Sunday, June 5, 2011

Memoar Indah Kenangan Bersama


                Pernah denger gak sih tempat yang paling indah adalah tempat bersama sahabat-sahabat, sahabat seperjuangan, senasib, dan sahabat berbagi canda tawa sedih ria gembira.
Tempat yang paling indah adalah tempat kita merasakan betapa nyaman tempat itu, betapa pedih tempat itu, dan tak terperi rasa manisnya kenangan bersama. ^^
Itulah sepenggal rasa dan definisi suatu tempat yang tercipta di sebuah Universitas ungu yang unik nan lucu. Sebuah Universitas yang didampingi pelataran parkir motor yang selalu penuh dan berhadapan dengan lautan coklat alias kali yang dihiasi bebek dan jembatan yang sedianya penuh dikunjungi mahasiswa mahasiswi yang hendak menyebrang dan menyantap makanan tradisional anak kampus yang lezat Ala AW (Aneka Warteg). Kembali ke kampus ungunya Gunadarma yang dengan gagah perkasa menyandang nama gedung J dengan lambang obor yang selalu terbakar api tanda semangat yang tak pernah padam.
Dalam sudut Gedung Kampuse Tercinto terdapatlah sekumpulan anak-anak yang tak saling kenal dan terpaksa menjadi satu paduan yang bernaung dalam kelas berplat 1 EB 17, awalnya segan, awalnya malu malu kucing mau mangsa ikan, awalnya segen tengok-tengokan, awalnya bisik-bisik tetangga tanya nama temen sebelah, depan atau belakang, namun seiring waktu yang berjalan, bumi yang berputar dan gedung J yang masih asik nongkrong di daerah kalimalang, mulailah petualangan saling mengenal. Dimulai dengan contek-contekan, liat-liatan tugas sampai akhirnya berembug satu kelompok yang dibilang kompak gak kompak terpaksa kompak. Memang perlu waktu yang cukup lama untuk akhirnya dapat menyelaraskan satu tujuan, dikarenakan banyaknya pasukan dalam satu kelas sempit yang mepet mepet asik semakin mepet semakin asik (lho?) hehe, ini khusus buat pasukan yang terbilang cukup setia untuk terus menempati barikade belakang. karena dipastikan selalu mendapatkan sisa lahan.
Eratnya persahabatan dalam kelas pun semakin hari semakin diikatkan dan dibuat tali temali agar eratnya dapat terus terjaga dan tak akan pernah tercerai dalam usangnya waktu. Dimulai dengan diadakannya acara maen futsal bareng, baik para ladies ataupun gentlemannya sampai nyeburin orang beruntung yang kebetulan bertambah tua (ulang tahun) di kolam kebanggan Kampuse Tercinto yang airnya telah bersatu padu dengan lumut, puntung rokok dan berbagai aneka macam produk, bisa dikatakan kolam itu adalah display dari barang-barang yang dipakai dan akan laris terjual dikalangan anak Gundar. Maka bisa dipastikan apakah hasil dari ceburan anak-anak yang beruntung dan merasa terspesialkan itu gatel-gatel boo!! :D
lalu untuk beberapa anak, persahabatan pun ditandai dengan kenangan nonton bareng, karokean bareng, jalan-jalan bareng, makan bareng, ngerujak bareng, belajar bareng, masak bareng sampai cabut bareng-bareng, dan semua yang serba bareng-bareng. Cinta bersemi dikampuse pun turut mengambil bagian, terbukti dengan banyaknya cinlok (uhuii suit suit, cintaku turun dari buku ke hatimu.. ahaii). Meski untuk beberapa pasangan kurang beruntung cintanya mesti mengunjungi perhentian namun mereka tetep consist dengan pertemanan dan keakraban dalam kelas (sip pertahankan!) tapi masih ada lho yang langgeng sampai detik ini, (hebatttnyoo) itu lah couple mesra kebanggan 1 EB 17 ( ^^, semoga langgeng sampai nikah iia..). Kelas pun sebagai tempat yang nyaman bukan lagi sebagai ajang mencari teman dan ilmu namun secara tidak langsung menjadi ajang pencarian jodoh (hoho, sangat memaksimlakan tempat iia.. J )
Benar-benar memang unique dan special spesies yang menghuni 1 EB 17, terlebih ketuanya yang kelewat sabaran dan sangat-sangat sabar menghadapi mahasiswa dan mahasiswinya yang tergolong dalam strata sangat gila, gila menengah, dan gila kalangan bawah, hoho..
tiada kenangan tanpa tangis, tiada tangis tanpa canda dan tiada canda tanpa tawa.
ini adalah sepintas dari jalanan panjang yang tak berujung dari kelas keluarga ini..
meski tak ada keabadian dalam kehidupan, meski tak ada keabadian dalam ingatan namun kenangan akan terus tersimpan manis dalam gembok hati dan tak akan pernah tercela meski pertemanan tak selamanya berwarna putih.
sahabat ingatlah ini..
ini jalan kita yang telah kita lalui selama ini,,
jadikanlah dalam memoarmu kenangan indah bersama 1 eb 17. ^^
bersatu rasa bersama perih..
Saat saat indah kenangan bersama,
melampaui waktu merajut asa..
melampaui masa merajut impian..
siapakah kita dulu..
beda visi beda misi..
beda karakter beda diri..
namun kini,
ketika waktu menyelaraskan kita..
ketika hari mempersatukan kita..
kita pun mempunyai satu visi
kita pun mempunyai satu misi
kekekalan tak pernah dibawa sampai mati
namun
persahabatan dibawa sampai disurga..
persahabatan diwariskan sampai generasi tak terhingga
dan kini kitalah persahabatan itu..
banyak masa yang dilalui
banyak pertengkaran yang dilalui
banyak penghianatan yang dilalui
banyak kerenggangan yang dilalui
banyak manisnya sahabat yang dilalui
banyak canda yang dilalui
banyak tawa yang dilalui
banyak kekompakan yang dilalui
berkumpul menjadi satu membentuk simfoni cantik
terangkai menjadi bagian dalam diri
dan melekat sampai kedasar hati..

sahabat satu pesan untukmu simpanlah dalam hati dan tanamkan dalam dasar fikiran bahwa kami para sahabat meski tak selalu ada untukmu, bahwa kami para sahabat meski tak selalu mengerti apa maumu, bahwa kami para sahabat terkadang menyinggungmu, bahwa kami para sahabat terkadang mencelamu sampai habis sabar dan maafmu, bahwa kami para sahabat terkadang menyesatkanmu, bahwa kami para sahabat terkadang tak sabar padamu, Para sahabat ingin kamu tau bahwa sejatinya kekurangan yang ada pada para sahabat tetap ada sayang sebagai sahabat yang tertanam dalam hati ini.


No comments:

Post a Comment

  • Etika Profesi Akuntansi