Sunday, March 6, 2011

mawar layu untuk kekasih..



Aku mencintainya sepenuh hatiku, meski kami berbeda..
Aku menyayanginya meski seutuhnya aku tak kan bisa memilikinya..
Namun sungguh sedari awal, aku menyukainya..
Disampingnya.. seminggu bagaikan sejam, sebulan bagaikan seminggu..
Bersamanya waktu terasa sangat cepat berlalu..
Namun
Disaat bersamanya pula aku merasakan hari berjalan lambat..
Sungguh, dalam hati aku sungguh sangat mencintainya..
Berpisah darinya bagaikan kematian bagiku,
Dan kata berpisah menjadi sangat haram di telingaku,
Kututup semua inderaku, menutup mata akan semua keburukannya,
Karena aku dibutakan oleh cinta..
Bahkan hantaman langit tak kan menggoyahkan hubunganku dengannya..
Namun, ini hubungan tercela..
Bahkan Tuhan pun enggan memikirkannya..
Kami berbeda..
Berbeda pegangan..
Kami tau tak akan ada yang mau mengalah akan keyakinan kami..
Namun ingin rasanya kami mengingkari itu semua,dan berkata segalanya baik-baik saja..
Nyatanya, nyata yang terukir adalah, hubungan kami tidak membaik, meski kami berhasil mempertahankan apa yang kami sebut cinta, kami mempertahankan segala idealis kami..
Kami tak pernah seutuhnya dapat membobol keteguhan akan sebuah keyakinan..
Kami pun kalah, begitu banyak luka akan cinta kami berdua..
Sungguh, cinta bukanlah seperti ini, dimana segalanya berubah menjadi tangis sedih dan muram durja..
Hatiku menangis, hatiku meraung.. inikah cinta? Cinta dengan pengorbanan yang bahkan tiada tandingannya??
Aku ingin memberontak, namun apa dayaku.. melihat mereka kesayanganku mulai jatuh menderita..
Maka kini.. aku dan dia yang tersayang harus mengakhirinya..
                “ sayang.. bukannya aku tak sayang padamu, bukannya aku tak cinta padamu..
                Sayang, aku sungguh mencintaimu, sepenuh jiwaku, sepenuh ragaku, dengan segenap
                Kekuatanku, tiada yang lebih daripada engkau, bahkan bima sakti pun tersingkir dan indahnya
                Pesona alam tak mampu mengalahkan dirimu..
                Sayang, kekuatan cinta kita memang tak akan pernah habis termakan jaman, habis
                Termakan waktu.. namun sayang..
                Cinta bukanlah bagaimana orang menjadi terluka dan bermuram durja, terjun dalam kesedihan
                Yang paling dalam, tidak itu bukanlah cinta idaman kita sayang..
                Maka, sungguh dengan derai air mata dan kesedihan mendalam ini, aku pun mengungkapkan
                Padamu sayang, haruslah kita berakhir disini, bukan karena keadaan yang memaksa, bukan
                Karena apapun itu, sungguh bukan karena, karena perpisahan bukanlah sesuatu yang
                Diidamkan dan memerlukan alasan, namun karena aku dan kamu saling mencintai..
                Sayang, aku kan selalu dihatimu, sayang, kau selalu dihatiku..”
Salam tersayang dari yang tersayang untuk yang tersayang.

No comments:

Post a Comment

  • Etika Profesi Akuntansi