Monday, June 13, 2011

aku mencarinya, aku menemukannya dan aku mendapatkannya..


sayang..
malam yang berlalu gelap menyeretku kedalam nestapa kesedihan mendalam..
sayang..
siang yang berlalu cerah benderang menyeretku kedalam kehampaan luka lara mendalam..
aku tercabik oleh mereka..
aku terluka..
mereka menyeretku dalam kekelaman kesedihan luar biasa dan aku hanya bisa menyingkir kepojok suasana dengan tangis yang tertahan..
sayang..
sayang..
dimanakah kamu sayangku..
aku merindukanmu…
merindukan sayang yang belum tertemukan..

luka hati ini menelusup kedalam ragaku menyatu dengan jiwaku dan menyingkirkan kesukacitaan sesungguhnya didalam hatiku..
aku bersedih dan terjatuh kedalam dunia kesedihan..
luka dihati tak kunjung padamkan senyum palsu yang terpancar dalam wajah kusam ini..
apalah ini, tanpa dayaku aku berkata..
apalah ini, tanpa dayaku aku berucap..
dimana jalanku?
aku kehilangan arah..
aku tak mengerti harus berpegangan pada apa dan siapa..
dan bimbang menjadi milikku..

berhari kulewati dengan senyum dan tawa meski dalam hati aku tertusuk perih..
berhari kulewati dengan canda dan bahagia meski dalam hati aku tertancap pedih..
dan tiba-tiba dia datang..
datang dengan secercah harapan dan asa..
dan aku sangat menyukainya..
ia menyingkirkan segala keraguan dalam hati..
ia menyingkirkan kebimbangan dalam hati..
Tuhan?
mendengarkah engkau akan doa hambamu?
aku menyukainya dan ia ternyata milik yang lain..
apa yang harus hamba dusta ini lakukan??
dan aku memandangnya dari jauh dengan segenap perasaan yang tertahan..
engkau sayangku.. dapatkah engkau mendengar semua ini?
aku menyayangimu, aku jatuh cinta dengan senyummu pada pandangan pertama dan engkau ternyata milik yang lain..
sedih yang merajam tak kunjung membuatku berhenti memikirkanmu dan memikirkan senyummu yang telah mengikat erat hatiku..
aku yang terkalahkan oleh mereka yang dulu menyakitiku kini bangkit karena dirimu..
harapan akan memilikimu meski aku harus menunggu dan menanggung luka ini..
Langit bisakah engkau mengatakan pada rembulan nanti malam, katakan aku memiliki rasa padanya, bahkan sinar gemintang tak akan mampu menebus pesonanya..
Tuhan.. dengarkah engkau akan rasaku ini? akan teriakan kesukacitaan akan cinta ini?
namun aku tau Tuhan.. engkau tak mungkin menceraikan hubungan yang telah terjodoh dan aku harus memikirkan betapa merananya hati ini..
aku mencintainya lewat kesederhanaanya..
aku mencintainya lewat kebaikannya..
aku mencintainya karna senyumnya..

berhari berlalu dan aku masih setia memandanginya dari kejauhan.. ahk Tuhan.. rasa ini..
begitu sakit dan dengan kejam merasuki air mataku yang terus meleleh tanpa lelah..

lalu bulan pun menjawab, penantian pun mendapatkan pencerahan.. Dia putus..
dengan gembira aku bersorak dengan sedih aku memandangnya..
sakitkah dia?
terlukakah dia?
aku ingin berada disampingnya mengatakan padanya, semua baik-baik saja, sebagai teman aku akan terus berada disampingmu..
namun hanyalah kekosongan yang kudapatkan, ia memang terlihat baik namun aku khawatir dengan rasa dalam hatinya aku khawatir dengan apa yang berkecamuk dalam hatinya dan aku pun mulai bertekad menyumbangkan tawa untukknya.. untuk dia yang kusayang..

dan hari yang berlalu, minggu yang terlewati dan bulan yang terjangkau..
aku dan dia tanpa sadar telah menyambungkan benang merah..
benarkah perasaan ini?
benarkah perasaan ini untukku?
benarkah dia menyayangiku?
benarkah mantannya tak lagi menghantui sakit hati yang dia rasa?
dan aku jatuh kedalam kelimbangan yang luar biasa..
aku ingin menerima namun aku takut..
aku takut akan rasa yang salah..
akan rasa yang ternyata bukan seperti yang kubayangkan..
namun hari yang terus terlewati membuatku makin berani dengan perasaan ini,
membuatku berani untuk melawan ketakutan itu..
dan ternyata langit masih bersinar terang untukku meski malam menghinggap..
ia menggapai rasaku dan menyambutnya dengan pelukan yang luar biasa hangat..
sayang?
benarkah itu untukku?
langit terasa tidak berputar dan jam tak lagi berdetak..
aku ingin percaya dalam kegembiraan dan percaya dalam kesenangan..
aku sungguh menyayanginya..

dan kini ia milikku..
aku mendapatkannya dalam kesabaran, meski kepastian bukan milikku namun aku tau harapan masih punyaku..
langit yang berubah benderang
awan yang berarak menyingkir dan birunya langit
mempesona dua hati yang sedang kasmaran..
hati yang dimabuk cinta..
hati yang dimabuk kasih..
dan kami pun kini tersenyum sembari merangkul cinta dalam pelukan dua insan yang mencinta..

lophe :: 100511 :: lophe

No comments:

Post a Comment

  • Etika Profesi Akuntansi