Wednesday, December 29, 2010

"senandung harian Dia"

ada kesedihan yang menghingga padaku dan kemuraman yang menghantuiku, seseorang yang berjanji dan meyakinkan akan cintanya padaku telah berselingkuh, dengan seseorang yang kini menjadi sahabat baikku..
aku yakin dan aku rasa gadis itu, yang kini menjadi sahabatku lebih terluka daripadaku, manakala orang yang tengah disayanginya menceritakan tentang mantan yang masih dicintainya dan berharap gadis itu mengerti akan keinginannya untuk kembali padaku..
gadis bodoh dan patut dikasihani.. namun pasti dia lebih sedih dan lebih tragis..
dulu aku sempat berfikir apa hebatnya dia, sehingga memalingkan kepunyaanku yang telah mengaku khilaf dan ingin kembali padaku…
namun ternyata semu, kepunyaanku merasa sepi tertinggal aku, dan ia membutuhkan seorang pacar.. dan sungguh gadis yang malang.. ia dijadikan pelampiasan dari nafsu lelaki yang tak pernah ingin menjomblo..
dan menyedihkan bagiku, aku yang bertahan dengan kesendirianku, berharap dia kembali dengan segenggam asa hanya meninggalkan luka untukku.. dan kini dengan gampangnya dia meminta perdamaian.. tentulah aku memaafkanya meski dihati ini ada luka yang perih, luka yang berdampingan dengan tawa dan candaku..
dulu aku pernah dikhianati dengan luka yang masih tertoreh jelas, dan kini ia meninggalkan jejak luka yang membuat luka lamaku semakin nampak..
dia merenggut keteguhan yang aku pertahankan dengan mati-matian dan mengkhianatiku..
untuk apa dia meyakinkanku atas sebuah kepercayaan dia tak akan meninggalkan aku ketika dia ternyata masih bersama dengan yang lain?
Dan kenapa dia merenggut itu semua ketika ia sedang mesra-mesranya dengan gadis lain?!!
Ini tak adil bagiku, dan rasanya sungguh ingin menangis..
Hari ini tanggal 26 desember 2010, begitu banyak yang mengganggu pikiran dan kemuramdurjaanku..
Mengetahui banyak fakta menyakitkan dari orang yang sangat kusayangi membuatku miris dan teriris sedih..
Apakah aku kurang?
Apakah aku tak pantas mendapatkan siapapun?
Yang kuinginkan hanya cinta dan hangatnya cinta, aku tak bisa terus menyangkal aku belum membutuhkan seseorang untuk membelai lembutku dan mencurahkan sayangnya..
Dan harapan itu rupanya menjadi harapan kosong dimana kini aku hanya bisa memandang lurus dengan luka yang masih segar dihati ini.. rupanya ketakutan yang menghinggap padaku dan menggerayangi setiap perkataan dan jejak perbuatanku adalah demi kewaspadaanku..
Setidaknya hikmah dari ini semua Tuhan menyelamatkan harta paling berharagaku, mahkota perawanku meski yang satu lagi harus kurelakan untuk diremas. Dan kini aku merasa jijik dengan itu semua, jijik kenapa dengan mudahnya aku menyerahkan diri pada setan seperti dia.. aku memang cukup sadar cinta yang membuatku seperti ini, dan aku belum dapat menjanjikan ketika seorang pria menghampiri hatiku aku tak akan mengulanginya.. mungkin ini jugalah yang menyebabkan aku takut untuk menjalin asmara lagi, meski aku ingin dan selalu dilanda sendiri..
Aku ingin sekali mengatakan kenapa dia melakukan itu padaku padahal ketika itu dia bersama dengan choi? Gadis yang menjadi pacarnya.. apa dia gila??!!!!!
Dan aku lebih gila karena menurut padanya.. dan aku lebih bodoh karena dia membutakanku dengan cinta dan perkataan-perkataan hampanya.. ingin aku menyumpahinya tak akan hidup bahagia, dan ingin aku menyumpahinya dia akan kena batunya.. namun apalah arti sumpahku.. aku tak boleh bersumpah atas apapun, akulah… pusat kehidupanku adalah aku.. maka akulah yang harus belajar dan membentengi diri.. aku tak bisa menyalahkan orang lain terus menerus dan aku tak bisa berkata merekalah yang menghancurkanku..
Semua kehancuran yang ada padaku, adalh Karena aku sendiri.. akulah yang menentukan baik benarnya, buruk tidaknya.. dan mereka yang diluar daripadaku adalah serpihan gergaji yang bila aku salah membersihkannya akan membuat luka dijariku..
Akulah yang kini harus belajar membentengi diri, berkonsentrasi pada suatu hal, belajar akan pengendalian diri, dan bersikap lebih tenang.. akulah yang kini harus belajar lebih mandiri, tidak banyak mengeluh dan tidak manja.. suatu kesalahan ataupun luka tak akan menggoyahkan aku untuk tetap tersenyum.. aku belajar banyak dari orang yang kutemui, dan aku banyak disakiti oleh orang kesayanganku.. dunia adil dengan banyak memberikan dan banyak mengambil..
Dunia ini begitu membuat seseorang menjadi seseorang.. dan aku akan tetap menjadi seseorang dalam kerumunan..
Minggu, 26.12.2010

No comments:

Post a Comment

  • Etika Profesi Akuntansi