori gan, ane nyebut orang-orang MNI adalah sales, dimana mereka emang gak fokus jual barang tapi nyari pasar orang atau manusia aktif buat diprospekin- ini harusnya juga diperlihatkan gimana ruginya.
gini gan, semua usaha itu pasti puna untung puna rugi, dan athu lagi gue tekenin gak ada yang namanya passive income, ckckk..
kenapa ane bilang gak ada, karena ente-ente yang ngeprospekin itu namanya usaha buat ngedapetin uang, nah dari sini udah keliatan kan qlo ente-ente pada gak nge-prospekin madesu banget dah..
terus anti MNI nya gimana??

anti MNI adalah sekumpulan manusia-manusia yang mungkin gagal sukses di MNI dan gak suka perubahan gaya hidup orang atau sahabatnya yang udah masuk MNI, dan perubahan itu adalah menuju arah yang gak baik banget dan gak bsia di support untuk maju, nah lho gan, qlo kayak gini mana ada sih sahabat yang mau..
makanya itu terbentuklah anti MNI, ini juga yang seharusnya nyadari MNI atau jaringannya agar bisa lebih peduli terhadap pendapat orang dan berkata apa ada yang salah sampai bsa dikatakan begitu, biasalah karena nila setitik rusak susu sebelanga, mungkin karena kesalahan seseorang rusak dah tuh nama MNI, tapi ya harusnya MNI dengan adanya anti MNI ini mulai berbenah diri untuk menjadi suatu MLM yang lebih baik dan lebih kooperatif didalamnya.
jangan ada deh yang namanya dapet gaji 840 ribu per hari tapi ngejual blackberry dan malah make hape esia, gak sinkron kan?

MLM itu halal namanya juga usaha sebuah usaha dibawah tenda kewirausahaan, tapi yang diharapkan dari golongan terdidik itu adalah membuat suatu usaha bukan bergerak dibawah usaha orang lain yang notabene berati ente-ente yang MNI adalah seorang pekerja juga, ditambah ente-ente ini kudu melunasi target guna ngedapetin untung, minimal BEP lah.. anti MNI pun jujurnya juga ngedoain qlo bsia ngeliat temennya sukses tapi ya gak pake cara-cara yang aneh juga kalii..
karena itu sekudunya sistem MLM itu sepatutnya diperbaiki. =)

8 comments:

  1. Pendapat gue tentang MNI sangat lah sombong dalam memprospek orang lain, mereka tidak hanya melanggar kode etik landasan etika profesi pekerjaan orang lain. tetapi juga merendahkan pekerjaan orang lain. dalam marketing atau pemasaran tidak dihalalkan untuk merendahkan kode etik ataupun merk. bukan kewirausahaan tapi kesombongan yang di dapat. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebenernya menurut saya ni jenk amel, senior merekalah yang salah dalam mencuci otak para juniornya, semua MLM sama saja, hanya bagaimana cara mengaplikasikannya saja yang mungkin makin kesini makin kurang berkenan.. sehingga kini harus disikapi secara bijak =)

      Delete
  2. Benar sekali.... apalagi klo kita liat di youtub atau di panggung seminar... gaya bicaranya selangit trus semua pamer kekayaannya yang seolah sukses di MNI. padahal mereka itu hanya para badut ganti kostum untuk berperan sebagai orang kaya (mimpi kaliii). Karena mereka belum pernah kaya dan sukses yaa maklum sajalah kalau actingnya tidak sesuai dengan kenyataan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha wah sinis sekali, apa sudah ada teman yng terjerat??

      Delete
  3. parah banget MNI itu , pinter ngibul plus pinter ngedit2 foto juga,foto foto artis di edit2 di aku akuin join MNI,padahal pas di konfirmasi lewat twitter,beberapa artis itu mengaku ga join bahkan ga tau MNI. parah kan?tapi tetep yang paling pareah itu mulut orang orang nya,pinter bgt ngejelek jelekin kerjaan orang lain seakan akan MNI lah yg paling sempurna

    ReplyDelete
    Replies
    1. yah potret pekerjaan mlm kini, yang orang2 didalamnya sudah haus banget akan kekuasaan, padahal tetap saja menguntungkan yang paling atas, semoga saja untuk mlm lain bisa lebih responsif terhadap etika kerja =)

      Delete
  4. trs terang saya dulu ikut MNI, tp ada beberapa hal yg membuat saya berpikir ulang melanjutkan bisnis ini...
    di MNI ada 2 tugas, yaitu : tugas member dan tugas leader...
    tugas member, kita cuma bertanggung jawab kepada diri kita sendiri.. sedangkan tugas leader pada intinya kita harus memberikan contoh yg baik kepada downline kita, dan tidak akan mengorbankan kepentingan jaringan demi kepentingan pribadi..
    mungkin bisa dilihat dari pemaparan di atas, ketika kita telah memiliki downline, maka kita bukan hanya bertanggung jawab kepada diri kita saja, tetapi jiga kepada orang lain (downline).. pada umumnya, setiap org yg merasakan hasil dari MNI pasti berpikir (untuk apa saya kerja keras di tempat lain jika disini kita dibayar besar?)... jhal ini mengakibatkan mereka yg telah bekerja rela keluar dari pekerjaannya,demi niatnya untuk mendapatkan hal yg lebih di MNI,bayangkan jika orang itu telah memiliki anak/istri?jadi ketika kita telah menjadi leader, kita bukan hanya bertanggung jawab kepada diri kita, namun kepada jaringan kita dan org2 yg ada dibalik mereka... hal inilah yg membuat saya mengurungkan diri untuk melanjutkan MNI, berat sob! buat kalian yg ingin coba, mnding pikir2 lagi deh, karena selain mengganggu kreatifitas kita, kita juga bertanggung jawab terhadap hak hidup org lain... karena untuk balikin modal 1 org itu butuh 4 org dengan modal yg sama loh... dan efek untuk pelajar nantinya apa?yg ada di pikirannya hanya posting posting dan posting, bukankah pemerintah udah menggalakkan pendidikan berbasis karakter?apa bisnis ini baik untuk karakter bangsa kita nantinya? hemat saya, kl emg niat kalian ingin maju bareng2, mnding klian bisnis yg lain aja deh, gunakan skill kalian buat majuin bangsa ini dengan cara yang benar daripada diperbudak perusahaan asing dan top2 leader MNI

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pendidikan berbasis karakter, wah setuju banget nih sama pendapatnya.

      Delete

  • Etika Profesi Akuntansi